Kerajaan Allah
What was Jesus' primary message? Apa pesan utama Yesus? Was it heaven, resurrection and eternal life? Apakah itu surga, kebangkitan dan hidup yang kekal? Was it his own divinity? Apakah keilahian sendiri? Was it the development of a private spiritual relationship between the individual and God? Apakah pengembangan hubungan spiritual pribadi antara individu dan Tuhan? Clearly not. Jelas tidak.
The dominant theme in the gospels and the center of Jesus' proclamation was the reign or kingdom of God. Tema dominan dalam injil dan pusat proklamasi Yesus adalah pemerintahan atau Kerajaan Allah. This one phrase sums up his whole ministry and his whole life's work. Ini frase salah satu meringkas seluruh pelayanan dan pekerjaan seumur hidupnya itu. Every thought and saying of Jesus was directed and subordinated to one single thing: the realization of the reign of God upon the earth. Setiap pikiran dan perkataan Yesus diarahkan dan subordinasi pada satu hal saja: realisasi Kerajaan Allah di atas bumi.
basileia tou theou basileia tou Theou
The language of the New Testament writers was Greek. Bahasa penulis Perjanjian Baru Yunani. The Greek word which we have translated into English as kingdom is basileia . Kata Yunani yang kita telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai kerajaan basileia. Jesus, however, spoke in Aramaic, a Semitic language similar to Hebrew. Yesus, bagaimanapun, berbicara dalam bahasa Aram, sebuah bahasa Semit yang mirip dengan bahasa Ibrani. Jesus would have used the Aramaic word malkuth . Yesus akan menggunakan kata malkuth Aram. Both basileia and malkuth share the same meaning: kingship, kingly rule, reign, or sovereignty. Kedua basileia dan berbagi malkuth arti yang sama: kerajaan, raja memerintah, pemerintahan, atau kedaulatan. The expression kingdom of God ( basileia tou theou in Greek and malkuta dismayya in Aramaic) points to the ruling activity of God over God's people and over the world God has made. Ekspresi Kerajaan Allah (basileia tou Theou dan malkuta dismayya Yunani dalam bahasa Aram) menunjukkan aktivitas Allah berkuasa atas's umat Allah dan dunia Allah telah dibuat.
The phrase kingdom of God occurs nearly a hundred times in the synoptic gospels. Frase Kerajaan Allah terjadi hampir seratus kali dalam Injil sinoptik. There are four references in Matthew (the variation kingdom of heaven is used another thirty-four times), fourteen in Mark, twenty-two in Luke, and two in John. Ada empat referensi dalam Matius (kerajaan surga variasi digunakan lagi tiga puluh empat kali), empat belas dalam Markus, 2002 dalam Lukas, dan dua dalam Yohanes.
Outside of the gospels, the term is not very common in the New Testament. Di luar kitab-kitab Injil, istilah ini tidak sangat umum di dalam Perjanjian Baru. The expression is used six times in Acts, eight times in Paul's letters, and once in Revelation. Istilah ini digunakan enam kali dalam Kisah, delapan kali dalam surat-surat Paulus, dan sekali dalam Wahyu.
In the Old Testament, the phrase does not occur at all. Dalam Perjanjian Lama, kalimat tidak terjadi sama sekali. The concept of God as the true king of Israel was prevalent, but the phrase as uttered by Jesus was not. Konsep Allah sebagai raja Israel sejati adalah lazim, tapi frase seperti yang diucapkan oleh Yesus tidak.
the reign of God Kerajaan Allah
Biblical scholars generally agree that the familiar term kingdom of God indicates the rule or reign of God. sarjana Alkitab pada umumnya setuju bahwa istilah akrab kerajaan Allah menunjukkan aturan atau Kerajaan Allah. Some would limit it specifically to the activity of ruling . Beberapa akan membatasi secara khusus untuk aktivitas yang berkuasa. In other words they would suggest that Jesus was talking about what we might call the kingship of God, rather than God's kingdom . Dengan kata lain mereka akan menunjukkan bahwa Yesus sedang berbicara tentang apa yang kita sebut sebagai kerajaan Allah, daripada kerajaan Allah. Yet this definition does not fully comprehend the constituency of the kingdom. Namun definisi ini tidak sepenuhnya memahami konstituensi kerajaan. It's not just God, but God's people that are part of the kingdom. Ini bukan hanya Allah, tetapi umat Tuhan yang merupakan bagian dari kerajaan. Focusing solely on God's ruling activity can lead to a spiritual misinterpretation of what Jesus proclaimed. Fokus kegiatan pada penguasa hanya Allah dapat menyebabkan salah tafsir spiritual dari apa yang Yesus diproklamasikan.
a radical mutation mutasi radikal
Although the concept of the rule of God over God's people had a long history in the Old Testament, it underwent “a radical mutation on the lips of Jesus.” Meskipun konsep pemerintahan Allah atas umat Tuhan memiliki sejarah panjang dalam Perjanjian Lama, itu mengalami "mutasi radikal di bibir Yesus."
The kingdom of God as preached by Jesus is a vision of a radical transformation of human beings and human institutions (social, political, economic and religious) to a form that expresses the character and nature of God. Kerajaan Allah seperti yang diajarkan oleh Yesus adalah visi transformasi radikal dari manusia dan institusi manusia (sosial, politik, ekonomi dan agama) ke bentuk yang mengungkapkan karakter dan sifat Allah. The kingdom is manifest when God rules in the hearts of God's people. Kerajaan ini terwujud ketika aturan Allah di dalam hati umat Allah. But what characterizes the message of Jesus is that the kingdom is also manifest in the social relationships of God's people. Tapi apa ciri pesan Yesus adalah bahwa kerajaan ini juga terwujud dalam hubungan sosial umat Allah. The kingdom of God takes place through a group of persons whose hearts and relationships are in subordination to the reign of God. Kerajaan Allah terjadi melalui sekelompok orang yang hati dan hubungan berada dalam subordinasi dengan pemerintahan Allah.
Jesus described the kingdom of God in words and actions for all to hear and see. Yesus menggambarkan Kerajaan Allah dalam kata-kata dan tindakan untuk semua mendengar dan melihat. His weapons were humor, healing and hope. senjata-Nya adalah humor, penyembuhan dan harapan. He brought attention to the kingdom of God through radical public actions, through peaceful but powerful demonstrations. Dia membawa perhatian pada Kerajaan Allah melalui tindakan publik radikal, melalui demonstrasi damai tapi kuat.
present and future sekarang dan masa depan
What made Jesus so unique was his conviction that the reign of God had already started happening. Apa yang membuat Yesus begitu unik adalah keyakinannya bahwa Kerajaan Allah sudah mulai terjadi. The fundamental message of Jesus' proclamation was the day of God's reign had now dawned. Pesan mendasar dari proklamasi Yesus hari Kerajaan Allah sekarang telah tiba. The things that many prophets and righteous people had long desired to see and hear were now present before the eyes and ears of all. Hal-hal yang banyak nabi dan orang benar sudah lama ingin melihat dan mendengar kini hadir di depan mata dan telinga dari semua. God's reign is here, Jesus announced. Kerajaan Allah ada di sini, Yesus mengumumkan. Or at least it is so near at hand that signs of its activity are clearly visible. Atau setidaknya sangat dekat bahwa tanda-tanda aktivitasnya jelas terlihat. The signs of God's rule were present in the words and deeds of Jesus himself. Tanda-tanda kekuasaan Tuhan hadir dalam kata dan perbuatan Yesus sendiri. Jesus' healing and eating with sinners were signs that God's reign had arrived. Yesus menyembuhkan orang-orang berdosa dan makan dengan tanda-tanda bahwa Kerajaan Allah telah tiba.
In general terms, Jesus proclaimed as “good news” that God was setting about the task of putting straight the evil plight into which the world had fallen, and that God was beginning to bring to fulfillment his original intention in the creation. Secara umum, Yesus dinyatakan sebagai "kabar baik" bahwa Allah adalah pengaturan tentang tugas langsung menempatkan penderitaan yang jahat ke dunia telah jatuh, dan bahwa Allah mulai membawa untuk pemenuhan niat asli dalam penciptaan.
Theologians debate over whether the reign of God exists in the present or in the future. Teolog perdebatan apakah Kerajaan Allah ada di masa sekarang atau di masa depan. If the reign of God is understood as a vision that Jesus articulated for the people of his time, then we can begin to understand how it is both present and future, because that is how a vision operates. Jika Kerajaan Allah dipahami sebagai sebuah visi bahwa Yesus diartikulasikan bagi orang-orang pada zamannya, maka kita dapat mulai memahami bagaimana kedua sekarang dan masa depan, karena itu adalah bagaimana visi beroperasi. When people embrace a vision, they begin to live it out. Ketika orang memeluk visi, mereka mulai hidup it out.
Also, the reign of God must always be understood as both personal and social. Selain itu, Kerajaan Allah harus selalu dipahami sebagai baik pribadi dan sosial. Everything that Jesus says about the reign is true in both dimensions. Semua yang Yesus katakan tentang pemerintahan yang benar dalam kedua dimensi. Any attempt to see it as one or the other is an incomplete understanding of the kingdom. Setiap usaha untuk melihatnya sebagai satu atau yang lain adalah pemahaman yang tidak lengkap kerajaan.
The kingdom of God must also be understood as both spiritual and political. Kerajaan Allah juga harus dipahami sebagai baik spiritual dan politik. It cannot be seen as just a spiritual kingdom that has both individual and social dimensions, it must also be seen as having a political (including economic) implications for both individuals and their communities. Hal ini tidak bisa dilihat sebagai sebuah kerajaan rohani yang baik dimensi individu dan sosial, juga harus dilihat sebagai memiliki (termasuk ekonomi) implikasi politik baik untuk individu dan masyarakat mereka. The kingdom of God is a political metaphor and symbol. Kerajaan Allah adalah metafora politik dan simbol. In Jesus' preaching and actions the kingdom clearly includes the social-economic-political substance of human relations as willed by God. Dalam khotbah Yesus dan tindakan kerajaan jelas meliputi substansi sosial-ekonomi-politik dari hubungan manusia seperti yang dikehendaki oleh Allah.
Yet the church has rarely understood the true nature of the kingdom of God as proclaimed by Jesus. Namun, gereja jarang memahami sifat sebenarnya dari Kerajaan Allah seperti dinyatakan oleh Yesus.
Cari Blog Ini
Kamis, 26 Agustus 2010
Blog / Visi dan Panggilan
Tutup Rating kamu telah ditambahkan.
Tutup Ada kesalahan dalam memberikan rating.
Kamis, 20 Agustus 2009 jam 01:12
VISI DAN PANGGILAN
( PARA NAVIGATOR )
A. PANGGILAN
Adalah misi atau tugas yang Allah mau kita lakukan dalam kehidupan kita.
Efes 4:1; supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu
2Pet 1:10; Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh.
MACAM –MACAM PANGGILAN
- Mark 3:13-14: Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
- 1Kor 1:1, Kisah 13:2; Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
- Gal 2:2, Kisah 13:1; Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi--dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang
- Kisah 16:10; Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.
- Gal 2:7; Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat
PANGGILAN NAVIGATOR
“ To advance the Gospel of Jesus and His Kingdom into the nations through spiritual generations of laborers living and discipling among the lost “
- To advance
Kita bertanggungjawab dan secara aktif melakukannya. Dan ini merupakan proses sepanjang hidup kita ( Filipi 1:12 )
- The Gospel of Jesus and His Kingdom
Yesus adalah merupakan tujuan utama kita. Kita memperluas pengertian Injil yang bukan terbatas pada pertobatan saja tetapi mencakup keseluruhan hidupnya. Kerajaan Allah tidaklah terbatas pada latar belakang gereja saja tetapi lebih luas dari pada itu.
- Into the nations
Komitmen kita bukanlah sekedar masuk kepada suatu bangsa, tetapi juga sampai kepada kaum mayoritas yang ada. Dan untuk mencapainya kita perlu menjadi insider ditengah bangsa tsb.
- Through spiritual generations of laborers
Kita masih menekankan pentingnya pelipatgandaan rohani, hanya kita sekarang menggunakan istilah yang lebih Alkitabiah. Hal ini kita harapkan terwujud melalui jaringan keluarga serta jaringan hubungan lainnya.
- Living and discipling among the lost
Kita harapkan semua pekerja-pekerja kita sedang terlibat dengan orang-orang yang terhilang didalam proses penginjilan maupun pemuridan.
Bagaimana implikasinya dalam konteks kita di Indonesia ?
B. VISI
DEFINISI
“ Adalah hal-hal yang kita inginkan terwujud didalam kaitan memenuhi panggilan Allah “
………………………
………………………
……………………..
DASARNYA
Berasal dari Allah
Yakobus 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang;
Contoh:
- Nehemiah
KEPENTINGANNYA
Bila tidak ada wahyu ( visi ), mejadi liarlah rakyat ( binasa ), Amsal 29:18
……………….
…………………..
……………….
………………..
VISI NAVIGATOR
Adanya suatu gerakan Injil, yang digerakkan oleh doa, yang mengalir melalui jaringan hubungan untuk mencapai bangsa-bangsa. Dimana saja, pekerja-pekerja Kristus selalu berada digaris depan
Yang menjadi ciri dari gerakan tsb adalah hati untuk jiwa-jiwa….suasana yang penuh kasih karunia…..hati yang berbelas kasihan untuk jiwa-jiwa yang hancur…. rela berkorban demi menjaga kesatuan…. menyesuaikan diri dan peka terhadap kebudayaan setempat….saling bergantung sebagai keluarga besar kerajaan Allah….pria dan wanita yang diubahkan….penuh dengan kerendahan hati dan aroma Kristus.
Mereka bertekad untuk taat kepada Firman Tuhan, percaya pada janji-janji Allah. Secara pribadi atau kelompok mereka selalu berusaha mencari kehendak Allah.
Munculnya pekerja-pekerja dan pemimpin-pemimpin yang semakin mengasihi Yesus. Mereka senantiasa mendemonstrasikan iman dan keberanian ditengah pergaulan mereka. Sebagai orang tua rohani mereka memberikan model yang otentik dan relevan.
Para kaum awam, dengan sukacita menghidupi kehidupannya dengan terintegrasi. Mereka hidup sebagai orang dalam ( insider ) yang mendatangkan berkat didalam lingkungannya yang terhilang. Tegar menghadapi penderitaan dan kesulitan hidup. Akan banyak orang awam yang percaya dari segala penjuru dunia. Selagi mereka diteguhkan dalam pemuridan beberapa dari mereka akan menjadi pondasi bagi generasi yad. Injil akan menyebar secara alamiah dan berkuasa, selagi mereka membagi Injil melalui kehidupan dan dari keluarga ke keluarga.
Terjadinya lintas budaya pada kota-kota dan bangsa-bangsa, ada team perintisan yang mobil dan dengan terencana menyebarkan Injil serta menghidupi Injil Kristus tsb sedemikian rupa sehingga mempengaruhi kelompok-kelompok yang ada utk hidup dan berkembang. Kelompok-kelompok social ini memancarkan sukacita dan pengharapan ditengah-tengah lingkungannya sehingga hubungan-hubungan dipulihkan dan keadilan semakin bertambah. Hati mereka dipenuhi dengan beban yang besar terhadap jiwa-jiwa yang terhilang selagi mereka memberitakan Injil ditengah kaum mayoritas di dunia ini.
Pemimpin-pemimpin dari gerakan ini, dikembangkan dan dilengkapi dalam pelayanan,bertumbuh terus dalam komitmen untuk menjadi sama seperti Kristus. Mereka selalu bergantung pada Rohkudus. Generasi pemimpin yang baru, muncul dan berakar dari dan dalam konteks nasional. Sedangkan kepemimpinan international hanya mengarahkan pada fokus, meluruskan dan memberi dorongan pada gerakan ini. Pemimpin-pemimpin tsb punya komitmen yang jelas terhadap pengaruh jangka panjang dari suatu generasi pelayanan.
STRATEGI 5 TAHUN UNTUK MENCAPAI VISI TSB ( DI INDONESIA )
( Komitmen terhadap visi Navigator )
Mengutus pekerja-pekerja di Indonesia dan Asia ( unreached )
Menghasilkan pekerja yang hidup berkontekstual, berani ambil langkah iman, memiliki komitmen dan berintegritas tinggi
Mengembangkan pekerja yang memiliki gaya hidup yang terintegritas dan melayani secara tim dan sinergi
Menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas pada tiap tingkat kepemimpinan
Meningkatkan kualitas proses pelipatgandaan pekerja ( regenerasi )
Meningkatkan rasa memiliki dan meluaskan dukungan terhadap pelayanan Navigator.
BAGAIMANA MENGHIDUPI VISI ( CIRI ORANG YANG MEMILIKI VISI )
• ATTITUDE
Orang yang punya visi akan mempunyai sikap yang positip dan optimis.
Apa alasannya ?
• BELIEF
Orang yang punya visi memiliki jaminan / pegangan dan keyakinan terhadap Allah, orang lain dan diri sendiri
• CAPACITY
Orang yang punya visi akan bersedia untuk menambah kapasitasnya untuk melakukan hal-hal yang lebih besar dari pada yang biasa ia dapat lakukan
• DETERMINATION
Orang yang punya visi akan punya ketetapan hati pada visi tsb dan berfokus pada Allah
• ENTHUSIASM
Orang yang punya visi akan punya perspektif yang penuh gairah bahwa Allah ada dipihak anda
Tutup Rating kamu telah ditambahkan.
Tutup Ada kesalahan dalam memberikan rating.
Kamis, 20 Agustus 2009 jam 01:12
VISI DAN PANGGILAN
( PARA NAVIGATOR )
A. PANGGILAN
Adalah misi atau tugas yang Allah mau kita lakukan dalam kehidupan kita.
Efes 4:1; supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu
2Pet 1:10; Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh.
MACAM –MACAM PANGGILAN
- Mark 3:13-14: Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
- 1Kor 1:1, Kisah 13:2; Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
- Gal 2:2, Kisah 13:1; Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi--dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang
- Kisah 16:10; Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.
- Gal 2:7; Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat
PANGGILAN NAVIGATOR
“ To advance the Gospel of Jesus and His Kingdom into the nations through spiritual generations of laborers living and discipling among the lost “
- To advance
Kita bertanggungjawab dan secara aktif melakukannya. Dan ini merupakan proses sepanjang hidup kita ( Filipi 1:12 )
- The Gospel of Jesus and His Kingdom
Yesus adalah merupakan tujuan utama kita. Kita memperluas pengertian Injil yang bukan terbatas pada pertobatan saja tetapi mencakup keseluruhan hidupnya. Kerajaan Allah tidaklah terbatas pada latar belakang gereja saja tetapi lebih luas dari pada itu.
- Into the nations
Komitmen kita bukanlah sekedar masuk kepada suatu bangsa, tetapi juga sampai kepada kaum mayoritas yang ada. Dan untuk mencapainya kita perlu menjadi insider ditengah bangsa tsb.
- Through spiritual generations of laborers
Kita masih menekankan pentingnya pelipatgandaan rohani, hanya kita sekarang menggunakan istilah yang lebih Alkitabiah. Hal ini kita harapkan terwujud melalui jaringan keluarga serta jaringan hubungan lainnya.
- Living and discipling among the lost
Kita harapkan semua pekerja-pekerja kita sedang terlibat dengan orang-orang yang terhilang didalam proses penginjilan maupun pemuridan.
Bagaimana implikasinya dalam konteks kita di Indonesia ?
B. VISI
DEFINISI
“ Adalah hal-hal yang kita inginkan terwujud didalam kaitan memenuhi panggilan Allah “
………………………
………………………
……………………..
DASARNYA
Berasal dari Allah
Yakobus 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang;
Contoh:
- Nehemiah
KEPENTINGANNYA
Bila tidak ada wahyu ( visi ), mejadi liarlah rakyat ( binasa ), Amsal 29:18
……………….
…………………..
……………….
………………..
VISI NAVIGATOR
Adanya suatu gerakan Injil, yang digerakkan oleh doa, yang mengalir melalui jaringan hubungan untuk mencapai bangsa-bangsa. Dimana saja, pekerja-pekerja Kristus selalu berada digaris depan
Yang menjadi ciri dari gerakan tsb adalah hati untuk jiwa-jiwa….suasana yang penuh kasih karunia…..hati yang berbelas kasihan untuk jiwa-jiwa yang hancur…. rela berkorban demi menjaga kesatuan…. menyesuaikan diri dan peka terhadap kebudayaan setempat….saling bergantung sebagai keluarga besar kerajaan Allah….pria dan wanita yang diubahkan….penuh dengan kerendahan hati dan aroma Kristus.
Mereka bertekad untuk taat kepada Firman Tuhan, percaya pada janji-janji Allah. Secara pribadi atau kelompok mereka selalu berusaha mencari kehendak Allah.
Munculnya pekerja-pekerja dan pemimpin-pemimpin yang semakin mengasihi Yesus. Mereka senantiasa mendemonstrasikan iman dan keberanian ditengah pergaulan mereka. Sebagai orang tua rohani mereka memberikan model yang otentik dan relevan.
Para kaum awam, dengan sukacita menghidupi kehidupannya dengan terintegrasi. Mereka hidup sebagai orang dalam ( insider ) yang mendatangkan berkat didalam lingkungannya yang terhilang. Tegar menghadapi penderitaan dan kesulitan hidup. Akan banyak orang awam yang percaya dari segala penjuru dunia. Selagi mereka diteguhkan dalam pemuridan beberapa dari mereka akan menjadi pondasi bagi generasi yad. Injil akan menyebar secara alamiah dan berkuasa, selagi mereka membagi Injil melalui kehidupan dan dari keluarga ke keluarga.
Terjadinya lintas budaya pada kota-kota dan bangsa-bangsa, ada team perintisan yang mobil dan dengan terencana menyebarkan Injil serta menghidupi Injil Kristus tsb sedemikian rupa sehingga mempengaruhi kelompok-kelompok yang ada utk hidup dan berkembang. Kelompok-kelompok social ini memancarkan sukacita dan pengharapan ditengah-tengah lingkungannya sehingga hubungan-hubungan dipulihkan dan keadilan semakin bertambah. Hati mereka dipenuhi dengan beban yang besar terhadap jiwa-jiwa yang terhilang selagi mereka memberitakan Injil ditengah kaum mayoritas di dunia ini.
Pemimpin-pemimpin dari gerakan ini, dikembangkan dan dilengkapi dalam pelayanan,bertumbuh terus dalam komitmen untuk menjadi sama seperti Kristus. Mereka selalu bergantung pada Rohkudus. Generasi pemimpin yang baru, muncul dan berakar dari dan dalam konteks nasional. Sedangkan kepemimpinan international hanya mengarahkan pada fokus, meluruskan dan memberi dorongan pada gerakan ini. Pemimpin-pemimpin tsb punya komitmen yang jelas terhadap pengaruh jangka panjang dari suatu generasi pelayanan.
STRATEGI 5 TAHUN UNTUK MENCAPAI VISI TSB ( DI INDONESIA )
( Komitmen terhadap visi Navigator )
Mengutus pekerja-pekerja di Indonesia dan Asia ( unreached )
Menghasilkan pekerja yang hidup berkontekstual, berani ambil langkah iman, memiliki komitmen dan berintegritas tinggi
Mengembangkan pekerja yang memiliki gaya hidup yang terintegritas dan melayani secara tim dan sinergi
Menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas pada tiap tingkat kepemimpinan
Meningkatkan kualitas proses pelipatgandaan pekerja ( regenerasi )
Meningkatkan rasa memiliki dan meluaskan dukungan terhadap pelayanan Navigator.
BAGAIMANA MENGHIDUPI VISI ( CIRI ORANG YANG MEMILIKI VISI )
• ATTITUDE
Orang yang punya visi akan mempunyai sikap yang positip dan optimis.
Apa alasannya ?
• BELIEF
Orang yang punya visi memiliki jaminan / pegangan dan keyakinan terhadap Allah, orang lain dan diri sendiri
• CAPACITY
Orang yang punya visi akan bersedia untuk menambah kapasitasnya untuk melakukan hal-hal yang lebih besar dari pada yang biasa ia dapat lakukan
• DETERMINATION
Orang yang punya visi akan punya ketetapan hati pada visi tsb dan berfokus pada Allah
• ENTHUSIASM
Orang yang punya visi akan punya perspektif yang penuh gairah bahwa Allah ada dipihak anda
Rabu, 25 Agustus 2010
Visi Kerajaan Allah 1- Apa pra-syarat dan hambatan-hambatan yang ada?
Matius 3:13- 4:17 - Khotbah oleh Pastor Eric Chang
"Menyalakan kembali Visi Kita"
Isi khotbah
Saya diminta panitia untuk mengkhotbahkan tema "Menyalakan kembali Visi kita." Sangatlah sulit untuk membahas tentang visi secara bermakna di belahan dunia barat ini karena pra-syarat yang diperlukan ternyata tidak tampak. Tak terlihat adanya visi yang dimaksudkan oleh Alkitab di sini. Kalau boleh, saya sebenarnya tidak mau lagi berkhotbah di wilayah Amerika Utara, atau di negara-negara barat. Khotbah saya memang sangat menyinggung perasaan orang. Apakah Anda merasakannya?
Sangat sulit untuk menyampaikan tentang visi jika ternyata pra-syarat bagi adanya visi itu masih belum terpenuhi. Apakah Anda memiliki syarat yang dibutuhkan? Saya rasa tidak. Nah, jika saya diundang untuk memberitakan Firman Allah di Timur Jauh, di China, di Indonesia, di Malaysia, saya bersedia, mengapa? Karena pra-syarat yang dibutuhkan ada di situ.
Kita tinggal di wilayah Amerika Utara di dalam segala kenyamanan dan kemewahan. Kita tinggal di tengah lingkungan yang begitu memanjakan kita. Inilah surga dunia. Anda tidak merasa membutuhkan surga yang di atas karena sudah mendapatkan surga yang di bumi ini. Jika Anda sakit di Kanada, pemerintah mengurusi semuanya. Namun jika Anda sakit di China, Anda tidak tahu harus pergi ke mana. Biaya kesehatan bisa mencapai $20.000 padahal pendapatan Anda cuma $400 sebulan. Anda tidak akan mendapatkan perawatan yang Anda butuhkan. Anda bisa mati karena tidak bisa membayar ongkos pengobatan. Di sini tidak ada masalah. Jika saya butuh pemeriksaan mata, maka dokter saya akan membekali saya dengan sehelai kertas untuk bisa mendatangi dokter spesialis mata, dan dokter spesialis mata yang terbaik akan memeriksa mata saya dan memberikan rawatan. Saya bahkan tidak perlu membayar. Sungguh sesuatu yang luar biasa.
Jika Anda beranjak tua, Anda bisa menikmati jaminan hari tua. Beberapa orang dari China, yang tidak pernah bekerja barang sehari pun di Kanada, tak pernah membayar satu sen pun uang pajak, namun bisa menikmati jaminan hari tua di sini. Negeri ini sungguh murah hati, sungguh hebat! Tak heran jika banyak orang ingin pindah ke sini. Inilah surga dunia! Anda tidak bisa mendapatkan yang lebih baik dari ini di tempat lain. Nah, apakah orang membutuhkan Allah jika negara telah menyediakan segalanya? Anda tidak butuh Allah. Visi tentang Allah yang seperti apa yang Anda butuhkan?
Tentu saja, Anda mungkin akan sedikit ketakutan jika suatu hari nanti waktu Anda di surga dunia ini habis. Hal ini mungkin akan menimbulkan sedikit kekhawatiran, dan karenanya, Anda perlu sedikit agama, cukup sedikit saja. Jangan tergila-gila dengan agama, satu dosis yang kecil sudah cukup. Setelah mendapatkan dosis kecil dari agama, Anda berpikir bahwa Anda telah mendapatkan segalanya. Dunia dan juga Allah telah Anda miliki. Siapa yang butuh visi?
Tema kita adalah "Menyalakan Kembali Visi". Visi tentang apa? Kekristenan bagi kita adalah menjatuhkan satu atau dua dolar di kotak persembahan. Jadi Anda telah memberi sesuatu kepada Allah dan pintu surga sudah terbuka lebar. Dan jika hal itu masih kurang cukup, lakukanlah sedikit aktivitas di gereja, mengunjungi beberapa orang, atau mungkin ikut bergabung di paduan suara.
Saya tidak mau menyia-yiakan waktu memberitakan Injil yang seperti ini. Saya tidak berurusan dengan Injil yang semacam ini. Jika memang hanya itu yang perlu disampaikan, berarti saya telah menyia-yiakan waktu saya. Dan begitu juga dengan ratusan rekan kerja kita lainnya, yang telah meninggalkan dunia dalam profesi mereka demi pemberitaan Injil, apakah mereka semua adalah idiot! Maaf jika saya menggunakan bahasa yang terlalu langsung. Mereka sudah gila! Untuk apa mereka mengerjakan ini semua? Mengapa mereka tidak langsung membangun negara sosialis, surga dunia ke manapun mereka pergi? Anda tidak butuh surga di atas; Anda sudah punya surga dunia.
Melakukan kehendak Allah bermula di baptisan
Khotbah hari ini berlandaskan pada bagian akhir dari Matius pasal 3. Bagian ini diawali dengan baptisan Yesus. Segala yang berkaitan dengan kehidupan rohani, diawali dengan baptisan. Baptisan adalah langkah awal bagi setiap orang dan hal yang sama berlaku pada Yesus juga.
Pada saat Yesus dibaptis, Yohanes Pembaptis berkata kepada-Nya, "Seharusnya bukan Engkau yang datang kepada-ku untuk dibaptis, melainkan akulah yang harus dibaptis oleh-Mu." Ucapan Yesus yang pertama kali tercatat, saat Dia memulai pelayanan-Nya, adalah, "Biarlah hal itu terjadi." Yaitu, "Baptislah Aku. Agar semuanya tergenapi." "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Apa maksudnya - menggenapkan kebenaran?
Dalam bahasa yang sederhana, Yesus sedang berkata kepada Yohanes Pembaptis, "Persoalannya bukan apakah Aku lebih superior daripada kamu. Tetapi yang penting adalah ini merupakan kehendak Allah. Marilah kita melakukan kehendak Allah, karena di dalam melakukan kehendak Allahlah kita menggenapi segala kebenaran."
Nah, inilah kunci dari khotbah saya selama dua hari ini. Khotbah yang pertama ini harus dipahami untuk memahami khotbah kedua (Visi Kerajaan Allah 2). Inti dari khotbah pertama adalah - kunci kepada visi rohani adalah melakukan kehendak Allah. Melakukan kehendak-Nya berarti kegenapan semua kebenaran. Tidak melakukan kehendak-Nya berarti tidak menggenapkan kebenaran.
Setelah Anda menikmati kehidupan yang nyaman di bumi, apakah selanjutnya Anda tinggal berangkat menuju surga? Anda keliru. Bukan begitu jalurnya. Tak seorang pun bisa masuk ke surga kecuali telah memenuhi syarat seperti yang telah digenapi oleh Yesus di dalam baptisan-Nya: "Aku akan menjalani baptisan karena itu adalah kehendak Allah." Tak masalah apakah Anda mengerti kenapa Dia harus dibaptis. Namun itu adalah kehendak Allah. Dan jawaban itu sudah cukup bagi kita.
Saya teringat pada salah satu rekan kuliah di Sekolah Alkitab. Suatu hari, dia datang kepada saya dan berkata, "Eric, kau tahu, aku telah menjadi Kristen cukup lama, akan tetapi aku belum dibaptis. Aku tidak tahu untuk apa aku dibaptis." Saya katakan padanya, "Yah, saya tidak akan menjelaskan makna baptisan kepadamu, tetapi saya mau bertanya, "Apakah baptisan itu diperintahkan oleh Allah?" Dia menjawab, "Ya." Dan saya bertanya lagi, "Apakah baptisan sejalan dengan kehendak Allah?" Dia menjawab, "Ya." Lalu saya tanyakan, "Alasan apa lagi yang kau butuhkan? Apakah engkau ingin melakukan kehendak Allah?" Dia menjawab, "Ya, itulah sebabnya aku masuk ke Sekolah Alkitab ini." Saya berkata, "Nah, engkau belum mengerjakan hal yang paling awal. Engkau belum dibaptis. Engkau belum menaati Allah di titik awal di mana kehidupan Kristen Anda seharusnya bermula." Lalu dia berkata, "Baiklah, aku akan menjalani baptisan."
Lalu dia menjalani baptisan. Saudara ini tahu rahasianya: kehidupan Kristen berarti dengan segenap hati, dengan penuh sukacita melakukan kehendak Allah. Langkah seterusnya adalah mengetahui apa yang menjadi kehendak-Nya. Anda tidak mungkin mengetahui semua kehendak-Nya tetapi Anda tahu satu hal yang dikatakan-Nya, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." Titik awalnya di sini.
Jadi, dengan cara itulah Yesus memulai: kegenapan akan kebenaran. Apakah Anda ingin melakukannya? Jika Anda tidak ingin menggenapkan kebenaran, lalu visi apa yang ingin Anda bicarakan? Tidak ada. Jika pra-syaratnya belum dipenuhi, tidaklah ada gunanya berbicara tentang visi. Dan pra-syarat yang pertama dan yang paling utama adalah kesediaan untuk melakukan kehendak Allah seberat apapun itu.
Coba perhatikan. Dia adalah siswa di Sekolah Alkitab. Dia telah menjadi seorang Kristen untuk waktu yang cukup lama, lalu mendadak dia berkata, "Aku ingin dibaptis." Dan semua orang akan berkata, "Kamu sudah masuk Sekolah Alkitab tetapi baru mau dibaptis sekarang? Bodoh sekali. Lebih baik kamu tidak usah bicara bahwa kamu belum dibaptis. Apakah kamu tidak malu dibaptis bersama orang-orang yang baru bertobat itu?"
Dia berkata, "Aku akan melakukannya. Tak masalah apakah itu memalukan atau tidak, izinkan aku dibaptis." Itulah kehendak Allah.
Pencobaan
Hal kedua adalah pencobaan yang terlihat di bagian pertama pasal 4. Di dalam naskah asli Alkitab, tidak ada pembagian pasal-pasal. Semua ditulis sambung-menyambung. Pembagian pasal-pasal sangatlah berguna namun seringkali, pembagian ini justru merusak keutuhan. Jadi, sebenarnya, tidak ada pemisahan antara baptisan Yesus dengan datangnya pencobaan; segera sesudah baptisan-Nya datanglah cobaan. (Pencobaan ini sangatlah penting maknanya, dan saya akan membahasnya secara khusus nanti).
Poin yang kedua adalah: ketika Anda ingin melakukan kehendak Allah, seperti yang Yesus lakukan, cobaan akan segera datang untuk menghentikan Anda di tengah jalan. Dan saya sudah sering melihat bagaimana Iblis menghentikan langkah orang yang mau melakukan kehendak Tuhan. Mereka dengan ragu-ragu berkata, "Ya, ku-rasa aku bersedia melakukan kehendak Allah." Dan dalam sekejap Iblis menyerang dan Anda mulai goyah, "Baiklah, aku menyerah. Itu tadi hanya sekadar pikiran yang terlintas sesaat. Maaf, aku tadi agak ceroboh. Itu terjadi karena ada orang lain yang mendorongku. Akhirnya aku malah membuat repot diri sendiri." Lalu Iblis akan tersenyum puas. Tetapi jika Anda berkeras berkata, "Aku akan melakukan kehendak Allah,". Maka Iblis akan mengeluarkan jurusnya, mencobai Anda dan berusaha menggeser arah tindakan Anda sedikit saja. Seperti pepatah Tionghoa mengatakan, "Jika Anda bergeser satu derajat dari arah tujuan Anda, maka Anda akan tiba di tempat yang berjarak seribu li dari tempat tujuan Anda." Demikianlah, Iblis tidak perlu mengubah arah tujuan Anda secara jauh-jauh, cukup sedikit saja dan Anda sudah kehilangan sasaran. Sudah cukup sering saya melihat cobaan seperti ini terjadi.
Dengan hati yang sedih saya mengingat seorang saudara yang saya temui ketika berkhotbah dalam perjalanan misi di Wales. Saya bertemu seorang anak muda Wales yang sangat baik. Ketika saya melihatnya, sama seperti ketika Tuhan melihat orang muda yang kaya, saya mengasihinya.
Anak muda ini berkata kepada saya, "Aku mau melayani Tuhan." Saya menyahut, "Benarkah?" Hati saya sungguh senang! Dia bertanya, "Ke mana aku harus pergi?" Saya katakan, "Nah, ada banyak Sekolah Alkitab di negeri ini." Dan dia berkata, "Bagaimana dengan tempatmu belajar sekarang?" Saya menjawab, "Bagus juga. Kamu bisa masuk ke tempat saya belajar sekarang." Saat itu saya masih kuliah di Sekolah Alkitab. Dan dia berkata akan mengajukan lamaran ke sekolah itu.
Dia mengambil formulir pendaftaran dan mengisinya. Dia sudah memutuskan untuk melayani Tuhan, dan tahukah Anda apa yang terjadi? Sungguh ajaib! Ketika dia sedang berjalan untuk memasukkan lamarannya ke bus surat, siapa yang dia temui di jalan? Pendeta di gerejanya. Dengan senang hati ia memberitahu pendetanya, "Saya mau memasukkan surat lamaran saya ke Sekolah Alkitab." Pendetanya kaget, "Apa? Apa kamu gila? Untuk apa kamu ke sekolah Alkitab."
Saudaraku, tidak semua pendeta merupakan hamba Allah. Dan orang muda yang malang ini tidak tahu perbedaannya. Pendeta ini termasuk dalam golongan "liberal" menurut istilah zaman itu, orang yang tidak memiliki kepercayaan apapun. Dan menjadi pendeta baginya adalah sebuah pekerjaan, sama seperti orang yang ingin menjadi pengacara, menjadi insinyur, dan orang ini senang menjadi pendeta. Malahan, beberapa teman sekelas saya di universitas saat ditanyai, "Mengapa kamu belajar teologi?" Jawab mereka, "Karena kami suka pekerjaan ini." Pekerjaan? Ini jawaban yang aneh. Mengapa ada orang yang demikian? Karena pekerjaan sebagai vicar di gereja Inggris adalah pekerjaan yang sangat terjamin. Dan sekalipun Anda tidak punya jemaat untuk diurus, tidak menjadi masalah, bahkan lebih bagus lagi karena Anda tidak perlu terlalu repot dan tetap mendapat bayaran. Demikianlah, makin sedikit jemaat makin bagus.
Demikianlah, pendeta di Wales ini termasuk orang yang bisa disebut sebagai 'pendeta profesional', dia menjadi pendeta bukan karena dia peduli pada Anda atau jiwa Anda tetapi karena menjadi pendeta adalah suatu mata pencaharian yang terjamin.
Si pendeta berkata kepadanya, "Jangan bodoh! Lanjutkan saja hidupmu yang sekarang ini. Buat apa masuk ke Sekolah Alkitab?" Lalu kawan ini membawa pulang lagi surat lamarannya dan tidak pernah mendaftar lagi. Belakangan, beberapa orang yang mengenalnya memberitahu saya bahwa kehidupannya selanjutnya sangatlah melarat. Teman yang masih menjalin kontak dengannya memberitahu saya bahwa kesehatannya sangat terpuruk, dia menghadapi gangguan mental dan berbagai macam kesulitan lainnya.
Poin pentingnya adalah pencobaan. Saat Anda mau melakukan kehendak Allah, Iblis akan datang untuk mencobai Anda. Apakah Anda pikir bahwa Iblis itu tidak nyata? Nah, selama Anda tidak melakukan kehendak Allah, Iblis senang jika Anda tidak tahu tentang dia. Dia tidak ada, benar? Dia senang jika Anda tidak percaya pada keberadaannya. Akan tetapi pada saat Anda melakukan kehendak Allah, percayalah, Anda akan tahu seberapa besar kekuatan dari cobaannya. Dia tidak sekadar menakut-nakuti Anda; dia bisa menawarkan yang terbaik dari dunia ini kepada Anda.
Pemberitaan tentang Kerajaan: Panggilan untuk bertobat
Hal ketiga. Inti dari khotbah Yesus di dalam Matius 4:17 adalah "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Nah 'bertobat' adalah kata yang sangat agamawi, dan saya tidak tertarik dengan segala sesuatu yang berbau keagamaan. Orang selalu terkejut mendengar saya tidak tertarik dengan hal agama padahal saya ini seorang pendeta. Namun agama bukan bagian dari hidup saya. Saya tertarik kepada Allah. Saya tertarik pada kebenaran. Agama penuh dengan tradisi, ide dan ajaran-ajaran buatan manusia. Kita mengikut Yesus. Kita percaya kepada Allah. Kita tidak berurusan dengan agama.
Apakah makna non-religius dari kata 'pertobatan'? Ada beberapa kata yang telah diambil-alih oleh agama dan telah menjadi klise yang sering kita dengar tetapi jarang kita ketahui apa artinya. Makna religiusnya mungkin berkaitan dengan perasaan menyesal akan dosa. Akan tetapi makna 'bertobat' lebih dari itu - maknanya adalah berbalik arah. Kata Yunaninya adalah metanoia, perubahan cara berpikir. Cara berpikir Anda mengalami perubahan yang revolusioner. Pertobatan membalikkan cara berpikir Anda.
Tidak ada revolusi buatan manusia yang lebih radikal daripada ajaran Yesus. Saya cukup lama menjalani hidup di bawah pemerintahan Komunis. Komunisme sama sekali tidak revolusioner dan tidak heran jika paham ini tidak dapat bertahan. Bagi seorang Kristen, paham ini terlalu dangkal. Apakah Anda ingin mengubah manusia? Membutuhkan jauh melebihi sekadar si siang gai zao atau "pola pikir revolusioner" yang sering dibicarakan oleh kaum Komunis.
Ajaran Yesus adalah revolusi pola pikir di tingkat yang paling mendasar - pembalikan sepenuhnya dari nilai-nilai manusia kepada nilai-nilai Allah, suatu hal yang mustahil bagi manusia. Itu sebabnya ideologi-ideologi Komunis ambruk. Komunisme ambruk dalam waktu yang sangat singkat; hanya bisa bertahan sekitar 50-an tahun. Sedangkan Injil terus berkembang sampai 2000 tahun sekalipun isinya benar-benar ekstrim dan radikal.
Tidak ada revolusi ciptaan manusia yang bisa mendekati jenis yang diajarkan oleh Yesus, akan tetapi karena sangat radikalnya, maka ajaran ini tidak menimbulkan rasa nyaman. Lalu gereja menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk membuatnya semakin kurang radikal. Ajaran Yesus sudah terlalu dijinakkan. Taringnya sudah dicabut. Pedangnya sudah ditumpulkan. Dan saya tidak mau memberitakan kekristenan semacam ini. Saya orang yang revolusioner karena Yesus adalah pribadi yang revolusioner. Tak seorang pun yang telah mengalami jamahan Yesus akan tetap seperti sedia kala. Dia akan menjadi orang yang berbeda. Jamahan Yesus akan membuatnya berubah total.
Ada kesaksian dari ayah saya tentang perubahan yang terjadi pada saya. Saya bukan seorang Kristen ketika kami berpisah, dan ketika dia bertemu dengan saya lagi, saya sudah menjadi orang Kristen, dan dia tidak mengerti apa yang telah terjadi. Revolusi terjadi di dalam diri dan saya telah berubah tanpa saya sendiri menyadarinya. Saya menghabiskan hanya beberapa hari dengannya dan dia segera menyadari bahwa anaknya ini sudah bukan orang yang dulu lagi.
Mengapa Yesus memberitakan pertobatan? Mengapa jalan pikiran kita perlu berubah sepenuhnya. Karena adanya Kerajaan Allah. Apakah Kerajaan itu? Apakah yang hendak dicapainya? Apakah arah tujuan Kerajaan Allah itu? Kerajaan adalah tema sentral dari Perjanjian Baru. Jika Anda tidak memahami makna Kerajaan, maka Anda tidak akan memahami arti kekristenan.
Panggilan bagi para murid
Setelah menyatakan Kerajaan, yaitu memberitakan kedaulatan Allah, maka datanglah panggilan bagi para murid. Dengan kata lain, Dia perlu melibatkan kita di dalam proyek tersebut dan di sanalah titik masuknya visi. Jika visi tersebut bisa diwariskan kepada kita, berarti kita telah mengikut Dia. Jika visi itu tidak tersalur kepada kita, berarti kita tetap di tempat kita semula. Ketika murid-murid generasi pertama menangkap visi itu, dunia langsung dinyalakan oleh visi itu, dan 2000 tahun kemudian, Injil terus berkembang. Sekalipun ada bagian gereja yang telah mati, tetapi masih ada bagian yang hidup dan berfungsi. Karena itulah saya masih ada di dalam pekerjaan ini.
Kuasa Kerajaan
Yang berikutnya adalah, saat kuasa Kerajaan mulai bekerja di dunia, murid-murid tinggal mengikuti. Bagaimana kita tahu Kekristenan bukan sekadar sebuah ideologi? Bukan sekadar suatu mitos saja? Kuasa Allah yang akan menunjukkan kepada Anda. Semua yang telah berjalan di dalam kehendak Allah telah mengalami kuasa dari Kerajaan Allah. Yang sakit disembuhkan, yang mati dibangkitkan dan setan-setan diusir. Hal-hal yang dipandang tidak masuk akal bagi ilmu pengetahuan modern. Tumor tidak lenyap ketika Anda berdoa, tetapi hal itulah yang saya alami, setidaknya dalam dua kali kesempatan, ketika saya berdoa - tumor tersebut lenyap begitu saja. Sinar X telah memastikan bahwa tumor tersebut memang ada. Setelah didoakan, rasa sakit yang mendera orang tersebut hilang, tumornya hilang Saya sudah menyampaikan berulang-ulang, bahwa saya bukanlah penyembuh. Akan tetapi jika Allah menghendaki saya untuk melakukan sesuatu, maka saya akan melakukannya dan kuasa Allah tidak pernah gagal.
Isi ajaran Kerajaan
Poin keenam yang akan saya sampaikan, dari pasal 5 sampai dengan pasal 7 adalah ajaran tentang Kerajaan. Yesus menggambarkan bagi kita orang-orang yang seperti apa yang berada di dalam Kerajaan itu. Tiga pasal ini melukiskan bagi kita kualitas kehidupan yang Dia kehendaki dari orang yang berkomitmen untuk menjalankan kehendak-Nya.
Pewujudan Kerajaan
Kemudian dimulai dari Matius pasal 8 sampai dengan pasal 28, diuraikan tentang perwujudan dari Kerajaan.
Demikianlah, pertama-tama kita melihat baptisan Yesus. Lalu, yang kedua adalah datangnya pencobaan. Dan ketiga, kita menemukan proklamasi, panggilan untuk bertobat. Keempat, panggilan kepada para murid. Kelima, karya kuasa Kerajaan yang sungguh ajaib. Akan tetapi jika yang ingin Anda lihat hanya tanda dan keajaiban, lupakan saja. Allah hadir bukan untuk menjadi entertainer. Kemudian, yang keenam adalah isi ajarannya, ajaran yang penuh kuasa dari Yesus. Jalanilah hidup Anda sesuai dengan ajaran tersebut dan lihatlah apa yang akan terjadi. Dan selanjutnya adalah pelaksanaan dari keenam hal itu, dijabarkan di dalam Matius pasal 8 sampai bagian akhir Injil Matius, yaitu pasal 28.
Demikianlah, Anda mendapatkan inti seluruh pelajaran dari dalam Injil Matius.
Mengerjakan kehendak Allah adalah pra-syarat bagi visi
Kembali pada bagian pencobaan, perhatikan tiga hal dari pencobaan Iblis terhadap Yesus. Ketiga hal ini menggambarkan bagaimana cara Iblis menjalankan siasatnya melawan kita. Sudah begitu banyak orang yang tumbang secara rohani karena mereka bukanlah tandingan bagi keahlian dan kecerdikan Iblis, dan juga karena jauh di dalam hati mereka, masih ada kesediaan untuk meresponi godaan setan.
Di pencobaan yang pertama Iblis mencobai Yesus dengan berkata, "Nah, Engkau sudah kelaparan setelah berpuasa 40 hari, perut-Mu sudah melilit. 40 hari! Ini tidak main-main." Kita tidak diberitahu apakah di dalam berpuasa itu Yesus minum atau tidak, akan tetapi berpuasa biasanya diartikan dengan tidak memakan makanan keras. Dan puasa Yesus adalah 40 hari, dan Dia sudah sangat lapar. Iblis melihat kesempatan di sana. "Engkau punya kuasa. Engkau punya kuasa untuk mendapatkan makanan karena Engkau adalah Anak Allah, bukankah begitu? Lihatlah batu-batu itu. Engkau adalah Pencipta, berfirmanlah kepada batu-batu itu dan Engkau bisa mengubahnya menjadi roti."
Yesus berkata, "Tidak, Aku tidak akan melakukannya." Dan Dia melanjutkan, "Manusia tidak hidup dari roti saja melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." Apa maksudnya? Apa yang keluar dari mulut Allah? Kehendak-Nya. Semuanya kembali kepada kehendak-Nya. Firman-Nya mengungkapkan kehendak-Nya dan kita hidup selalu didasari oleh kehendak-Nya.
Jika Allah berkata, "Ubahlah batu itu menjadi roti," maka Yesus akan melakukannya, tetapi hanya sesudah kehendak itu dinyatakan. Dan pada saat itu Allah tidak berkata kepada Yesus, "Engkau sekarang boleh mengubah batu itu menjadi roti." Jadi, karena tidak ada Firman yang datang untuk itu, maka batu tidak diubah menjadi roti. Kehendak Allah selalu! Itulah pra-syarat utama untuk memiliki visi. Komitmen-Nya bagi kehendak Bapa sedang diuji, Dia sangat lapar, akan tetapi Dia tidak akan melakukan sesuatu bagi kepentingan-Nya sendiri. Dia punya kuasa. Dia bisa saja bertindak tanpa persetujuan dari Bapa akan tetapi Dia berkata, "Aku tidak akan pernah melakukan apa pun kecuali yang Bapa ingin Aku lakukan." Begitulah cara hidup-Nya di sepanjang pelayanan-Nya di bumi.
Apakah kita hidup seperti itu? Tidak. Itu sebabnya Anda hidup tanpa visi. Yang paling ideal bagi kita adalah memanfaatkan bakat dan kuasa yang ada pada kita sesuka hati. Anda suka berdebat dan gemar berpikir. Lalu apa yang Anda kerjakan? Anda memanfaatkan bakat itu dan menjadi pengacara. Jika Anda gemar berhitung, Anda menjadi seorang insinyur. Anda gemar mempelajari tentang kesehatan. Maka Anda menjadi seorang dokter. Kita memakai bakat kita sesuka hati, dan adakah yang bertanya kepada Tuhan, "Engkau telah memberiku berbagai macam bakat, apakah Engkau ingin agar aku belajar tentang bidang ini? Apakah Engkau ingin agar aku melakukan hal itu?" Tidak, kita memutuskan sendiri apa yang akan kita kerjakan, bukankah begitu? Apakah tidak ada hal yang dikatakan oleh Allah kepada Anda? Mungkin Anda saja yang tidak mau mendengarkan. Saat saya menyimak, saya memang mendengar. Akan tetapi saya tidak mendengar jika saya tidak menyimak. Kita harus menyimak.
Hal-hal yang Menutupi Visi
Materialisme
Kebutuhan akan roti merupakan inti dari materialisme. Persoalan besar yang menghadang negara-negara maju adalah bahwa kita ini kelebihan roti, kita terlalu kenyang. Kita kenyang dengan materialisme. Mengapa orang-orang berpindah dari China ke Kanada? Karena dalam waktu singkat Anda bisa segera membeli rumah, mobil, dan segala barang mewah. Bagi kebanyakan orang di China, dibutuhkan masa kerja seumur hidup untuk bisa memperolehnya. Inilah surga materi. Dan menurut survei PBB selama bertahun-tahun, Kanada berada di tempat pertama negara kaya di dunia. Kita hidup di surga dunia. Dan saya sekarang sedang mencoba untuk memberitakan Kerajaan Allah kepada Anda? Tidakkah saya sedang membuang waktu? Iblis tidak perlu bersusah-payah untuk menggoda orang.
Semakin Anda mengejar dunia, semakin dunia menguasai Anda. Apakah Anda memahami prinsip itu? Ini bukanlah teori; ini adalah fakta yang sangat sederhana. Semakin Anda memiliki dunia, semakin besar kekayaan Anda - semakin dunia menguasai Anda. Dan tidak ada orang yang terikat dengan dunia yang memiliki visi. Orang yang terikat dengan dunia tidak ada urusan dengan visi. Membuang waktu saja berbicara tentang visi. Sudah tahukah Anda mengapa saya tidak berminat berkhotbah di negara-negara maju?
Karena materialisme. Apa itu dunia? Di dalam Alkitab, dunia sebenarnya adalah sistem di mana Iblis memegang kendali secara tersembunyi. Itulah rahasianya. Dengan kata lain, Iblis mengendali Anda tanpa sepengetahuan Anda. Dia menggunakan materialisme; dia memanfaatkan berbagai hal yang kita incar, dan Anda bahkan tidak tahu bahwa Anda sedang berada di dalam kendalinya. Ia berkerja tanpa sepengetahuan Anda. Sama seperti kanker. Mungkin sedang ada sel kanker yang aktif di dalam tubuh Anda tetapi Anda tidak mengetahuinya. Anda tidak punya petunjuk apa-apa. Ketika kanker itu ditemukan, seringkali sudah terlambat karena kanker bekerja secara tersembunyi.
Begitulah cara Iblis bekerja. Dia tidak mendatangi Anda secara terang-terangan. Anda tidak melihatnya. Dia tidak ingin Anda mengetahui keberadaannya. Dia bekerja secara diam-diam. Sangat mematikan, bukankah demikian? Itulah sifat dunia. Dunia adalah sistem pemikiran, sistem pemerintahan, sistem masyarakat di mana Iblis berusaha membuat Anda percaya bahwa Anda sedang mengerjakan apa yang memang Anda inginkan dan bahwa hal itu sangat bagus buat Anda. Iblis adalah psikolog yang hebat. Setiap orang yang mempelajari psikologi tahu akan pemikiran tersebut.
Cara untuk mendorong orang lain mengerjakan hal yang kita inginkan adalah dengan memberitahu dia betapa bermanfaatnya tindakan itu buat dia. Itu strategi yang dapat membawa Anda menjadi pucuk pimpinan perusahaan. Ini manajemen yang paling efektif. Anda tidak boleh berkata kepada anak buah Anda bahwa Anda ingin mereka mengerjakan sesuatu hal, tetapi katakanlah bahwa pekerjaan itu berkaitan dengan kepentingan utama mereka. Dan mereka akan berjuang habis-habisan bagi Anda. Tentu saja, Anda tidak akan berkata, "Itu demi saya," melainkan Anda akan berkata, "Itu demi kepentinganmu sendiri. Demi kebaikanmu."
Perhatikan hidup Anda dan lihatlah seberapa besar materialisme menjadi bagian dari hidup Anda. Berapa besar penghasilan Anda per bulan? Tidak cukup. Lalu Anda mengejar kenaikan penghasilan. Masih tidak cukup. Hal yang menarik dari materialisme adalah bahwa Anda tidak akan pernah puas. Tidak ada batasnya. Jika Anda memiliki $100.000 di bank, maka Anda ingin agar jumlahnya menjadi $500.000. Jika yang Anda miliki adalah $500.000, maka Anda ingin menjadikannya sejuta. Anda berkata, "Tidak, tidak. Saya akan puas dengan $100.000." Itu karena Anda belum memiliki yang $100.000 itu. Tunggu sampai Anda memiliki $100.000. Saat itu Anda akan berkata, "Hanya $100.000? Hidupku masih sekitar 50 tahunan lagi!" Jadi, Anda merasa butuh $500.000, dan Anda berkata, "Aku akan puas." Tetapi Anda sedang menipu diri Anda sendiri. Tunggu sampai Anda punya $500.000. Saya rasa Anda akan berkata, "Apa? Temanku sudah punya penghasilan $2 juta. Aku akan puas kalau penghasilanku dua juta juga." Sebenarnya Anda tidak akan pernah puas.
Begitulah cara kerja dunia - tersembunyi. Anda tidak sadar bahwa Anda sedang didesak terus oleh kekuatan tersembunyi dari keserakahan. Itulah yang terjadi. Tetapi Anda lebih suka memakai istilah 'jaminan hidup'. Istilah 'jaminan hidup' terdengar lebih menyenangkan daripada 'keserakahan'. Padahal yang terjadi adalah keserakahan. "Aku serakah? Oh, tidak sama sekali! Tetapi aku butuh jaminan hidup."
Agama
Hal kedua adalah dunia tidak menyingkirkan agama. Dunia memanfaatkan agama. Dunia mengeksploitasi segala sesuatu, termasuk agama. Agama punya kekuasaan yang luar biasa. Dan hal yang telah kita lakukan adalah memanfaatkan agama untuk kepentingan kita sendiri.
Para politikus di Amerika Utara semuanya adalah orang-orang Kristen. Tuan Bush adalah seorang Kristen. Semua calon kepresidenan adalah orang beragama. Jika Anda bukan orang Kristen sangat kecil peluangnya untuk mendapatkan suara dari kalangan Kristen. Kekristenan sebagai suatu sistem keagamaan, memiliki kekuasaan yang sangat besar di Amerika Utara, dan khususnya di Amerika Serikat. Kekristenan sebagai suatu sistem bisa menjatuhkan atau menaikkan Anda. Tanpa suara dari mereka, Anda sama sekali tidak berpeluang untuk menang pemilu.
Di Matius 4:5 Iblis membawa Yesus ke kota kudus, ke tempat tertinggi dari Bait Allah dan mengatakan bahwa mungkin Yesus bisa menunjukkan kuasa-Nya dengan cara yang lain. Jika Yesus mengubah batu menjadi roti, tak ada yang akan melihatnya. Tetapi jika Yesus pergi ke Bait Allah yang dipenuhi oleh banyak orang dan jatuh dari tempat tertinggi, tentu peristiwa ini akan menimbulkan kegemparan. Superman hanyalah fiksi tetapi orang-orang buat pertama kali akan melihat manusia terbang. Iblis memahami isi Alkitab jauh lebih baik ketimbang kebanyakan orang Kristen, dia mengutip satu janji dari Alkitab, "Jika Engkau meloncat turun dari pucuk Bait Allah, Allah telah berjanji bahwa Dia akan memerintahkan para malaikat-Nya untuk melindungi Engkau sehingga ketika Engkau turun ke tanah, bahkan kaki-Mu tidak akan terantuk pada batu. Dengan demikian kemuliaan akan dinyatakan!"
Pernahkah Anda melihat buku-buku atau kartu-kartu yang mengumbar janji-janji Allah? Hal ini benar-benar membuat saya merasa ngeri. Mengingatkan saya pada janji-janji yang pernah dikutip oleh Iblis. Janganlah membeli buku-buku atau kartu-kartu yang berbicara tentang janji-janji tersebut, karena janji-janji tersebut belum tentu untuk Anda. Jika Anda berkomitmen sepenuhnya untuk melakukan kehendak Allah, maka setiap janji Allah itu buat Anda; kalau tidak, maka janji-janji tersebut bukan buat Anda. Akan tetapi sekalipun janji-janji tersebut memang tersedia buat Anda, bisa saja janji tersebut tidak berlaku bagi Anda di saat itu.
Nah, jika janji-janji itu berlaku bagi semua orang, tentunya juga akan berlaku bagi Yesus. Dia adalah Pribadi yang memiliki komitmen untuk melakukan semua kehendak Allah dan Iblis itu cerdik. Dia tahu bahwa Yesus bisa memanfaatkan janji tersebut karena Yesus adalah Pribadi yang taat sepenuhnya. Akan tetapi sebuah janji yang bersifat umum tidak harus berlaku di dalam sebuah peristiwa khusus. Anda harus mendapatkan persetujuan dari Tuhan. Karena sekalipun janji ini memang bisa diterapkan pada situasi yang Anda hadapi tapi bisa jadi itu bukan kehendak Tuhan bagi Anda pada waktu itu. Setiap orang Kristen yang sejati harus selalu berhubungan dengan Allah.
Ini adalah bagian yang sangat sulit. Saya tahu apa yang Tuhan mau saya kerjakan - apa yang boleh dan yang tidak boleh saya kerjakan untuk tetap bisa berada di dalam kehendak-Nya. Sebab Allah itu nyata, maka saya bisa tahu apa yang menjadi kehendak-Nya. Jika Dia itu tidak nyata, maka tidak ada kehendak yang harus diketahui. Apakah ini logis? Tentu saja. Apakah Anda ingin mengenal Allah. Temuilah Dia. Jika Anda tidak mengenal Dia, jelas Anda tidak mau menjalankan kehendak-Nya. Karena Anda tidak tahu pasti apa yang menjadi kehendak-Nya.
Yang mana yang harus terjadi dahulu? Mengenal-Nya baru menjalankan kehendak-Nya? Atau bersiap melakukan kehendak-Nya dan berkata, "Jika Engkau memang nyata, aku akan melakukan kehendak-Mu." Akan tetapi Anda tetap harus melakukan kehendak-Nya karena Dia adalah Pencipta. Kita tidak berhak menetapkan persyaratan buat Dia. Persyaratan yang telah Dia tetapkan itu berlaku bagi semua ciptaan-Nya. Kita tidak perlu menunggu sampai dilahirkan kembali atau setelah menjadi Kristen. Sebagai ciptaan-Nya, kita wajib melakukan kehendak-Nya.
Diawali dengan kita yang melakukan kehendak-Nya dan setelah itu baru Dia menyatakan diri-Nya kepada kita. "Setiap orang yang kehendaknya adalah melakukan kehendak Allah, dia akan tahu apakah pengajaran ini berasal dari Allah atau tidak." Begitulah cara kerjanya. Jika Anda memenuhi pra-syarat yaitu melakukan kehendak-Nya, maka Anda akan memiliki visi. Semakin Anda melakukan kehendak-Nya, semakin Anda menyadari bahwa Dia itu nyata. Semakin Dia itu nyata bagi Anda, semakin Anda berniat melaksanakan kehendak-Nya. Demikianlah siklus itu berlangsung. Semakin Anda menjalankan kehendak-Nya, semakin Anda mengalami realitas-Nya.
Hanya sebagian kecil saja dari kesaksian saya yang dimasukkan ke dalam buku "Bagaimana Aku Mengenal Allah". Buku itu menggambarkan komitmen saya yang konstan untuk melaksanakan kehendak Allah. Semakin Anda menjalankan kehendak-Nya, semakin Anda mengalami Dia. Semakin Anda mengalami Dia, semakin kuat komitmen Anda untuk menjalankan kehendak-Nya dan hal itu berputar terus dengan intensitas yang semakin tinggi. Visi itu menjadi semakin tajam, jelas dan kuat. Akan tetapi pra-syaratnya, saya tekankan sekali lagi, harus terpenuhi. Jika Anda berkata, "Aku siap, ya Allah, untuk melakukan kehendak-Mu," seperti yang dikatakan oleh Yesus di dalam Ibrani 10:7, "Aku datang untuk melakukan kehendakMu."
Begitulah, orang sekarang mencari keuntungan dari agama, memanfaatkan janji-janji Allah, memanfaatkan janji-janji yang bahkan tidak berlaku bagi orang tersebut. Akhirnya kita mendapatkan kekristenan yang hanya menginginkan janji-janji tersebut tanpa mengindahkan syarat-syaratnya. Kekristenan telah dikorup. Tentu saja gereja tidak suka saya berkata seperti itu.
Demokrasi
Kita sudah melihat betapa materialisme telah menutupi visi. Kita telah melihat betapa agama, yaitu kekristenan yang telah dikorup, menutupi visi. Sekarang mari kita masuk pada poin ketiga mengenai hambatan yang menutupi visi.
Apakah pencobaan ketiga yang dihadapi oleh Yesus? Di dalam Matius 4:8-9 kita baca, "Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: 'Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.'" Dengan kata lain, Iblis berkata kepada Yesus, "Beri aku sedikit kehormatan, beri aku muka, maka aku akan menyerahkan pada-Mu semua kerajaan ini." Apakah dia sedang membual? Tidak. Iblis adalah dasar dari semua kekuasaan duniawi. Akan tetapi penguasa-penguasa duniawi tentu saja tidak mengakui atau mempercayainya. Apa artinya? Jika kita tak bisa sukses dengan memakai materialisme, dengan memanfaatkan agama dan dengan usaha dan bakat kita sendiri, jika Anda sudah cukup putus asa, cukup dengan memberi sedikit kehormatan kepada Iblis, maka dia akan memberi apa yang Anda inginkan. Dan saya telah menyaksikan hal-hal yang mengerikan seperti itu. Iblis tidak sedang membual.
Namun ada kuasa yang jauh lebih besar daripada kuasa Iblis, yaitu kuasa Allah sendiri. Bodoh sekali orang yang berpaling kepada Iblis. Di Amerika Utara, Satanisme, di dalam bentuknya yang paling rahasia, sedang menyebar luas. Ada spiritisme. Ada Gerakan New Age. Dan banyak lagi yang lainnya. Iblis berkata, "Cukup beri aku sedikit kehormatan dan aku akan memberimu segala yang kau mau. Aku punya kuasa untuk melakukannya." Dan memang dia punya kuasa itu. Memiliki kerajaan-kerajaan duniawi berarti memiliki kuasa; memiliki kendali; memiliki kemampuan untuk melakukan apa yang Anda kehendaki.
Saya ingin berkata sesuatu yang akan sangat menyinggung hati di dunia Barat. Saya memang bukan pengkhotbah populer. Saya hanya ingin menyatakan kebenaran dan saya senang jika ada orang-orang yang tidak setuju dengan saya. Masalahnya adalah bahwa ini merupakan Firman Allah.
Apa arti Kerajaan Allah? Kata 'Kerajaan' memang kata yang kuno. Mestinya terjemahan yang bagus adalah kedaulatan Allah atau pemerintahan Allah di atas umat manusia. Kata 'kedaulatan,' juga merupakan kata kuno. Kedua kata ini memang jarang dipakai di zaman modern ini. 'Kerajaan Allah' berarti kuasa Allah berdaulat di dunia dan di dalam hidup Anda. Akan tetapi kata apa yang paling banyak didengar di negara-negara maju sekarang ini? Kata 'demokrasi'. Kata ini sudah menjadi slogan di mana-mana, "Kami ingin demokrasi."
Maafkan saya. Demokrasi tidak ada di dalam Alkitab. Apakah ini menggoncang hati Anda? Demokrasi berasal dari kata Yunani. Bagian yang pertama, 'demo', berarti rakyat atau orang banyak atau kerumunan. Dan 'krasi' berarti kekuasaan - kratos, yaitu kata Yunani untuk istilah kekuasaan. Sekarang ini, menyampaikan hal yang menentang demokrasi bisa dipandang sama seperti orang sesat. Sejauh itulah kekuasaan politik zaman sekarang.
Namun, di dalam Alkitab hanya ada Theokrasi. Yaitu kekuasaan Allah - theos, kata Allah dalam bahasa Yunani, dan kratos - kekuasaan; lengkapnya kekuasaan Allah. Alkitab hanya mengenal kekuasaan Allah. Kekuasaan lain tidak dikenal. Saya berkhotbah di lingkungan yang sangat menentang theokrasi - bukan dalam kata-kata melainkan dalam tindakan. Semakin kita menekankan pada kekuasaan rakyat, semakin kecil penekanan kita pada realitas theokrasi, Kerajaan Allah di dunia. Anda punya pilihan apakah akan ikut mendukung kekuasaan manusia sebagai kekuasaan tertinggi di bumi, hal yang sudah terjadi, atau hidup di bawah kekuasaan Allah.
Di zaman dulu, ketika masih banyak raja-raja, mereka dengan rendah hati berkata bahwa kekuasaan mereka berasal dari Tuhan. Dalam ilmu politik dikenal dengan istilah "hak ilahi dari raja-raja." Artinya, mereka mengaku sebagai anak Allah, atau mendapatkan kekuasaan itu dari langit, dan mereka memanfaatkan agama sebagai alat untuk menekan rakyatnya. Jadi di dalam pemerintahan para raja, kita juga tidak mengalami kondisi yang lebih baik. Nah, jika saya harus memilih di antara berbagai sistem pemerintahan yang dikembangkan oleh manusia, secara umum, saya akan memilih demokrasi sebagai suatu sistem yang lebih berimbang dibandingkan dengan sistem pemerintahan para raja.
Di dalam sejarah China hanya ada beberapa kaisar yang mengutamakan kepentingan rakyat. Sistem kekaisaran jelas bukanlah sistem yang baik. Jadi manusia, karena telah menolak Allah sebagai Raja mereka, berada dalam keadaan tanpa sarana pemerintahan. Manusia harus memilih antara raja atau presiden atau perdana menteri. Dan jika tidak memilih salah satunya, manusia mungkin akan jatuh ke dalam penguasa totaliter seperti kaum komunis. Semuanya jelas tidak bagus. Namun kita terpaku pada pilihan ini saja, mengapa? Karena umat manusia secara umum tak pernah mau menerima Allah sebagai Raja atas mereka. Kita tidak menghendaki Allah sebagai Raja kita.
Pada mulanya, Israel adalah negara theokratis. Allah memerintah Israel melalui wakil-Nya, Musa. Semua yang dikerjakan oleh Musa adalah kehendak Allah. Jika Anda tidak punya orang semacam Musa ini, tentu saja Anda tidak akan bisa menjalankan theokrasi. Bangsa Israel sendiri akhirnya mau menyamakan diri dengan bangsa-bangsa lain. Bangsa-bangsa lain memiliki raja dengan segenap kemegahannya, termasuk kemegahan upacara dan pesta-pestanya. Sedangkan Musa, si hamba Allah, selalu dalam keadaan rendah hari dan lemah lembut. Dia tidak mengendarai kereta perang yang diiringi oleh segenap barisan tempur dan sebagainya. Tidak ada hal-hal yang semacam itu. Mereka memiliki manusia Allah, tetapi tanpa kemeriahan dan kemuliaan. Mereka mendapatkan keadilan dan kebenaran, tetapi tanpa hiasan duniawi. Sehingga pada akhirnya bangsa Israel tidak lagi menghendaki theokrasi. Mereka ingin menyingkirkannya; mereka ingin punya raja sama seperti bangsa-bangsa lain.
Itulah yang terjadi pada bangsa Israel. Pada akhirnya, mereka mendapatkan apa yang mereka mau. Mereka memiliki raja yang bertingkah seperti raja bangsa-bangsa lain. Akhirnya, Allah disingkirkan, theokrasi digusur semakin jauh dan Israel musnah sebagai bangsa. Lenyap! Habis! Dan jika Allah tidak bermurah hati kepada mereka serta membangkitkan mereka dari kubur setelah lebih dari 2000 tahun, tentu tidak akan ada negara Israel. Apakah mereka sekarang menyembah Allah di Israel? Tidak. Apakah mereka sekarang mengasihi Allah seperti pada zaman Musa? Tidak.
Mengapa kita menginginkan demokrasi? Karena demokrasi memberi kita kuasa. Saya tidak bermaksud untuk menyerang demokrasi sebagai sebuah sistem. Memang tidak ada sistem yang lebih baik dari demokrasi setelah kita menolak theokrasi. Dan sekarang, demokrasi sudah menjadi ideologi yang sering dipaksakan ke atas orang lain, seperti Tuan Bush memaksakan demokrasi ke semua negara di dunia.
'Demokrasi' bukanlah barang baru; bukan suatu temuan baru. Setiap orang yang tahu sedikit tentang sejarah akan tahu bahwa negara Athena, misalnya, adalah salah satu negara demokratik yang pertama di dunia. Athena adalah negara kota (city state), suatu negara yang kecil dan demokrasi berfungsi dengan baik di negara yang kecil. Semakin besar negara itu, semakin rumit mekanisme yang harus dikembangkan untuk mendapatkan sistem yang bekerja dengan adil.
Omong-omong, demokrasi itu indah jika ekonomi negaranya makmur. Sebagai contoh, saya cukup sering pergi ke Filipina. Filipina negara demokrasi yang sangat miskin. Dan terus terang saja, apa gunanya Anda memiliki kebebasan memilih jika Anda tidak punya cukup makanan? Dan ketika Anda jatuh sakit tidak ada orang yang merawat Anda? Anda tidak punya cukup uang untuk berobat ke rumah sakit. Anda boleh memiliki demokrasi, tetapi apa yang bisa Anda kerjakan dengan demokrasi itu jika Anda tidak punya uang untuk makan dan membiayai kesehatan dan pendidikan?
Demokrasi memberi kuasa kepada rakyat
Demokrasi memberi rakyat kuasa. Mereka bisa menendang Anda dari kursi jabatan jika Anda tidak mengerjakan apa yang mereka kehendaki. Jika Anda orang Amerika, Anda tahu bahwa Anda bisa menggusur Bush dari jabatan dalam pemilu. Yah, Anda memang cuma salah satu orang dari sekian banyak rakyat, akan tetapi suara Anda mungkin bisa ikut menentukan. Bagaimana pun juga, Anda tahu bahwa Bush memenangkan suara di Florida dengan selisih hanya sekitar 300-an suara. Jadi Anda memang punya kuasa. Dan itulah masalahnya.
Persoalannya adalah masalah psikologi, rasa hormat pada kekuasaan menyusut. Kekuasaan tidak lagi dihormati. Pernahkah Anda mendengar cara orang berbicara dengan para pemimpin di negara-negara demokratis? Wah! Mereka bisa menggilas, menguji, menentang, bahkan memotong pembicaraannya. Anda mungkin tidak pernah bermimpi untuk memperlakukan orang tanpa hormat seperti itu. Hanya anggota partai mereka sendiri yang menghormatinya. Anggota partai lain akan menjulukinya dengan berbagai sebutan. Tak ada rasa hormat pada kekuasaan. Itulah yang terjadi. Dengan demikian, secara berangsur-angsur, kita tidak lagi menghormati segala bentuk kekuasaan karena kekuasaan ada di tangan kita. Kita sebagai rakyat pemegang kuasa. Tanpa disadari kita membawa mentalitas ini ke dalam hubungan kita dengan Allah. Sungguh mengerikan!
Baru dua hari yang lalu, saya menonton program sejarah, kebetulan saya mendengar satu komentar yang membuat saya tercekat. Orang itu berkata bahwa Allah dan Musa sama-sama saling menghormati. Apakah kalimat ini bermasalah bagi Anda? Mungkin tidak. "Allah dan Musa saling menghormati"? Sedang bicara apa kita ini? Mengatakan bahwa Allah dan Musa dalam pengertian umum saling menghormati? Bagi yang sudah melayani Tuhan dan mengetahui kemuliaan Allah tentu gemetar; kalimat tersebut membuat saya sangat mual! Siapa yang sedang Anda bicarakan?
Saya pikir jika Musa mendengar kalimat tersebut, mungkin dia akan jatuh tersungkur dan berkata, "Kiranya Tuhan mengampuni!" Dengan mengatakan bahwa Allah dan Musa saling menghormati itu sama artinya dengan membicarakan tentang kesejajaran! Alkitab berkata, "Apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya?" Apakah manusia itu? Tampaknya kita sudah kehilangan pemahaman yang satu ini.
Kita tumbuh di lingkungan demokrasi dan kita sudah terbiasa dengan kekuasaan rakyat. Mungkin Anda sedang mengamati wakil dari daerah Anda, dan jika Anda tidak suka apa yang dia kerjakan, maka Anda akan mengirimnya surat yang mengecamnya habis-habisan. Dan jika dia masih melanjutkan apa yang sedang dikerjakannya, maka dalam pemilu berikutnya Anda tidak memilih dia lagi. Anda menjadi terbiasa menjalankan kekuasaan. Inilah maksudnya. Anda mungkin juga berpikir bahwa Anda punya hak suara yang akan menendang Allah keluar dari kekuasaan-Nya jika Anda mau. Anda menjadi begitu terbiasa dengan kekuasaan. Konsep tentang takut akan Allah adalah sesuatu yang asing. Takut akan Allah sudah tidak terlihat lagi di gereja-gereja di sini. Saya tidak melihat orang yang takut akan Allah.
"Beri tepuk tangan untuk Yesus!" Plok, plok, plok. Beri tepuk tangan untuk Yesus? Siapa Dia itu? Seorang aktor? Menurut kita, siapa Dia itu? Tetapi mereka tidak melihat ada yang salah dengan itu. Mungkin justru saya yang salah. Saya satu-satunya orang gila di sini. Saya takut akan Allah - takut dalam pengertian hormat karena saya tahu kuasa-Nya. Saya tahu siapa Dia. Apakah orang-orang ini tahu siapa Dia? Beri tepuk tangan untuk Yesus? Sedang bicara apa kita ini? Baiklah, mungkin kita menempatkan-Nya di tingkat yang sama seperti seorang presiden. Saat presiden memasuki ruangan, kita beri dia tepuk tangan.
Pra-syarat bagi adanya visi yang berasal dari hormat dan takut akan Allah sudah tidak ada. Entah Anda tidak percaya pada keberadaan Allah, atau jika Anda percaya, mungkin Anda pikir Dia butuh suara Anda sama seperti Presiden Bush atau presiden yang lainnya. Maksud saya, jika Anda tidak memberi Dia suara, maka Allah harus keluar dari gelanggang. Dia membutuhkan Anda! Dia bisa bertahan dalam jabatan-Nya, itu semua berkat Anda, bukankah begitu? Apakah saya salah?
Saya harap Anda sekarang bisa memahami mengapa kita tidak bisa memiliki visi. Kita tidak bisa memiliki visi karena prasyarat yang dibutuhkan tidak muncul. Dunia sudah mencengkeram kita dengan sangat licik, sangat tersembunyi sehingga orang Kristen bahkan tidak menyadarinya. Ideal-ideal yang membentuk pikiran kita sejak masa muda kita. Ideal dari demokrasi yang memberi kita kuasa adalah ideal dari materialisme yang menawarkan kenyamanan dan kemudahan.
Izinkan saya menutup dengan ini. Ketika saya keluar dari China yang sedang dilanda penderitaan dan kelaparan, saya pergi ke Swiss. Saya tinggal di Swiss buat beberapa waktu karena ibu saya menjalani perawatan penyakit TBC di sanatorium di pergunungan. Satu paru-parunya dibuang. Swiss adalah negara demokrasi yang bisa dikatakan paling murni, jauh lebih murni daripada yang ada di Amerika Serikat. Apa maksud saya? Tak ada keputusan penting di Swiss yang bisa diambil tanpa melalui referendum, bukannya pemilu biasa.
Demokrasi yang sekarang ini bukanlah demokrasi yang sejati. Sebagai contoh, jika Presiden Bush ingin berperang dengan Irak, tak ada hal yang bisa dilakukan oleh rakyat Amerika untuk mencegahnya karena dia adalah panglima tertinggi. Dia melibatkan bangsanya untuk berperang bahkan sekalipun sebagian besar rakyat tidak setuju. Itulah demokrasi sekarang ini. Dan di Spanyol, mayoritas menentang keterlibatan Spanyol di dalam perang Irak, namun tak ada pengaruhnya. Pemerintah yang terpilih secara demokratis, tetap saja membawa bangsanya ke dalam perang. Tentu saja, pemerintahan yang memutuskan untuk terlibat dalam perang ini kemudian kalah dalam pemilu berikutnya. Sebuah negara demokratis secara terang-terangan bertindak melawan kehendak rakyat karena konstitusi mengijinkan mereka berbuat demikian. Hal yang sama juga terjadi di Itali, dan di negara-negara Eropa lainnya. Rakyat tidak menginginkan perang, akan tetapi pemerintah membawa mereka masuk ke dalam perang. Itulah hal yang dikerjakan oleh pemerintah yang terpilih secara demokratis.
Dan jangan pernah lupa bahwa tiran yang terburuk, diktator yang paling kejam memperoleh jalan menuju kekuasaan melalui demokrasi. Anda tahu siapa dia? Hitler. Hitler terpilih secara demokratis. Demokrasilah yang membawa partai Nazi kepada kekuasaan, ini menunjukkan betapa rawannya demokrasi. Demokrasi yang akhirnya mengakibatkan kematian jutaan orang dalam perang besar. Rusia kehilangan 20 jutaan rakyatnya dan di seluruh Eropa, sekitar 40 jutaan jiwa melayang karena demokrasi telah memilih satu orang ini ke kursi kekuasaan. Tak ada orang yang bisa membantah hal itu. Ini adalah fakta sejarah. Itulah hal yang bisa dilakukan oleh demokrasi.
Namun ketika berada di Swiss, saya menyaksikan demokrasi yang sejati. Swiss adalah negeri yang indah. Jika Anda ingin menyingkirkan theokrasi dan memakai demokrasi, inilah contoh terbaik yang Anda miliki. Anda tidak akan pernah harus menerima keputusan yang tidak Anda kehendaki tetapi hendak dipaksakan oleh pemerintah yang telah Anda pilih secara demokratis. Rakyatlah yang menentukan tindakan apa yang perlu diambil secara politis. Swiss adalah salah satu surga dunia.
Paman saya tinggal di Swiss. Saya melihat di dalam kehidupannya hal yang terbaik yang bisa ditawarkan oleh dunia. Paman saya adalah seorang manajer penjualan yang sukses dan di usianya yang ke-50, dia pensiun sebagai orang yang sangat kaya. Dia merasa sudah saatnya pensiun. Katanya, "Baiklah, sudah cukup banyak uang yang aku kumpulkan. Aku akan berhenti di titik di mana aku masih cukup muda dan kuat untuk menikmati hidup ini." dia sangat sehat dan kuat. Sekarang usianya 90 tahun tetapi masih juga sangat sehat dan kuat. Dia sudah menikmati hidup ini sampai sekitar 40 tahun. Tidakkah Anda menginginkan hal itu? Anda sudah memiliki uang yang Anda inginkan. Anda bisa membeli apapun yang Anda mau, pergi ke mana saja, melakukan apa saja karena kesehatan Anda memungkinkan untuk itu dan uang Anda juga memungkinkannya. Oh, sungguh hidup yang indah! Namun paman saya yang terkasih itu tidak pernah punya selera terhadap perkara rohani. Dia punya agama dan itu sudah cukup buatnya. Dia ada kalanya akan ke misa. Ia memberi takaran secukupnya buat agama. Kejarlah dunia dan hadirilah ibadah di gereja dari waktu ke waktu. Begitulah caranya. Anda tidak butuh visi apapun. Akan tetapi, tanpa visi umat mati. Secara rohani, Anda tidak punya apa-apa!
SELESAI
Matius 3:13- 4:17 - Khotbah oleh Pastor Eric Chang
"Menyalakan kembali Visi Kita"
Isi khotbah
Saya diminta panitia untuk mengkhotbahkan tema "Menyalakan kembali Visi kita." Sangatlah sulit untuk membahas tentang visi secara bermakna di belahan dunia barat ini karena pra-syarat yang diperlukan ternyata tidak tampak. Tak terlihat adanya visi yang dimaksudkan oleh Alkitab di sini. Kalau boleh, saya sebenarnya tidak mau lagi berkhotbah di wilayah Amerika Utara, atau di negara-negara barat. Khotbah saya memang sangat menyinggung perasaan orang. Apakah Anda merasakannya?
Sangat sulit untuk menyampaikan tentang visi jika ternyata pra-syarat bagi adanya visi itu masih belum terpenuhi. Apakah Anda memiliki syarat yang dibutuhkan? Saya rasa tidak. Nah, jika saya diundang untuk memberitakan Firman Allah di Timur Jauh, di China, di Indonesia, di Malaysia, saya bersedia, mengapa? Karena pra-syarat yang dibutuhkan ada di situ.
Kita tinggal di wilayah Amerika Utara di dalam segala kenyamanan dan kemewahan. Kita tinggal di tengah lingkungan yang begitu memanjakan kita. Inilah surga dunia. Anda tidak merasa membutuhkan surga yang di atas karena sudah mendapatkan surga yang di bumi ini. Jika Anda sakit di Kanada, pemerintah mengurusi semuanya. Namun jika Anda sakit di China, Anda tidak tahu harus pergi ke mana. Biaya kesehatan bisa mencapai $20.000 padahal pendapatan Anda cuma $400 sebulan. Anda tidak akan mendapatkan perawatan yang Anda butuhkan. Anda bisa mati karena tidak bisa membayar ongkos pengobatan. Di sini tidak ada masalah. Jika saya butuh pemeriksaan mata, maka dokter saya akan membekali saya dengan sehelai kertas untuk bisa mendatangi dokter spesialis mata, dan dokter spesialis mata yang terbaik akan memeriksa mata saya dan memberikan rawatan. Saya bahkan tidak perlu membayar. Sungguh sesuatu yang luar biasa.
Jika Anda beranjak tua, Anda bisa menikmati jaminan hari tua. Beberapa orang dari China, yang tidak pernah bekerja barang sehari pun di Kanada, tak pernah membayar satu sen pun uang pajak, namun bisa menikmati jaminan hari tua di sini. Negeri ini sungguh murah hati, sungguh hebat! Tak heran jika banyak orang ingin pindah ke sini. Inilah surga dunia! Anda tidak bisa mendapatkan yang lebih baik dari ini di tempat lain. Nah, apakah orang membutuhkan Allah jika negara telah menyediakan segalanya? Anda tidak butuh Allah. Visi tentang Allah yang seperti apa yang Anda butuhkan?
Tentu saja, Anda mungkin akan sedikit ketakutan jika suatu hari nanti waktu Anda di surga dunia ini habis. Hal ini mungkin akan menimbulkan sedikit kekhawatiran, dan karenanya, Anda perlu sedikit agama, cukup sedikit saja. Jangan tergila-gila dengan agama, satu dosis yang kecil sudah cukup. Setelah mendapatkan dosis kecil dari agama, Anda berpikir bahwa Anda telah mendapatkan segalanya. Dunia dan juga Allah telah Anda miliki. Siapa yang butuh visi?
Tema kita adalah "Menyalakan Kembali Visi". Visi tentang apa? Kekristenan bagi kita adalah menjatuhkan satu atau dua dolar di kotak persembahan. Jadi Anda telah memberi sesuatu kepada Allah dan pintu surga sudah terbuka lebar. Dan jika hal itu masih kurang cukup, lakukanlah sedikit aktivitas di gereja, mengunjungi beberapa orang, atau mungkin ikut bergabung di paduan suara.
Saya tidak mau menyia-yiakan waktu memberitakan Injil yang seperti ini. Saya tidak berurusan dengan Injil yang semacam ini. Jika memang hanya itu yang perlu disampaikan, berarti saya telah menyia-yiakan waktu saya. Dan begitu juga dengan ratusan rekan kerja kita lainnya, yang telah meninggalkan dunia dalam profesi mereka demi pemberitaan Injil, apakah mereka semua adalah idiot! Maaf jika saya menggunakan bahasa yang terlalu langsung. Mereka sudah gila! Untuk apa mereka mengerjakan ini semua? Mengapa mereka tidak langsung membangun negara sosialis, surga dunia ke manapun mereka pergi? Anda tidak butuh surga di atas; Anda sudah punya surga dunia.
Melakukan kehendak Allah bermula di baptisan
Khotbah hari ini berlandaskan pada bagian akhir dari Matius pasal 3. Bagian ini diawali dengan baptisan Yesus. Segala yang berkaitan dengan kehidupan rohani, diawali dengan baptisan. Baptisan adalah langkah awal bagi setiap orang dan hal yang sama berlaku pada Yesus juga.
Pada saat Yesus dibaptis, Yohanes Pembaptis berkata kepada-Nya, "Seharusnya bukan Engkau yang datang kepada-ku untuk dibaptis, melainkan akulah yang harus dibaptis oleh-Mu." Ucapan Yesus yang pertama kali tercatat, saat Dia memulai pelayanan-Nya, adalah, "Biarlah hal itu terjadi." Yaitu, "Baptislah Aku. Agar semuanya tergenapi." "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Apa maksudnya - menggenapkan kebenaran?
Dalam bahasa yang sederhana, Yesus sedang berkata kepada Yohanes Pembaptis, "Persoalannya bukan apakah Aku lebih superior daripada kamu. Tetapi yang penting adalah ini merupakan kehendak Allah. Marilah kita melakukan kehendak Allah, karena di dalam melakukan kehendak Allahlah kita menggenapi segala kebenaran."
Nah, inilah kunci dari khotbah saya selama dua hari ini. Khotbah yang pertama ini harus dipahami untuk memahami khotbah kedua (Visi Kerajaan Allah 2). Inti dari khotbah pertama adalah - kunci kepada visi rohani adalah melakukan kehendak Allah. Melakukan kehendak-Nya berarti kegenapan semua kebenaran. Tidak melakukan kehendak-Nya berarti tidak menggenapkan kebenaran.
Setelah Anda menikmati kehidupan yang nyaman di bumi, apakah selanjutnya Anda tinggal berangkat menuju surga? Anda keliru. Bukan begitu jalurnya. Tak seorang pun bisa masuk ke surga kecuali telah memenuhi syarat seperti yang telah digenapi oleh Yesus di dalam baptisan-Nya: "Aku akan menjalani baptisan karena itu adalah kehendak Allah." Tak masalah apakah Anda mengerti kenapa Dia harus dibaptis. Namun itu adalah kehendak Allah. Dan jawaban itu sudah cukup bagi kita.
Saya teringat pada salah satu rekan kuliah di Sekolah Alkitab. Suatu hari, dia datang kepada saya dan berkata, "Eric, kau tahu, aku telah menjadi Kristen cukup lama, akan tetapi aku belum dibaptis. Aku tidak tahu untuk apa aku dibaptis." Saya katakan padanya, "Yah, saya tidak akan menjelaskan makna baptisan kepadamu, tetapi saya mau bertanya, "Apakah baptisan itu diperintahkan oleh Allah?" Dia menjawab, "Ya." Dan saya bertanya lagi, "Apakah baptisan sejalan dengan kehendak Allah?" Dia menjawab, "Ya." Lalu saya tanyakan, "Alasan apa lagi yang kau butuhkan? Apakah engkau ingin melakukan kehendak Allah?" Dia menjawab, "Ya, itulah sebabnya aku masuk ke Sekolah Alkitab ini." Saya berkata, "Nah, engkau belum mengerjakan hal yang paling awal. Engkau belum dibaptis. Engkau belum menaati Allah di titik awal di mana kehidupan Kristen Anda seharusnya bermula." Lalu dia berkata, "Baiklah, aku akan menjalani baptisan."
Lalu dia menjalani baptisan. Saudara ini tahu rahasianya: kehidupan Kristen berarti dengan segenap hati, dengan penuh sukacita melakukan kehendak Allah. Langkah seterusnya adalah mengetahui apa yang menjadi kehendak-Nya. Anda tidak mungkin mengetahui semua kehendak-Nya tetapi Anda tahu satu hal yang dikatakan-Nya, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." Titik awalnya di sini.
Jadi, dengan cara itulah Yesus memulai: kegenapan akan kebenaran. Apakah Anda ingin melakukannya? Jika Anda tidak ingin menggenapkan kebenaran, lalu visi apa yang ingin Anda bicarakan? Tidak ada. Jika pra-syaratnya belum dipenuhi, tidaklah ada gunanya berbicara tentang visi. Dan pra-syarat yang pertama dan yang paling utama adalah kesediaan untuk melakukan kehendak Allah seberat apapun itu.
Coba perhatikan. Dia adalah siswa di Sekolah Alkitab. Dia telah menjadi seorang Kristen untuk waktu yang cukup lama, lalu mendadak dia berkata, "Aku ingin dibaptis." Dan semua orang akan berkata, "Kamu sudah masuk Sekolah Alkitab tetapi baru mau dibaptis sekarang? Bodoh sekali. Lebih baik kamu tidak usah bicara bahwa kamu belum dibaptis. Apakah kamu tidak malu dibaptis bersama orang-orang yang baru bertobat itu?"
Dia berkata, "Aku akan melakukannya. Tak masalah apakah itu memalukan atau tidak, izinkan aku dibaptis." Itulah kehendak Allah.
Pencobaan
Hal kedua adalah pencobaan yang terlihat di bagian pertama pasal 4. Di dalam naskah asli Alkitab, tidak ada pembagian pasal-pasal. Semua ditulis sambung-menyambung. Pembagian pasal-pasal sangatlah berguna namun seringkali, pembagian ini justru merusak keutuhan. Jadi, sebenarnya, tidak ada pemisahan antara baptisan Yesus dengan datangnya pencobaan; segera sesudah baptisan-Nya datanglah cobaan. (Pencobaan ini sangatlah penting maknanya, dan saya akan membahasnya secara khusus nanti).
Poin yang kedua adalah: ketika Anda ingin melakukan kehendak Allah, seperti yang Yesus lakukan, cobaan akan segera datang untuk menghentikan Anda di tengah jalan. Dan saya sudah sering melihat bagaimana Iblis menghentikan langkah orang yang mau melakukan kehendak Tuhan. Mereka dengan ragu-ragu berkata, "Ya, ku-rasa aku bersedia melakukan kehendak Allah." Dan dalam sekejap Iblis menyerang dan Anda mulai goyah, "Baiklah, aku menyerah. Itu tadi hanya sekadar pikiran yang terlintas sesaat. Maaf, aku tadi agak ceroboh. Itu terjadi karena ada orang lain yang mendorongku. Akhirnya aku malah membuat repot diri sendiri." Lalu Iblis akan tersenyum puas. Tetapi jika Anda berkeras berkata, "Aku akan melakukan kehendak Allah,". Maka Iblis akan mengeluarkan jurusnya, mencobai Anda dan berusaha menggeser arah tindakan Anda sedikit saja. Seperti pepatah Tionghoa mengatakan, "Jika Anda bergeser satu derajat dari arah tujuan Anda, maka Anda akan tiba di tempat yang berjarak seribu li dari tempat tujuan Anda." Demikianlah, Iblis tidak perlu mengubah arah tujuan Anda secara jauh-jauh, cukup sedikit saja dan Anda sudah kehilangan sasaran. Sudah cukup sering saya melihat cobaan seperti ini terjadi.
Dengan hati yang sedih saya mengingat seorang saudara yang saya temui ketika berkhotbah dalam perjalanan misi di Wales. Saya bertemu seorang anak muda Wales yang sangat baik. Ketika saya melihatnya, sama seperti ketika Tuhan melihat orang muda yang kaya, saya mengasihinya.
Anak muda ini berkata kepada saya, "Aku mau melayani Tuhan." Saya menyahut, "Benarkah?" Hati saya sungguh senang! Dia bertanya, "Ke mana aku harus pergi?" Saya katakan, "Nah, ada banyak Sekolah Alkitab di negeri ini." Dan dia berkata, "Bagaimana dengan tempatmu belajar sekarang?" Saya menjawab, "Bagus juga. Kamu bisa masuk ke tempat saya belajar sekarang." Saat itu saya masih kuliah di Sekolah Alkitab. Dan dia berkata akan mengajukan lamaran ke sekolah itu.
Dia mengambil formulir pendaftaran dan mengisinya. Dia sudah memutuskan untuk melayani Tuhan, dan tahukah Anda apa yang terjadi? Sungguh ajaib! Ketika dia sedang berjalan untuk memasukkan lamarannya ke bus surat, siapa yang dia temui di jalan? Pendeta di gerejanya. Dengan senang hati ia memberitahu pendetanya, "Saya mau memasukkan surat lamaran saya ke Sekolah Alkitab." Pendetanya kaget, "Apa? Apa kamu gila? Untuk apa kamu ke sekolah Alkitab."
Saudaraku, tidak semua pendeta merupakan hamba Allah. Dan orang muda yang malang ini tidak tahu perbedaannya. Pendeta ini termasuk dalam golongan "liberal" menurut istilah zaman itu, orang yang tidak memiliki kepercayaan apapun. Dan menjadi pendeta baginya adalah sebuah pekerjaan, sama seperti orang yang ingin menjadi pengacara, menjadi insinyur, dan orang ini senang menjadi pendeta. Malahan, beberapa teman sekelas saya di universitas saat ditanyai, "Mengapa kamu belajar teologi?" Jawab mereka, "Karena kami suka pekerjaan ini." Pekerjaan? Ini jawaban yang aneh. Mengapa ada orang yang demikian? Karena pekerjaan sebagai vicar di gereja Inggris adalah pekerjaan yang sangat terjamin. Dan sekalipun Anda tidak punya jemaat untuk diurus, tidak menjadi masalah, bahkan lebih bagus lagi karena Anda tidak perlu terlalu repot dan tetap mendapat bayaran. Demikianlah, makin sedikit jemaat makin bagus.
Demikianlah, pendeta di Wales ini termasuk orang yang bisa disebut sebagai 'pendeta profesional', dia menjadi pendeta bukan karena dia peduli pada Anda atau jiwa Anda tetapi karena menjadi pendeta adalah suatu mata pencaharian yang terjamin.
Si pendeta berkata kepadanya, "Jangan bodoh! Lanjutkan saja hidupmu yang sekarang ini. Buat apa masuk ke Sekolah Alkitab?" Lalu kawan ini membawa pulang lagi surat lamarannya dan tidak pernah mendaftar lagi. Belakangan, beberapa orang yang mengenalnya memberitahu saya bahwa kehidupannya selanjutnya sangatlah melarat. Teman yang masih menjalin kontak dengannya memberitahu saya bahwa kesehatannya sangat terpuruk, dia menghadapi gangguan mental dan berbagai macam kesulitan lainnya.
Poin pentingnya adalah pencobaan. Saat Anda mau melakukan kehendak Allah, Iblis akan datang untuk mencobai Anda. Apakah Anda pikir bahwa Iblis itu tidak nyata? Nah, selama Anda tidak melakukan kehendak Allah, Iblis senang jika Anda tidak tahu tentang dia. Dia tidak ada, benar? Dia senang jika Anda tidak percaya pada keberadaannya. Akan tetapi pada saat Anda melakukan kehendak Allah, percayalah, Anda akan tahu seberapa besar kekuatan dari cobaannya. Dia tidak sekadar menakut-nakuti Anda; dia bisa menawarkan yang terbaik dari dunia ini kepada Anda.
Pemberitaan tentang Kerajaan: Panggilan untuk bertobat
Hal ketiga. Inti dari khotbah Yesus di dalam Matius 4:17 adalah "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Nah 'bertobat' adalah kata yang sangat agamawi, dan saya tidak tertarik dengan segala sesuatu yang berbau keagamaan. Orang selalu terkejut mendengar saya tidak tertarik dengan hal agama padahal saya ini seorang pendeta. Namun agama bukan bagian dari hidup saya. Saya tertarik kepada Allah. Saya tertarik pada kebenaran. Agama penuh dengan tradisi, ide dan ajaran-ajaran buatan manusia. Kita mengikut Yesus. Kita percaya kepada Allah. Kita tidak berurusan dengan agama.
Apakah makna non-religius dari kata 'pertobatan'? Ada beberapa kata yang telah diambil-alih oleh agama dan telah menjadi klise yang sering kita dengar tetapi jarang kita ketahui apa artinya. Makna religiusnya mungkin berkaitan dengan perasaan menyesal akan dosa. Akan tetapi makna 'bertobat' lebih dari itu - maknanya adalah berbalik arah. Kata Yunaninya adalah metanoia, perubahan cara berpikir. Cara berpikir Anda mengalami perubahan yang revolusioner. Pertobatan membalikkan cara berpikir Anda.
Tidak ada revolusi buatan manusia yang lebih radikal daripada ajaran Yesus. Saya cukup lama menjalani hidup di bawah pemerintahan Komunis. Komunisme sama sekali tidak revolusioner dan tidak heran jika paham ini tidak dapat bertahan. Bagi seorang Kristen, paham ini terlalu dangkal. Apakah Anda ingin mengubah manusia? Membutuhkan jauh melebihi sekadar si siang gai zao atau "pola pikir revolusioner" yang sering dibicarakan oleh kaum Komunis.
Ajaran Yesus adalah revolusi pola pikir di tingkat yang paling mendasar - pembalikan sepenuhnya dari nilai-nilai manusia kepada nilai-nilai Allah, suatu hal yang mustahil bagi manusia. Itu sebabnya ideologi-ideologi Komunis ambruk. Komunisme ambruk dalam waktu yang sangat singkat; hanya bisa bertahan sekitar 50-an tahun. Sedangkan Injil terus berkembang sampai 2000 tahun sekalipun isinya benar-benar ekstrim dan radikal.
Tidak ada revolusi ciptaan manusia yang bisa mendekati jenis yang diajarkan oleh Yesus, akan tetapi karena sangat radikalnya, maka ajaran ini tidak menimbulkan rasa nyaman. Lalu gereja menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk membuatnya semakin kurang radikal. Ajaran Yesus sudah terlalu dijinakkan. Taringnya sudah dicabut. Pedangnya sudah ditumpulkan. Dan saya tidak mau memberitakan kekristenan semacam ini. Saya orang yang revolusioner karena Yesus adalah pribadi yang revolusioner. Tak seorang pun yang telah mengalami jamahan Yesus akan tetap seperti sedia kala. Dia akan menjadi orang yang berbeda. Jamahan Yesus akan membuatnya berubah total.
Ada kesaksian dari ayah saya tentang perubahan yang terjadi pada saya. Saya bukan seorang Kristen ketika kami berpisah, dan ketika dia bertemu dengan saya lagi, saya sudah menjadi orang Kristen, dan dia tidak mengerti apa yang telah terjadi. Revolusi terjadi di dalam diri dan saya telah berubah tanpa saya sendiri menyadarinya. Saya menghabiskan hanya beberapa hari dengannya dan dia segera menyadari bahwa anaknya ini sudah bukan orang yang dulu lagi.
Mengapa Yesus memberitakan pertobatan? Mengapa jalan pikiran kita perlu berubah sepenuhnya. Karena adanya Kerajaan Allah. Apakah Kerajaan itu? Apakah yang hendak dicapainya? Apakah arah tujuan Kerajaan Allah itu? Kerajaan adalah tema sentral dari Perjanjian Baru. Jika Anda tidak memahami makna Kerajaan, maka Anda tidak akan memahami arti kekristenan.
Panggilan bagi para murid
Setelah menyatakan Kerajaan, yaitu memberitakan kedaulatan Allah, maka datanglah panggilan bagi para murid. Dengan kata lain, Dia perlu melibatkan kita di dalam proyek tersebut dan di sanalah titik masuknya visi. Jika visi tersebut bisa diwariskan kepada kita, berarti kita telah mengikut Dia. Jika visi itu tidak tersalur kepada kita, berarti kita tetap di tempat kita semula. Ketika murid-murid generasi pertama menangkap visi itu, dunia langsung dinyalakan oleh visi itu, dan 2000 tahun kemudian, Injil terus berkembang. Sekalipun ada bagian gereja yang telah mati, tetapi masih ada bagian yang hidup dan berfungsi. Karena itulah saya masih ada di dalam pekerjaan ini.
Kuasa Kerajaan
Yang berikutnya adalah, saat kuasa Kerajaan mulai bekerja di dunia, murid-murid tinggal mengikuti. Bagaimana kita tahu Kekristenan bukan sekadar sebuah ideologi? Bukan sekadar suatu mitos saja? Kuasa Allah yang akan menunjukkan kepada Anda. Semua yang telah berjalan di dalam kehendak Allah telah mengalami kuasa dari Kerajaan Allah. Yang sakit disembuhkan, yang mati dibangkitkan dan setan-setan diusir. Hal-hal yang dipandang tidak masuk akal bagi ilmu pengetahuan modern. Tumor tidak lenyap ketika Anda berdoa, tetapi hal itulah yang saya alami, setidaknya dalam dua kali kesempatan, ketika saya berdoa - tumor tersebut lenyap begitu saja. Sinar X telah memastikan bahwa tumor tersebut memang ada. Setelah didoakan, rasa sakit yang mendera orang tersebut hilang, tumornya hilang Saya sudah menyampaikan berulang-ulang, bahwa saya bukanlah penyembuh. Akan tetapi jika Allah menghendaki saya untuk melakukan sesuatu, maka saya akan melakukannya dan kuasa Allah tidak pernah gagal.
Isi ajaran Kerajaan
Poin keenam yang akan saya sampaikan, dari pasal 5 sampai dengan pasal 7 adalah ajaran tentang Kerajaan. Yesus menggambarkan bagi kita orang-orang yang seperti apa yang berada di dalam Kerajaan itu. Tiga pasal ini melukiskan bagi kita kualitas kehidupan yang Dia kehendaki dari orang yang berkomitmen untuk menjalankan kehendak-Nya.
Pewujudan Kerajaan
Kemudian dimulai dari Matius pasal 8 sampai dengan pasal 28, diuraikan tentang perwujudan dari Kerajaan.
Demikianlah, pertama-tama kita melihat baptisan Yesus. Lalu, yang kedua adalah datangnya pencobaan. Dan ketiga, kita menemukan proklamasi, panggilan untuk bertobat. Keempat, panggilan kepada para murid. Kelima, karya kuasa Kerajaan yang sungguh ajaib. Akan tetapi jika yang ingin Anda lihat hanya tanda dan keajaiban, lupakan saja. Allah hadir bukan untuk menjadi entertainer. Kemudian, yang keenam adalah isi ajarannya, ajaran yang penuh kuasa dari Yesus. Jalanilah hidup Anda sesuai dengan ajaran tersebut dan lihatlah apa yang akan terjadi. Dan selanjutnya adalah pelaksanaan dari keenam hal itu, dijabarkan di dalam Matius pasal 8 sampai bagian akhir Injil Matius, yaitu pasal 28.
Demikianlah, Anda mendapatkan inti seluruh pelajaran dari dalam Injil Matius.
Mengerjakan kehendak Allah adalah pra-syarat bagi visi
Kembali pada bagian pencobaan, perhatikan tiga hal dari pencobaan Iblis terhadap Yesus. Ketiga hal ini menggambarkan bagaimana cara Iblis menjalankan siasatnya melawan kita. Sudah begitu banyak orang yang tumbang secara rohani karena mereka bukanlah tandingan bagi keahlian dan kecerdikan Iblis, dan juga karena jauh di dalam hati mereka, masih ada kesediaan untuk meresponi godaan setan.
Di pencobaan yang pertama Iblis mencobai Yesus dengan berkata, "Nah, Engkau sudah kelaparan setelah berpuasa 40 hari, perut-Mu sudah melilit. 40 hari! Ini tidak main-main." Kita tidak diberitahu apakah di dalam berpuasa itu Yesus minum atau tidak, akan tetapi berpuasa biasanya diartikan dengan tidak memakan makanan keras. Dan puasa Yesus adalah 40 hari, dan Dia sudah sangat lapar. Iblis melihat kesempatan di sana. "Engkau punya kuasa. Engkau punya kuasa untuk mendapatkan makanan karena Engkau adalah Anak Allah, bukankah begitu? Lihatlah batu-batu itu. Engkau adalah Pencipta, berfirmanlah kepada batu-batu itu dan Engkau bisa mengubahnya menjadi roti."
Yesus berkata, "Tidak, Aku tidak akan melakukannya." Dan Dia melanjutkan, "Manusia tidak hidup dari roti saja melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." Apa maksudnya? Apa yang keluar dari mulut Allah? Kehendak-Nya. Semuanya kembali kepada kehendak-Nya. Firman-Nya mengungkapkan kehendak-Nya dan kita hidup selalu didasari oleh kehendak-Nya.
Jika Allah berkata, "Ubahlah batu itu menjadi roti," maka Yesus akan melakukannya, tetapi hanya sesudah kehendak itu dinyatakan. Dan pada saat itu Allah tidak berkata kepada Yesus, "Engkau sekarang boleh mengubah batu itu menjadi roti." Jadi, karena tidak ada Firman yang datang untuk itu, maka batu tidak diubah menjadi roti. Kehendak Allah selalu! Itulah pra-syarat utama untuk memiliki visi. Komitmen-Nya bagi kehendak Bapa sedang diuji, Dia sangat lapar, akan tetapi Dia tidak akan melakukan sesuatu bagi kepentingan-Nya sendiri. Dia punya kuasa. Dia bisa saja bertindak tanpa persetujuan dari Bapa akan tetapi Dia berkata, "Aku tidak akan pernah melakukan apa pun kecuali yang Bapa ingin Aku lakukan." Begitulah cara hidup-Nya di sepanjang pelayanan-Nya di bumi.
Apakah kita hidup seperti itu? Tidak. Itu sebabnya Anda hidup tanpa visi. Yang paling ideal bagi kita adalah memanfaatkan bakat dan kuasa yang ada pada kita sesuka hati. Anda suka berdebat dan gemar berpikir. Lalu apa yang Anda kerjakan? Anda memanfaatkan bakat itu dan menjadi pengacara. Jika Anda gemar berhitung, Anda menjadi seorang insinyur. Anda gemar mempelajari tentang kesehatan. Maka Anda menjadi seorang dokter. Kita memakai bakat kita sesuka hati, dan adakah yang bertanya kepada Tuhan, "Engkau telah memberiku berbagai macam bakat, apakah Engkau ingin agar aku belajar tentang bidang ini? Apakah Engkau ingin agar aku melakukan hal itu?" Tidak, kita memutuskan sendiri apa yang akan kita kerjakan, bukankah begitu? Apakah tidak ada hal yang dikatakan oleh Allah kepada Anda? Mungkin Anda saja yang tidak mau mendengarkan. Saat saya menyimak, saya memang mendengar. Akan tetapi saya tidak mendengar jika saya tidak menyimak. Kita harus menyimak.
Hal-hal yang Menutupi Visi
Materialisme
Kebutuhan akan roti merupakan inti dari materialisme. Persoalan besar yang menghadang negara-negara maju adalah bahwa kita ini kelebihan roti, kita terlalu kenyang. Kita kenyang dengan materialisme. Mengapa orang-orang berpindah dari China ke Kanada? Karena dalam waktu singkat Anda bisa segera membeli rumah, mobil, dan segala barang mewah. Bagi kebanyakan orang di China, dibutuhkan masa kerja seumur hidup untuk bisa memperolehnya. Inilah surga materi. Dan menurut survei PBB selama bertahun-tahun, Kanada berada di tempat pertama negara kaya di dunia. Kita hidup di surga dunia. Dan saya sekarang sedang mencoba untuk memberitakan Kerajaan Allah kepada Anda? Tidakkah saya sedang membuang waktu? Iblis tidak perlu bersusah-payah untuk menggoda orang.
Semakin Anda mengejar dunia, semakin dunia menguasai Anda. Apakah Anda memahami prinsip itu? Ini bukanlah teori; ini adalah fakta yang sangat sederhana. Semakin Anda memiliki dunia, semakin besar kekayaan Anda - semakin dunia menguasai Anda. Dan tidak ada orang yang terikat dengan dunia yang memiliki visi. Orang yang terikat dengan dunia tidak ada urusan dengan visi. Membuang waktu saja berbicara tentang visi. Sudah tahukah Anda mengapa saya tidak berminat berkhotbah di negara-negara maju?
Karena materialisme. Apa itu dunia? Di dalam Alkitab, dunia sebenarnya adalah sistem di mana Iblis memegang kendali secara tersembunyi. Itulah rahasianya. Dengan kata lain, Iblis mengendali Anda tanpa sepengetahuan Anda. Dia menggunakan materialisme; dia memanfaatkan berbagai hal yang kita incar, dan Anda bahkan tidak tahu bahwa Anda sedang berada di dalam kendalinya. Ia berkerja tanpa sepengetahuan Anda. Sama seperti kanker. Mungkin sedang ada sel kanker yang aktif di dalam tubuh Anda tetapi Anda tidak mengetahuinya. Anda tidak punya petunjuk apa-apa. Ketika kanker itu ditemukan, seringkali sudah terlambat karena kanker bekerja secara tersembunyi.
Begitulah cara Iblis bekerja. Dia tidak mendatangi Anda secara terang-terangan. Anda tidak melihatnya. Dia tidak ingin Anda mengetahui keberadaannya. Dia bekerja secara diam-diam. Sangat mematikan, bukankah demikian? Itulah sifat dunia. Dunia adalah sistem pemikiran, sistem pemerintahan, sistem masyarakat di mana Iblis berusaha membuat Anda percaya bahwa Anda sedang mengerjakan apa yang memang Anda inginkan dan bahwa hal itu sangat bagus buat Anda. Iblis adalah psikolog yang hebat. Setiap orang yang mempelajari psikologi tahu akan pemikiran tersebut.
Cara untuk mendorong orang lain mengerjakan hal yang kita inginkan adalah dengan memberitahu dia betapa bermanfaatnya tindakan itu buat dia. Itu strategi yang dapat membawa Anda menjadi pucuk pimpinan perusahaan. Ini manajemen yang paling efektif. Anda tidak boleh berkata kepada anak buah Anda bahwa Anda ingin mereka mengerjakan sesuatu hal, tetapi katakanlah bahwa pekerjaan itu berkaitan dengan kepentingan utama mereka. Dan mereka akan berjuang habis-habisan bagi Anda. Tentu saja, Anda tidak akan berkata, "Itu demi saya," melainkan Anda akan berkata, "Itu demi kepentinganmu sendiri. Demi kebaikanmu."
Perhatikan hidup Anda dan lihatlah seberapa besar materialisme menjadi bagian dari hidup Anda. Berapa besar penghasilan Anda per bulan? Tidak cukup. Lalu Anda mengejar kenaikan penghasilan. Masih tidak cukup. Hal yang menarik dari materialisme adalah bahwa Anda tidak akan pernah puas. Tidak ada batasnya. Jika Anda memiliki $100.000 di bank, maka Anda ingin agar jumlahnya menjadi $500.000. Jika yang Anda miliki adalah $500.000, maka Anda ingin menjadikannya sejuta. Anda berkata, "Tidak, tidak. Saya akan puas dengan $100.000." Itu karena Anda belum memiliki yang $100.000 itu. Tunggu sampai Anda memiliki $100.000. Saat itu Anda akan berkata, "Hanya $100.000? Hidupku masih sekitar 50 tahunan lagi!" Jadi, Anda merasa butuh $500.000, dan Anda berkata, "Aku akan puas." Tetapi Anda sedang menipu diri Anda sendiri. Tunggu sampai Anda punya $500.000. Saya rasa Anda akan berkata, "Apa? Temanku sudah punya penghasilan $2 juta. Aku akan puas kalau penghasilanku dua juta juga." Sebenarnya Anda tidak akan pernah puas.
Begitulah cara kerja dunia - tersembunyi. Anda tidak sadar bahwa Anda sedang didesak terus oleh kekuatan tersembunyi dari keserakahan. Itulah yang terjadi. Tetapi Anda lebih suka memakai istilah 'jaminan hidup'. Istilah 'jaminan hidup' terdengar lebih menyenangkan daripada 'keserakahan'. Padahal yang terjadi adalah keserakahan. "Aku serakah? Oh, tidak sama sekali! Tetapi aku butuh jaminan hidup."
Agama
Hal kedua adalah dunia tidak menyingkirkan agama. Dunia memanfaatkan agama. Dunia mengeksploitasi segala sesuatu, termasuk agama. Agama punya kekuasaan yang luar biasa. Dan hal yang telah kita lakukan adalah memanfaatkan agama untuk kepentingan kita sendiri.
Para politikus di Amerika Utara semuanya adalah orang-orang Kristen. Tuan Bush adalah seorang Kristen. Semua calon kepresidenan adalah orang beragama. Jika Anda bukan orang Kristen sangat kecil peluangnya untuk mendapatkan suara dari kalangan Kristen. Kekristenan sebagai suatu sistem keagamaan, memiliki kekuasaan yang sangat besar di Amerika Utara, dan khususnya di Amerika Serikat. Kekristenan sebagai suatu sistem bisa menjatuhkan atau menaikkan Anda. Tanpa suara dari mereka, Anda sama sekali tidak berpeluang untuk menang pemilu.
Di Matius 4:5 Iblis membawa Yesus ke kota kudus, ke tempat tertinggi dari Bait Allah dan mengatakan bahwa mungkin Yesus bisa menunjukkan kuasa-Nya dengan cara yang lain. Jika Yesus mengubah batu menjadi roti, tak ada yang akan melihatnya. Tetapi jika Yesus pergi ke Bait Allah yang dipenuhi oleh banyak orang dan jatuh dari tempat tertinggi, tentu peristiwa ini akan menimbulkan kegemparan. Superman hanyalah fiksi tetapi orang-orang buat pertama kali akan melihat manusia terbang. Iblis memahami isi Alkitab jauh lebih baik ketimbang kebanyakan orang Kristen, dia mengutip satu janji dari Alkitab, "Jika Engkau meloncat turun dari pucuk Bait Allah, Allah telah berjanji bahwa Dia akan memerintahkan para malaikat-Nya untuk melindungi Engkau sehingga ketika Engkau turun ke tanah, bahkan kaki-Mu tidak akan terantuk pada batu. Dengan demikian kemuliaan akan dinyatakan!"
Pernahkah Anda melihat buku-buku atau kartu-kartu yang mengumbar janji-janji Allah? Hal ini benar-benar membuat saya merasa ngeri. Mengingatkan saya pada janji-janji yang pernah dikutip oleh Iblis. Janganlah membeli buku-buku atau kartu-kartu yang berbicara tentang janji-janji tersebut, karena janji-janji tersebut belum tentu untuk Anda. Jika Anda berkomitmen sepenuhnya untuk melakukan kehendak Allah, maka setiap janji Allah itu buat Anda; kalau tidak, maka janji-janji tersebut bukan buat Anda. Akan tetapi sekalipun janji-janji tersebut memang tersedia buat Anda, bisa saja janji tersebut tidak berlaku bagi Anda di saat itu.
Nah, jika janji-janji itu berlaku bagi semua orang, tentunya juga akan berlaku bagi Yesus. Dia adalah Pribadi yang memiliki komitmen untuk melakukan semua kehendak Allah dan Iblis itu cerdik. Dia tahu bahwa Yesus bisa memanfaatkan janji tersebut karena Yesus adalah Pribadi yang taat sepenuhnya. Akan tetapi sebuah janji yang bersifat umum tidak harus berlaku di dalam sebuah peristiwa khusus. Anda harus mendapatkan persetujuan dari Tuhan. Karena sekalipun janji ini memang bisa diterapkan pada situasi yang Anda hadapi tapi bisa jadi itu bukan kehendak Tuhan bagi Anda pada waktu itu. Setiap orang Kristen yang sejati harus selalu berhubungan dengan Allah.
Ini adalah bagian yang sangat sulit. Saya tahu apa yang Tuhan mau saya kerjakan - apa yang boleh dan yang tidak boleh saya kerjakan untuk tetap bisa berada di dalam kehendak-Nya. Sebab Allah itu nyata, maka saya bisa tahu apa yang menjadi kehendak-Nya. Jika Dia itu tidak nyata, maka tidak ada kehendak yang harus diketahui. Apakah ini logis? Tentu saja. Apakah Anda ingin mengenal Allah. Temuilah Dia. Jika Anda tidak mengenal Dia, jelas Anda tidak mau menjalankan kehendak-Nya. Karena Anda tidak tahu pasti apa yang menjadi kehendak-Nya.
Yang mana yang harus terjadi dahulu? Mengenal-Nya baru menjalankan kehendak-Nya? Atau bersiap melakukan kehendak-Nya dan berkata, "Jika Engkau memang nyata, aku akan melakukan kehendak-Mu." Akan tetapi Anda tetap harus melakukan kehendak-Nya karena Dia adalah Pencipta. Kita tidak berhak menetapkan persyaratan buat Dia. Persyaratan yang telah Dia tetapkan itu berlaku bagi semua ciptaan-Nya. Kita tidak perlu menunggu sampai dilahirkan kembali atau setelah menjadi Kristen. Sebagai ciptaan-Nya, kita wajib melakukan kehendak-Nya.
Diawali dengan kita yang melakukan kehendak-Nya dan setelah itu baru Dia menyatakan diri-Nya kepada kita. "Setiap orang yang kehendaknya adalah melakukan kehendak Allah, dia akan tahu apakah pengajaran ini berasal dari Allah atau tidak." Begitulah cara kerjanya. Jika Anda memenuhi pra-syarat yaitu melakukan kehendak-Nya, maka Anda akan memiliki visi. Semakin Anda melakukan kehendak-Nya, semakin Anda menyadari bahwa Dia itu nyata. Semakin Dia itu nyata bagi Anda, semakin Anda berniat melaksanakan kehendak-Nya. Demikianlah siklus itu berlangsung. Semakin Anda menjalankan kehendak-Nya, semakin Anda mengalami realitas-Nya.
Hanya sebagian kecil saja dari kesaksian saya yang dimasukkan ke dalam buku "Bagaimana Aku Mengenal Allah". Buku itu menggambarkan komitmen saya yang konstan untuk melaksanakan kehendak Allah. Semakin Anda menjalankan kehendak-Nya, semakin Anda mengalami Dia. Semakin Anda mengalami Dia, semakin kuat komitmen Anda untuk menjalankan kehendak-Nya dan hal itu berputar terus dengan intensitas yang semakin tinggi. Visi itu menjadi semakin tajam, jelas dan kuat. Akan tetapi pra-syaratnya, saya tekankan sekali lagi, harus terpenuhi. Jika Anda berkata, "Aku siap, ya Allah, untuk melakukan kehendak-Mu," seperti yang dikatakan oleh Yesus di dalam Ibrani 10:7, "Aku datang untuk melakukan kehendakMu."
Begitulah, orang sekarang mencari keuntungan dari agama, memanfaatkan janji-janji Allah, memanfaatkan janji-janji yang bahkan tidak berlaku bagi orang tersebut. Akhirnya kita mendapatkan kekristenan yang hanya menginginkan janji-janji tersebut tanpa mengindahkan syarat-syaratnya. Kekristenan telah dikorup. Tentu saja gereja tidak suka saya berkata seperti itu.
Demokrasi
Kita sudah melihat betapa materialisme telah menutupi visi. Kita telah melihat betapa agama, yaitu kekristenan yang telah dikorup, menutupi visi. Sekarang mari kita masuk pada poin ketiga mengenai hambatan yang menutupi visi.
Apakah pencobaan ketiga yang dihadapi oleh Yesus? Di dalam Matius 4:8-9 kita baca, "Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: 'Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.'" Dengan kata lain, Iblis berkata kepada Yesus, "Beri aku sedikit kehormatan, beri aku muka, maka aku akan menyerahkan pada-Mu semua kerajaan ini." Apakah dia sedang membual? Tidak. Iblis adalah dasar dari semua kekuasaan duniawi. Akan tetapi penguasa-penguasa duniawi tentu saja tidak mengakui atau mempercayainya. Apa artinya? Jika kita tak bisa sukses dengan memakai materialisme, dengan memanfaatkan agama dan dengan usaha dan bakat kita sendiri, jika Anda sudah cukup putus asa, cukup dengan memberi sedikit kehormatan kepada Iblis, maka dia akan memberi apa yang Anda inginkan. Dan saya telah menyaksikan hal-hal yang mengerikan seperti itu. Iblis tidak sedang membual.
Namun ada kuasa yang jauh lebih besar daripada kuasa Iblis, yaitu kuasa Allah sendiri. Bodoh sekali orang yang berpaling kepada Iblis. Di Amerika Utara, Satanisme, di dalam bentuknya yang paling rahasia, sedang menyebar luas. Ada spiritisme. Ada Gerakan New Age. Dan banyak lagi yang lainnya. Iblis berkata, "Cukup beri aku sedikit kehormatan dan aku akan memberimu segala yang kau mau. Aku punya kuasa untuk melakukannya." Dan memang dia punya kuasa itu. Memiliki kerajaan-kerajaan duniawi berarti memiliki kuasa; memiliki kendali; memiliki kemampuan untuk melakukan apa yang Anda kehendaki.
Saya ingin berkata sesuatu yang akan sangat menyinggung hati di dunia Barat. Saya memang bukan pengkhotbah populer. Saya hanya ingin menyatakan kebenaran dan saya senang jika ada orang-orang yang tidak setuju dengan saya. Masalahnya adalah bahwa ini merupakan Firman Allah.
Apa arti Kerajaan Allah? Kata 'Kerajaan' memang kata yang kuno. Mestinya terjemahan yang bagus adalah kedaulatan Allah atau pemerintahan Allah di atas umat manusia. Kata 'kedaulatan,' juga merupakan kata kuno. Kedua kata ini memang jarang dipakai di zaman modern ini. 'Kerajaan Allah' berarti kuasa Allah berdaulat di dunia dan di dalam hidup Anda. Akan tetapi kata apa yang paling banyak didengar di negara-negara maju sekarang ini? Kata 'demokrasi'. Kata ini sudah menjadi slogan di mana-mana, "Kami ingin demokrasi."
Maafkan saya. Demokrasi tidak ada di dalam Alkitab. Apakah ini menggoncang hati Anda? Demokrasi berasal dari kata Yunani. Bagian yang pertama, 'demo', berarti rakyat atau orang banyak atau kerumunan. Dan 'krasi' berarti kekuasaan - kratos, yaitu kata Yunani untuk istilah kekuasaan. Sekarang ini, menyampaikan hal yang menentang demokrasi bisa dipandang sama seperti orang sesat. Sejauh itulah kekuasaan politik zaman sekarang.
Namun, di dalam Alkitab hanya ada Theokrasi. Yaitu kekuasaan Allah - theos, kata Allah dalam bahasa Yunani, dan kratos - kekuasaan; lengkapnya kekuasaan Allah. Alkitab hanya mengenal kekuasaan Allah. Kekuasaan lain tidak dikenal. Saya berkhotbah di lingkungan yang sangat menentang theokrasi - bukan dalam kata-kata melainkan dalam tindakan. Semakin kita menekankan pada kekuasaan rakyat, semakin kecil penekanan kita pada realitas theokrasi, Kerajaan Allah di dunia. Anda punya pilihan apakah akan ikut mendukung kekuasaan manusia sebagai kekuasaan tertinggi di bumi, hal yang sudah terjadi, atau hidup di bawah kekuasaan Allah.
Di zaman dulu, ketika masih banyak raja-raja, mereka dengan rendah hati berkata bahwa kekuasaan mereka berasal dari Tuhan. Dalam ilmu politik dikenal dengan istilah "hak ilahi dari raja-raja." Artinya, mereka mengaku sebagai anak Allah, atau mendapatkan kekuasaan itu dari langit, dan mereka memanfaatkan agama sebagai alat untuk menekan rakyatnya. Jadi di dalam pemerintahan para raja, kita juga tidak mengalami kondisi yang lebih baik. Nah, jika saya harus memilih di antara berbagai sistem pemerintahan yang dikembangkan oleh manusia, secara umum, saya akan memilih demokrasi sebagai suatu sistem yang lebih berimbang dibandingkan dengan sistem pemerintahan para raja.
Di dalam sejarah China hanya ada beberapa kaisar yang mengutamakan kepentingan rakyat. Sistem kekaisaran jelas bukanlah sistem yang baik. Jadi manusia, karena telah menolak Allah sebagai Raja mereka, berada dalam keadaan tanpa sarana pemerintahan. Manusia harus memilih antara raja atau presiden atau perdana menteri. Dan jika tidak memilih salah satunya, manusia mungkin akan jatuh ke dalam penguasa totaliter seperti kaum komunis. Semuanya jelas tidak bagus. Namun kita terpaku pada pilihan ini saja, mengapa? Karena umat manusia secara umum tak pernah mau menerima Allah sebagai Raja atas mereka. Kita tidak menghendaki Allah sebagai Raja kita.
Pada mulanya, Israel adalah negara theokratis. Allah memerintah Israel melalui wakil-Nya, Musa. Semua yang dikerjakan oleh Musa adalah kehendak Allah. Jika Anda tidak punya orang semacam Musa ini, tentu saja Anda tidak akan bisa menjalankan theokrasi. Bangsa Israel sendiri akhirnya mau menyamakan diri dengan bangsa-bangsa lain. Bangsa-bangsa lain memiliki raja dengan segenap kemegahannya, termasuk kemegahan upacara dan pesta-pestanya. Sedangkan Musa, si hamba Allah, selalu dalam keadaan rendah hari dan lemah lembut. Dia tidak mengendarai kereta perang yang diiringi oleh segenap barisan tempur dan sebagainya. Tidak ada hal-hal yang semacam itu. Mereka memiliki manusia Allah, tetapi tanpa kemeriahan dan kemuliaan. Mereka mendapatkan keadilan dan kebenaran, tetapi tanpa hiasan duniawi. Sehingga pada akhirnya bangsa Israel tidak lagi menghendaki theokrasi. Mereka ingin menyingkirkannya; mereka ingin punya raja sama seperti bangsa-bangsa lain.
Itulah yang terjadi pada bangsa Israel. Pada akhirnya, mereka mendapatkan apa yang mereka mau. Mereka memiliki raja yang bertingkah seperti raja bangsa-bangsa lain. Akhirnya, Allah disingkirkan, theokrasi digusur semakin jauh dan Israel musnah sebagai bangsa. Lenyap! Habis! Dan jika Allah tidak bermurah hati kepada mereka serta membangkitkan mereka dari kubur setelah lebih dari 2000 tahun, tentu tidak akan ada negara Israel. Apakah mereka sekarang menyembah Allah di Israel? Tidak. Apakah mereka sekarang mengasihi Allah seperti pada zaman Musa? Tidak.
Mengapa kita menginginkan demokrasi? Karena demokrasi memberi kita kuasa. Saya tidak bermaksud untuk menyerang demokrasi sebagai sebuah sistem. Memang tidak ada sistem yang lebih baik dari demokrasi setelah kita menolak theokrasi. Dan sekarang, demokrasi sudah menjadi ideologi yang sering dipaksakan ke atas orang lain, seperti Tuan Bush memaksakan demokrasi ke semua negara di dunia.
'Demokrasi' bukanlah barang baru; bukan suatu temuan baru. Setiap orang yang tahu sedikit tentang sejarah akan tahu bahwa negara Athena, misalnya, adalah salah satu negara demokratik yang pertama di dunia. Athena adalah negara kota (city state), suatu negara yang kecil dan demokrasi berfungsi dengan baik di negara yang kecil. Semakin besar negara itu, semakin rumit mekanisme yang harus dikembangkan untuk mendapatkan sistem yang bekerja dengan adil.
Omong-omong, demokrasi itu indah jika ekonomi negaranya makmur. Sebagai contoh, saya cukup sering pergi ke Filipina. Filipina negara demokrasi yang sangat miskin. Dan terus terang saja, apa gunanya Anda memiliki kebebasan memilih jika Anda tidak punya cukup makanan? Dan ketika Anda jatuh sakit tidak ada orang yang merawat Anda? Anda tidak punya cukup uang untuk berobat ke rumah sakit. Anda boleh memiliki demokrasi, tetapi apa yang bisa Anda kerjakan dengan demokrasi itu jika Anda tidak punya uang untuk makan dan membiayai kesehatan dan pendidikan?
Demokrasi memberi kuasa kepada rakyat
Demokrasi memberi rakyat kuasa. Mereka bisa menendang Anda dari kursi jabatan jika Anda tidak mengerjakan apa yang mereka kehendaki. Jika Anda orang Amerika, Anda tahu bahwa Anda bisa menggusur Bush dari jabatan dalam pemilu. Yah, Anda memang cuma salah satu orang dari sekian banyak rakyat, akan tetapi suara Anda mungkin bisa ikut menentukan. Bagaimana pun juga, Anda tahu bahwa Bush memenangkan suara di Florida dengan selisih hanya sekitar 300-an suara. Jadi Anda memang punya kuasa. Dan itulah masalahnya.
Persoalannya adalah masalah psikologi, rasa hormat pada kekuasaan menyusut. Kekuasaan tidak lagi dihormati. Pernahkah Anda mendengar cara orang berbicara dengan para pemimpin di negara-negara demokratis? Wah! Mereka bisa menggilas, menguji, menentang, bahkan memotong pembicaraannya. Anda mungkin tidak pernah bermimpi untuk memperlakukan orang tanpa hormat seperti itu. Hanya anggota partai mereka sendiri yang menghormatinya. Anggota partai lain akan menjulukinya dengan berbagai sebutan. Tak ada rasa hormat pada kekuasaan. Itulah yang terjadi. Dengan demikian, secara berangsur-angsur, kita tidak lagi menghormati segala bentuk kekuasaan karena kekuasaan ada di tangan kita. Kita sebagai rakyat pemegang kuasa. Tanpa disadari kita membawa mentalitas ini ke dalam hubungan kita dengan Allah. Sungguh mengerikan!
Baru dua hari yang lalu, saya menonton program sejarah, kebetulan saya mendengar satu komentar yang membuat saya tercekat. Orang itu berkata bahwa Allah dan Musa sama-sama saling menghormati. Apakah kalimat ini bermasalah bagi Anda? Mungkin tidak. "Allah dan Musa saling menghormati"? Sedang bicara apa kita ini? Mengatakan bahwa Allah dan Musa dalam pengertian umum saling menghormati? Bagi yang sudah melayani Tuhan dan mengetahui kemuliaan Allah tentu gemetar; kalimat tersebut membuat saya sangat mual! Siapa yang sedang Anda bicarakan?
Saya pikir jika Musa mendengar kalimat tersebut, mungkin dia akan jatuh tersungkur dan berkata, "Kiranya Tuhan mengampuni!" Dengan mengatakan bahwa Allah dan Musa saling menghormati itu sama artinya dengan membicarakan tentang kesejajaran! Alkitab berkata, "Apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya?" Apakah manusia itu? Tampaknya kita sudah kehilangan pemahaman yang satu ini.
Kita tumbuh di lingkungan demokrasi dan kita sudah terbiasa dengan kekuasaan rakyat. Mungkin Anda sedang mengamati wakil dari daerah Anda, dan jika Anda tidak suka apa yang dia kerjakan, maka Anda akan mengirimnya surat yang mengecamnya habis-habisan. Dan jika dia masih melanjutkan apa yang sedang dikerjakannya, maka dalam pemilu berikutnya Anda tidak memilih dia lagi. Anda menjadi terbiasa menjalankan kekuasaan. Inilah maksudnya. Anda mungkin juga berpikir bahwa Anda punya hak suara yang akan menendang Allah keluar dari kekuasaan-Nya jika Anda mau. Anda menjadi begitu terbiasa dengan kekuasaan. Konsep tentang takut akan Allah adalah sesuatu yang asing. Takut akan Allah sudah tidak terlihat lagi di gereja-gereja di sini. Saya tidak melihat orang yang takut akan Allah.
"Beri tepuk tangan untuk Yesus!" Plok, plok, plok. Beri tepuk tangan untuk Yesus? Siapa Dia itu? Seorang aktor? Menurut kita, siapa Dia itu? Tetapi mereka tidak melihat ada yang salah dengan itu. Mungkin justru saya yang salah. Saya satu-satunya orang gila di sini. Saya takut akan Allah - takut dalam pengertian hormat karena saya tahu kuasa-Nya. Saya tahu siapa Dia. Apakah orang-orang ini tahu siapa Dia? Beri tepuk tangan untuk Yesus? Sedang bicara apa kita ini? Baiklah, mungkin kita menempatkan-Nya di tingkat yang sama seperti seorang presiden. Saat presiden memasuki ruangan, kita beri dia tepuk tangan.
Pra-syarat bagi adanya visi yang berasal dari hormat dan takut akan Allah sudah tidak ada. Entah Anda tidak percaya pada keberadaan Allah, atau jika Anda percaya, mungkin Anda pikir Dia butuh suara Anda sama seperti Presiden Bush atau presiden yang lainnya. Maksud saya, jika Anda tidak memberi Dia suara, maka Allah harus keluar dari gelanggang. Dia membutuhkan Anda! Dia bisa bertahan dalam jabatan-Nya, itu semua berkat Anda, bukankah begitu? Apakah saya salah?
Saya harap Anda sekarang bisa memahami mengapa kita tidak bisa memiliki visi. Kita tidak bisa memiliki visi karena prasyarat yang dibutuhkan tidak muncul. Dunia sudah mencengkeram kita dengan sangat licik, sangat tersembunyi sehingga orang Kristen bahkan tidak menyadarinya. Ideal-ideal yang membentuk pikiran kita sejak masa muda kita. Ideal dari demokrasi yang memberi kita kuasa adalah ideal dari materialisme yang menawarkan kenyamanan dan kemudahan.
Izinkan saya menutup dengan ini. Ketika saya keluar dari China yang sedang dilanda penderitaan dan kelaparan, saya pergi ke Swiss. Saya tinggal di Swiss buat beberapa waktu karena ibu saya menjalani perawatan penyakit TBC di sanatorium di pergunungan. Satu paru-parunya dibuang. Swiss adalah negara demokrasi yang bisa dikatakan paling murni, jauh lebih murni daripada yang ada di Amerika Serikat. Apa maksud saya? Tak ada keputusan penting di Swiss yang bisa diambil tanpa melalui referendum, bukannya pemilu biasa.
Demokrasi yang sekarang ini bukanlah demokrasi yang sejati. Sebagai contoh, jika Presiden Bush ingin berperang dengan Irak, tak ada hal yang bisa dilakukan oleh rakyat Amerika untuk mencegahnya karena dia adalah panglima tertinggi. Dia melibatkan bangsanya untuk berperang bahkan sekalipun sebagian besar rakyat tidak setuju. Itulah demokrasi sekarang ini. Dan di Spanyol, mayoritas menentang keterlibatan Spanyol di dalam perang Irak, namun tak ada pengaruhnya. Pemerintah yang terpilih secara demokratis, tetap saja membawa bangsanya ke dalam perang. Tentu saja, pemerintahan yang memutuskan untuk terlibat dalam perang ini kemudian kalah dalam pemilu berikutnya. Sebuah negara demokratis secara terang-terangan bertindak melawan kehendak rakyat karena konstitusi mengijinkan mereka berbuat demikian. Hal yang sama juga terjadi di Itali, dan di negara-negara Eropa lainnya. Rakyat tidak menginginkan perang, akan tetapi pemerintah membawa mereka masuk ke dalam perang. Itulah hal yang dikerjakan oleh pemerintah yang terpilih secara demokratis.
Dan jangan pernah lupa bahwa tiran yang terburuk, diktator yang paling kejam memperoleh jalan menuju kekuasaan melalui demokrasi. Anda tahu siapa dia? Hitler. Hitler terpilih secara demokratis. Demokrasilah yang membawa partai Nazi kepada kekuasaan, ini menunjukkan betapa rawannya demokrasi. Demokrasi yang akhirnya mengakibatkan kematian jutaan orang dalam perang besar. Rusia kehilangan 20 jutaan rakyatnya dan di seluruh Eropa, sekitar 40 jutaan jiwa melayang karena demokrasi telah memilih satu orang ini ke kursi kekuasaan. Tak ada orang yang bisa membantah hal itu. Ini adalah fakta sejarah. Itulah hal yang bisa dilakukan oleh demokrasi.
Namun ketika berada di Swiss, saya menyaksikan demokrasi yang sejati. Swiss adalah negeri yang indah. Jika Anda ingin menyingkirkan theokrasi dan memakai demokrasi, inilah contoh terbaik yang Anda miliki. Anda tidak akan pernah harus menerima keputusan yang tidak Anda kehendaki tetapi hendak dipaksakan oleh pemerintah yang telah Anda pilih secara demokratis. Rakyatlah yang menentukan tindakan apa yang perlu diambil secara politis. Swiss adalah salah satu surga dunia.
Paman saya tinggal di Swiss. Saya melihat di dalam kehidupannya hal yang terbaik yang bisa ditawarkan oleh dunia. Paman saya adalah seorang manajer penjualan yang sukses dan di usianya yang ke-50, dia pensiun sebagai orang yang sangat kaya. Dia merasa sudah saatnya pensiun. Katanya, "Baiklah, sudah cukup banyak uang yang aku kumpulkan. Aku akan berhenti di titik di mana aku masih cukup muda dan kuat untuk menikmati hidup ini." dia sangat sehat dan kuat. Sekarang usianya 90 tahun tetapi masih juga sangat sehat dan kuat. Dia sudah menikmati hidup ini sampai sekitar 40 tahun. Tidakkah Anda menginginkan hal itu? Anda sudah memiliki uang yang Anda inginkan. Anda bisa membeli apapun yang Anda mau, pergi ke mana saja, melakukan apa saja karena kesehatan Anda memungkinkan untuk itu dan uang Anda juga memungkinkannya. Oh, sungguh hidup yang indah! Namun paman saya yang terkasih itu tidak pernah punya selera terhadap perkara rohani. Dia punya agama dan itu sudah cukup buatnya. Dia ada kalanya akan ke misa. Ia memberi takaran secukupnya buat agama. Kejarlah dunia dan hadirilah ibadah di gereja dari waktu ke waktu. Begitulah caranya. Anda tidak butuh visi apapun. Akan tetapi, tanpa visi umat mati. Secara rohani, Anda tidak punya apa-apa!
SELESAI
BIARLAH ROHMU MENYALA-NYALA DAN LAYANILAH TUHAN
Renungkan kata demi kata, baca berulag-ulang hingga mengerti dan meresap :
1. Anda adalah gembala domba anak, ahli bangunan jiwa anaka dan seniman anak.
2. anda pasti berhasil dalam mendidik anak ini langkah/kunci awal sebagai hamba Tuhan yang berhasil.
3. kelak dihadapan lautan manusia, Yesus Tuhan manganugrahi mahkota kemuliaan dan kebesaran pada anda. Anda adalah anak Raja segala Raja yang memerintah bersama Dia.
4. Yesus tak ingin anda sekarang langsung kesorga, sebab Yesus langsung memberi perintah, mengutus dan menugaskan anda untuk :
a. Membalut hati anak-anak yang terluka / pahit
b. Sahabat pribadi anak / anka yang kesepian
c. Mendidikanak agar punya masa depan / harapan
d. Merawat dan melepaskan anak dari kehancuran, keputus-asaan dan neraka
Anda harus sadar dan insaf, panggilan Tuhan dalam diri anda sebagai pahalawan perang Tuhan, bukan karena/ oleh manusia, Yesuslah yang melantik anda.
5. Anda harus membalas kebaikan Tuhan, walaupun tak seberapa inilah yang bisa dilakukan. Tuhan bangga pada anda
6. Anda adalah penentudan pengukir sejarah anak didik anda.
7. Pada saat penghakiman setiap darah / jiwa yang terhilang / neraka. Allah akan mempertanggung jawaban. Dipastikan anda akan mendidik anak anda dengan maksimal dan memberikan makanan Rohani yang terbaik.
8. Anda pasti tidak ingin didunia sukses dan memiliki segalanya tapi disorga anda hanya seperti puntung yang ditarik dari api akibat didikan yang sembrono / setengah hati.
9. anda mengalami masa lalu yang rusak, kelam dan berantakan. Sebagai mantan anak serekan nasib, pasti kasihan / prihatin pada anak agar bisa bangkit dari keterpurukan ( dipulihkan ). Anda adalah cahaya dilorong yang gelap, menyinarkan kemuliaan Yesus, atau hidup anda dan keluarga begitu baik dan akrab, anda rindu pasti menjadi saluran berkat Tuhan membagikan pengalaman dan sukacita kepada anak-anak. Melihat anda seperti melihat Yesus.
10. jika tiada orang diutus / terbeban untuk anda dan keluarga, anda dan keluarga pasti masuk neraka. Sekarang anda sekeluarga memperoleh surga, sebab itu anda pasti menggantikan / membalas dan meneruskan / estapet pelayanan orang itu.
11. anda pasti menggunakan talenta dan meningkatkan lalu mendapat upah dibumi mapun disorga, bukan mengubur lalu dihukum (menutup berkat sendiri).
12. anda pasti akan memperluas visi kerajaan Allahisme dibumi ini, karena anda bukan penonton, anda adalah bintang pemain lapangan.
13. - Tujuan tertinggi adalah tujuan yang kekal dan abadi disurga tanpa ada perubahan lagi.
- Kesuksesan tertinggi anda menjadi anak seperti emas2 dan permata2 hasil dari pengujian api. Karena anda melayani dengan penuh kasih ketulusan, keikhlasan, dan beban dari Tuhan.
14. suatu hari nanti anak didik anda sebagian pasti menjadi aktivis / hamba Tuhan, jika jatuh pasti bangkit lagi, jika pergi meninggalkan pasti balik lagi, mereka akan mengingat dan mengatakan anda adalah orang yang berjasa, bapa rohani mereka.
15. anda mempunyai pengaruh dasyat pada millennium ini karena anda adalah pakar / utama dalam MLM (multi level marketing) Tuhan. Pelayanan anda pada anak-anak tidak akan sia-sia malah akan berbuah dimasa yang akan datang (regensi) Lalu anda akan bahagia dan bangga, inilah yang dinamakan kesuksesan.
16. seorang anak adalah jemaat yang setia dan dewasa / tentara Allah disepuluh tahun mendatang. Untuk menjangkau sanak saudaranya / kawan-kawannya / tetangganya agar bertumbuh imannya dan memuridkan / komsel lain.
17. anda pasti rindu mengorbarkan / menyebarkan visi pewahyuan kerajaan Allah-isme dibumi ini untuk melawan pengaruh / urapan setan (ajaran-ajaran sesat penyembahan berhala, 666, komunis, dll) karena doktrin dan gerakan kita dan lawan beroposisi makin dasyat diakhir zaman).
18. dengan belajar mendidik dan menyelamatkan / memulihkan anak berarti belajar mendidik / menyelamatkan / memulihkan diri, keluarga dan saudara dalam arti memperbaharui dari hari ke hari karena api itu akan menjalar / membakar dan menembus atmosfir / tembok-tembok keluarga / greja / tritorial.
19. - jangan berkecil hati lewat diri anda akan terjadi kesatuan hati dan kebangunan rohani di greja / keluarga . anda pasti memenangkan peperangan / pertempuran rohani di alam roh ini. Merebut dan memenangkan jiwa-jiwa dari cengkraman iblis / neraka . sehingga malaikat sorga bersorak-sorai
- memang dialam nyata kelihatannya normal, dan biasa saja tapi dalam roh terjadi peperangan / perebutan dasyat antara hidup dan mati seseorang / anak apa kita tahu , tidak mau tah atau lupa.
- Keputusan anda adalah apa / anak yang terikat / terlepas dari surga akan terikat / terlepas dibumi, apa / anak yang anda ikat / terlepas dibumi akan terikat / terlepas disurga . inilah kuasa yang diberikan Yesus kepada anda.
- Apakah ini playanan yang main-main, tidak bukan ? jangan jadi korban kedegilan ingat anda menyatu dengan kasih Yesus menyatu dengan anda.
20. – dengan kesedihan yang mendalam dan hati yang hancur anda pasti begitu menyesal dan prihatin melihat kehancuran hidup anak-anak didunia, terus menderita dibakar, terus menderita dibakar hidup-hidup dan kekekalan. Disurga saat penghakiman selama beberapa saat anda akan merasakan ini begitu menyakitkanseolah-olah lebih dari neraka. Bayangkan lazarus dipangkuan Abraham dan seorang kaya itu dah terlambat. Anak didik anda adalahanda, belahan jiwa anda. Dengan kesadaran ini pelayanan anda akan berhasil tidak kehabisan ide, jenuh / bosan. Ada semangat / kekuatan baru.
- dengan ini anda akan menemukan dan mengalami arti sukacit, makna hidup dan kebahgiaan sejati yang akan menyehatkan rohania anda , pertumbuhan rohani yang akan meningkatkan dan kuat penuh kasih dan kuasa.
21. anda akan bergantung hadirat Tuhan karena pelayanan tanpa hadirat Tuhan (berdoa, merenungkan firman Tuhan ) adalah sia-sia, berdoa dan baca alkitab tanpa pelayanan adalah percuma contohnya :
contoh ke I : berbicara pelayanan
ingat perumpamaan talenta ?
sihamba 1 talenta ini, tidak mengembangkan talentanya malah menguburnya, setidaknya talentanya itu diberikan ke orang lain yang mampu seharusnya orang lain bisa menikmati keselamatan hasil talentanya.tiada inisiatif maupun usaha untuk melayani. Hamba ini penakut , malas , jahat menghakimi dan egois. Hanya ingin dirinya sendiri yang selamat.
Contoh ke II : berbicara hubungan pribadi (hadirat Allah)
Bukan orang2 yang berseru2 kepada Ku yang akan selamat, perumpamaan ini menggambarkan orang yang mempunyai hubungan kerja / pelayanan tuan dan hamba tapi tidak mempunyai hubungan pribadi antara anak dan bapa sehingga mereka percaya melalui bibir saja tidak mengakui ( ragu-ragu / setengah-setengah ) dalam hatinya.
22. banyak contoh dialkitab dan dizaman sekarang bahwa hadirat Allah dan pelayanan + perpuluhan kunci rahasia kekayaan / tahta / kesuksesan / kelimpahan / kepenuhan dan kepuasan / kenikmatan. Yang menjadikan dirinya miskin segalanya karena ia membatasi Allah lewat ucapan, pola pikir , iman dan tindakanya yang miskin. Karena yang selalu diucapkan dan dipikirkan dan diyakini pasti akan dilakukan dan terjadi, membatasi Allah adalah dosa kita adalah anak raja segala Raja. Kita memiliki hak-hak / berkat / fasilitas sebagai anak Raja dalam hubungan pribadi ( hadirat Tuhan ) bapa dan anak . kita juga adalah hamba yang tak punya hak-hak dan bukan apa-apa / siapa-siapa dalam hubungan kerja.inilah perasaan kenikmatan kasih yagn mengalahkan kesiksaan martir. Secara rohani anda adalah pengelola / titpan Allah , Allah adalah pemiliknya. Tolong jangan punya pikiran yang sempit.
23. carilah kerajaan surga ;
Renungkan kata demi kata, baca berulag-ulang hingga mengerti dan meresap :
1. Anda adalah gembala domba anak, ahli bangunan jiwa anaka dan seniman anak.
2. anda pasti berhasil dalam mendidik anak ini langkah/kunci awal sebagai hamba Tuhan yang berhasil.
3. kelak dihadapan lautan manusia, Yesus Tuhan manganugrahi mahkota kemuliaan dan kebesaran pada anda. Anda adalah anak Raja segala Raja yang memerintah bersama Dia.
4. Yesus tak ingin anda sekarang langsung kesorga, sebab Yesus langsung memberi perintah, mengutus dan menugaskan anda untuk :
a. Membalut hati anak-anak yang terluka / pahit
b. Sahabat pribadi anak / anka yang kesepian
c. Mendidikanak agar punya masa depan / harapan
d. Merawat dan melepaskan anak dari kehancuran, keputus-asaan dan neraka
Anda harus sadar dan insaf, panggilan Tuhan dalam diri anda sebagai pahalawan perang Tuhan, bukan karena/ oleh manusia, Yesuslah yang melantik anda.
5. Anda harus membalas kebaikan Tuhan, walaupun tak seberapa inilah yang bisa dilakukan. Tuhan bangga pada anda
6. Anda adalah penentudan pengukir sejarah anak didik anda.
7. Pada saat penghakiman setiap darah / jiwa yang terhilang / neraka. Allah akan mempertanggung jawaban. Dipastikan anda akan mendidik anak anda dengan maksimal dan memberikan makanan Rohani yang terbaik.
8. Anda pasti tidak ingin didunia sukses dan memiliki segalanya tapi disorga anda hanya seperti puntung yang ditarik dari api akibat didikan yang sembrono / setengah hati.
9. anda mengalami masa lalu yang rusak, kelam dan berantakan. Sebagai mantan anak serekan nasib, pasti kasihan / prihatin pada anak agar bisa bangkit dari keterpurukan ( dipulihkan ). Anda adalah cahaya dilorong yang gelap, menyinarkan kemuliaan Yesus, atau hidup anda dan keluarga begitu baik dan akrab, anda rindu pasti menjadi saluran berkat Tuhan membagikan pengalaman dan sukacita kepada anak-anak. Melihat anda seperti melihat Yesus.
10. jika tiada orang diutus / terbeban untuk anda dan keluarga, anda dan keluarga pasti masuk neraka. Sekarang anda sekeluarga memperoleh surga, sebab itu anda pasti menggantikan / membalas dan meneruskan / estapet pelayanan orang itu.
11. anda pasti menggunakan talenta dan meningkatkan lalu mendapat upah dibumi mapun disorga, bukan mengubur lalu dihukum (menutup berkat sendiri).
12. anda pasti akan memperluas visi kerajaan Allahisme dibumi ini, karena anda bukan penonton, anda adalah bintang pemain lapangan.
13. - Tujuan tertinggi adalah tujuan yang kekal dan abadi disurga tanpa ada perubahan lagi.
- Kesuksesan tertinggi anda menjadi anak seperti emas2 dan permata2 hasil dari pengujian api. Karena anda melayani dengan penuh kasih ketulusan, keikhlasan, dan beban dari Tuhan.
14. suatu hari nanti anak didik anda sebagian pasti menjadi aktivis / hamba Tuhan, jika jatuh pasti bangkit lagi, jika pergi meninggalkan pasti balik lagi, mereka akan mengingat dan mengatakan anda adalah orang yang berjasa, bapa rohani mereka.
15. anda mempunyai pengaruh dasyat pada millennium ini karena anda adalah pakar / utama dalam MLM (multi level marketing) Tuhan. Pelayanan anda pada anak-anak tidak akan sia-sia malah akan berbuah dimasa yang akan datang (regensi) Lalu anda akan bahagia dan bangga, inilah yang dinamakan kesuksesan.
16. seorang anak adalah jemaat yang setia dan dewasa / tentara Allah disepuluh tahun mendatang. Untuk menjangkau sanak saudaranya / kawan-kawannya / tetangganya agar bertumbuh imannya dan memuridkan / komsel lain.
17. anda pasti rindu mengorbarkan / menyebarkan visi pewahyuan kerajaan Allah-isme dibumi ini untuk melawan pengaruh / urapan setan (ajaran-ajaran sesat penyembahan berhala, 666, komunis, dll) karena doktrin dan gerakan kita dan lawan beroposisi makin dasyat diakhir zaman).
18. dengan belajar mendidik dan menyelamatkan / memulihkan anak berarti belajar mendidik / menyelamatkan / memulihkan diri, keluarga dan saudara dalam arti memperbaharui dari hari ke hari karena api itu akan menjalar / membakar dan menembus atmosfir / tembok-tembok keluarga / greja / tritorial.
19. - jangan berkecil hati lewat diri anda akan terjadi kesatuan hati dan kebangunan rohani di greja / keluarga . anda pasti memenangkan peperangan / pertempuran rohani di alam roh ini. Merebut dan memenangkan jiwa-jiwa dari cengkraman iblis / neraka . sehingga malaikat sorga bersorak-sorai
- memang dialam nyata kelihatannya normal, dan biasa saja tapi dalam roh terjadi peperangan / perebutan dasyat antara hidup dan mati seseorang / anak apa kita tahu , tidak mau tah atau lupa.
- Keputusan anda adalah apa / anak yang terikat / terlepas dari surga akan terikat / terlepas dibumi, apa / anak yang anda ikat / terlepas dibumi akan terikat / terlepas disurga . inilah kuasa yang diberikan Yesus kepada anda.
- Apakah ini playanan yang main-main, tidak bukan ? jangan jadi korban kedegilan ingat anda menyatu dengan kasih Yesus menyatu dengan anda.
20. – dengan kesedihan yang mendalam dan hati yang hancur anda pasti begitu menyesal dan prihatin melihat kehancuran hidup anak-anak didunia, terus menderita dibakar, terus menderita dibakar hidup-hidup dan kekekalan. Disurga saat penghakiman selama beberapa saat anda akan merasakan ini begitu menyakitkanseolah-olah lebih dari neraka. Bayangkan lazarus dipangkuan Abraham dan seorang kaya itu dah terlambat. Anak didik anda adalahanda, belahan jiwa anda. Dengan kesadaran ini pelayanan anda akan berhasil tidak kehabisan ide, jenuh / bosan. Ada semangat / kekuatan baru.
- dengan ini anda akan menemukan dan mengalami arti sukacit, makna hidup dan kebahgiaan sejati yang akan menyehatkan rohania anda , pertumbuhan rohani yang akan meningkatkan dan kuat penuh kasih dan kuasa.
21. anda akan bergantung hadirat Tuhan karena pelayanan tanpa hadirat Tuhan (berdoa, merenungkan firman Tuhan ) adalah sia-sia, berdoa dan baca alkitab tanpa pelayanan adalah percuma contohnya :
contoh ke I : berbicara pelayanan
ingat perumpamaan talenta ?
sihamba 1 talenta ini, tidak mengembangkan talentanya malah menguburnya, setidaknya talentanya itu diberikan ke orang lain yang mampu seharusnya orang lain bisa menikmati keselamatan hasil talentanya.tiada inisiatif maupun usaha untuk melayani. Hamba ini penakut , malas , jahat menghakimi dan egois. Hanya ingin dirinya sendiri yang selamat.
Contoh ke II : berbicara hubungan pribadi (hadirat Allah)
Bukan orang2 yang berseru2 kepada Ku yang akan selamat, perumpamaan ini menggambarkan orang yang mempunyai hubungan kerja / pelayanan tuan dan hamba tapi tidak mempunyai hubungan pribadi antara anak dan bapa sehingga mereka percaya melalui bibir saja tidak mengakui ( ragu-ragu / setengah-setengah ) dalam hatinya.
22. banyak contoh dialkitab dan dizaman sekarang bahwa hadirat Allah dan pelayanan + perpuluhan kunci rahasia kekayaan / tahta / kesuksesan / kelimpahan / kepenuhan dan kepuasan / kenikmatan. Yang menjadikan dirinya miskin segalanya karena ia membatasi Allah lewat ucapan, pola pikir , iman dan tindakanya yang miskin. Karena yang selalu diucapkan dan dipikirkan dan diyakini pasti akan dilakukan dan terjadi, membatasi Allah adalah dosa kita adalah anak raja segala Raja. Kita memiliki hak-hak / berkat / fasilitas sebagai anak Raja dalam hubungan pribadi ( hadirat Tuhan ) bapa dan anak . kita juga adalah hamba yang tak punya hak-hak dan bukan apa-apa / siapa-siapa dalam hubungan kerja.inilah perasaan kenikmatan kasih yagn mengalahkan kesiksaan martir. Secara rohani anda adalah pengelola / titpan Allah , Allah adalah pemiliknya. Tolong jangan punya pikiran yang sempit.
23. carilah kerajaan surga ;
Selasa, 24 Agustus 2010
Kerajaan Allah 2
Hidup dalam Kerajaan ALlah

Kerajaan Allah adalah topik utama yang dikotbahkan oleh Yesus ketika Ia berada di dunia 2000 tahun lalu. Hari-hari terakhir ini, orang Kristen lebih banyak berfokus kepada Injil Keselamatan, dan bukan Injil Kerajaan. Injil Keselamatan hanya menyentuh manusia, tetapi Injil Kerajaan mencakup keseluruhan hidup manusia dalam kaitan dengan Kerajaan Allah. Karena Injil Kerajaan menyatakan otoritas kerajaan Kristus atas KOTA-KOTA dan BANGSA-BANGSA.
Mengapa banyak orang percaya yang berada dalam Kerajaan Allah, tetapi tidak MENGALAMI KENYATAAN-KENYATAAN KERAJAAN ALLAH. Karena mereka belum “melihat” Kerajaan Allah. Yesus menjelaskan bahwa kalau seseorang dilahirkan kembali, ia akan MELIHAT KERAJAAN ALLAH(Yoh 3:3). Mengapa? Karena:
Mengapa banyak orang percaya yang berada dalam Kerajaan Allah, tetapi tidak MENGALAMI KENYATAAN-KENYATAAN KERAJAAN ALLAH. Karena mereka belum “melihat” Kerajaan Allah. Yesus menjelaskan bahwa kalau seseorang dilahirkan kembali, ia akan MELIHAT KERAJAAN ALLAH(Yoh 3:3). Mengapa? Karena:
- Pada saat Kerajaan Allah datang, maka setan diusir(Matius 12:28).
- Kristus datang sebagai raja untuk menghancurkan perbuatan-perbuatan Iblis, yaitu dosa dan segala ikatannya(I Yoh 3:8).
- Pada saat Kerajaan Allah datang, maka manusia dikuasai oleh KEBENARAN, DAMAI, dan SUKACITA. Akibatnya manusia dibebaskan dari segala problem dan penyakit emosional yang mengikatnya(Roma 14:17).
- Pada saat kita hidup di dalam Kerajaan Allah, maka kita akan menjadi terang dan garam bagi sekitar kita(Matius 5:13-16).
3 PRIORITAS UTAMA KERAJAAN ALLAH
Dalam Doa Bapa Kami, Allah menyatakan bahwa prioritas utama Allah adalah DATANGNYA KERAJAAN ALLAH ke bumi ini. Apakah artinya? Kita disuruh berdoa untuk Kerajaan Allah yang sudah datang dan akan datang. Kerajaan Allah sudah datang dan ada di tengah-tengah kita(Luk 17:20).
Kerajaan Allah datang kepada kita kalau kita membiarkan pemerintahanNya bekerja atas hidup kita. Bagaimana pemerintahan Allah dapat bekerja atas diri kita? Yaitu jika kita berdoa, “Jadilah kehendakMu di bumi seperti di Surga.” Memang kehendak Tuhan itu banyak yang harus terjadi di bumi.Tetapi di dalam hidup kita, Allah ingin agar ada 3 kehendak di surga itu harus terjadi di dalam hidup kita.
Kerajaan Allah datang kepada kita kalau kita membiarkan pemerintahanNya bekerja atas hidup kita. Bagaimana pemerintahan Allah dapat bekerja atas diri kita? Yaitu jika kita berdoa, “Jadilah kehendakMu di bumi seperti di Surga.” Memang kehendak Tuhan itu banyak yang harus terjadi di bumi.Tetapi di dalam hidup kita, Allah ingin agar ada 3 kehendak di surga itu harus terjadi di dalam hidup kita.
1. KEHENDAK ALLAH ATAS KEHIDUPAN JASMANI / MATERI
“Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,”(Mat 6:11). Adalah kehendak Tuhan untuk memberkati hidup kita secara jasmani / materi. Bapa kita peduli akan segala kebutuhan-kebutuhan hidup kita. Mengapa? Karena di surga tidak ada kelaparan. Jadi berdoa bukanlah meminta sesuatu yang belum ada supaya terjadi. Berdoa adalah mendatangkan apa yang sudah ada di surga ke bumi, yakni dengan mendatangkan kehendak dari Kerajaan Allah untuk terjadi di bumi.
“Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,”(Mat 6:11). Adalah kehendak Tuhan untuk memberkati hidup kita secara jasmani / materi. Bapa kita peduli akan segala kebutuhan-kebutuhan hidup kita. Mengapa? Karena di surga tidak ada kelaparan. Jadi berdoa bukanlah meminta sesuatu yang belum ada supaya terjadi. Berdoa adalah mendatangkan apa yang sudah ada di surga ke bumi, yakni dengan mendatangkan kehendak dari Kerajaan Allah untuk terjadi di bumi.
2. KEHENDAK ALLAH ATAS KEHIDUPAN SOSIAL
“Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;”(Mat 6:12). Apakah kehendak Tuhan untuk kehidupan sosial kita? Allah ingin agar kita dapat membangun hubungan. Di surga tidak ada hubungan yang terputus. Allah ingin agar kita memiliki hubungan yang baik di dalam keluarga, gereja dan masyarakat.
“Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;”(Mat 6:12). Apakah kehendak Tuhan untuk kehidupan sosial kita? Allah ingin agar kita dapat membangun hubungan. Di surga tidak ada hubungan yang terputus. Allah ingin agar kita memiliki hubungan yang baik di dalam keluarga, gereja dan masyarakat.
3. KEHENDAK ALLAH ATAS KEHIDUPAN ROHANI “Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat,”(Mat 6:13a). Di surga tidak ada pencobaan, dosa dan pekerjaan-pekerjaan iblis. Jadi, adalah kehendak Allah agar kita terbebas dari ikatan-ikatan tersebut. Bagaimanakah caranya? Kita harus memahami bahwa pencobaan bukanlah berasal dari Tuhan, tetapi berasal dari keinginan-keinginan kita(Yak 1:12-14).
Jadi jika kita ingin terbebas dari pencobaan, maka kita perlu berdoa agar kita dapat menyangkal diri dan memikul salib setiap hari. Pencobaan terjadi dan kita jatuh bila
Jadi jika kita ingin terbebas dari pencobaan, maka kita perlu berdoa agar kita dapat menyangkal diri dan memikul salib setiap hari. Pencobaan terjadi dan kita jatuh bila
(a). Kita dipromosikan di posisi yang melebihi kemampuan karakter kita.
(b). Tidak menggunakan jalan keluar yang disediakan oleh Tuhan dalam setiap pencobaan (1 Kor 10:13). Contohnya: melarikan diri dari dosa seksual.(1 Kor 6:18; 2 Tim 2:22).
Jadi, kita harus selalu berdoa, sebelum pencobaan datang. Yesus berdoa di taman Getsemani sebelum Ia menghadapi pencobaan di sana. Yesus menang, sebab melalui doa tersebut Bapa memberi kekuatan pada Dia untuk MENYERAHKAN KEINGINANNYA. Ia berkata: “Jadilah KehendakMu”(Matius 26:42).
Itulah sebabnya Yesus mengajar pada kita untuk “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah,”(Mat 26:41). Hidup dalam Kerajaan Allah adalah hidup yang menyerah kepada kedaulatan yang mutlak dari Raja kita. Raja kitalah yang memiliki Kerajaan, kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Artinya kita harus menyerah kepada kehendakNya, walaupun terjadi hal-hal yang berbeda dengan apa yang kita harapkan. Kita percaya bahwa, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah,”(Rom 8:28).
Kerajaan Allah
KERAJAAN ALLAH DAN KERAJAAN SORGA
"Kerajaan Allah" (Yunani: η βασιλεια του θεου - hê basileia tou theou) dan "Kerajaan Sorga" atau "Kerajaan Langit" (Yunani: η βασιλεια των ουρανων - hê basileia tôn ouranôn), menggambarkan suatu gagasan yang sama.
Istilah "Kerajaan Sorga" (harfiah: Kerajaan Langit, Yunani: η βασιλεια των ουρανων - hê basileia tôn ouranôn) hanya ada di Injil Matius, tidak akan ditemukan di bagian Alkitab lainnya. Bagi orang Yahudi kata "Allah" sangat sakral untuk digunakan sembarangan atau terlalu sering. Matius yang menulis kepada orang Yahudi, itulah yang menyebabkan ia lebih sering memakai istilah "Kerajaan Sorga" (Kerajaan Langit), sedikit sekali menggunakan istilah "Kerajaan Allah".
Sebaliknya Markus dan Lukas tidak pernah menggunakan istilah "Kerajaan Sorga". Kedua penulis ini memakai istilah "Kerajaan Allah", artinya sama dengan "Kerajaan Sorga", tapi lebih gampang dimengerti oleh non-Yahudi. Pemakaian istilah "Kerajaan Sorga" oleh Matius disebabkan kecenderungan Yahudi tidak mau menyebut langsung nama Allah.
Tidak ada perbedaan arti antara dua istilah ini, sebagai contoh:
* Matius 5:3 LAI TB, Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. KJV, Blessed are the poor in spirit: for theirs is the kingdom of heaven. TR, μακαριοι οι πτωχοι τω πνευματι οτι αυτων εστιν η βασιλεια των ουρανωνTranslit interlinear, Makarioi {yang diberkatilah} hoi {orang-orang yang} ptôkhoi {(tahu dirinya) miskin } tô pneumati {dalam roh} hoti {karena} autôn {punya mereka} estin {adalah} hê basileia {Kerajaan} tôn ouranôn {Langit/ Surga}
* Lukas 6:20 LAI TB, Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.KJV, And he lifted up his eyes on his disciples, and said, Blessed be ye poor: for yours is the kingdom of God. TR, και αυτος επαρας τους οφθαλμους αυτου εις τους μαθητας αυτου ελεγεν μακαριοι οι πτωχοι οτι υμετερα εστιν η βασιλεια του θεουTranslit interlinear, kai {lalu} autos {Ia} eparas {mengarahkan} tous ophthalmous {mata} autou {-Nya} eis {kepada} tous mathêtas {murid-murid} autou {-Nya} elegen {berkata} makarioi {yang diberkatilah} hoi {kamu/ orang-orang yang} ptôkhoi {miskin} hoti {karena} humetera estin {yang empunya} hê basileia {Kerajaan} tou theou {Allah}
Bandingkan pula kesejajaran antara "Kerajaan Sorga" menurut Matius, dengan "Kerajaan Allah" menurut Markus dan Lukas, misalnya Matius 4:17 dengan Markus 1:15; Matius 8:11 dengan Lukas 13:29; Matius 13:11 dengan Markus 4:11 dan Lukas 8:10; dan masih banyak lagi.
Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga itu ada di sorga, ada di dunia, bahkan ada di dalam diri manusia tertentu.
* Matius 12:28 LAI TB, Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.TR, ει δε εγω εν πνευματι θεου εκβαλλω τα δαιμονια αρα εφθασεν εφ υμας η βασιλεια του θεουTranslit, ei de egô en pneumati theou ekballô ta daimonia ara ephthasen eph humas hê basileia tou theou"
* Lukas 17:21 LAI TB, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.TR, ουδε ερουσιν ιδου ωδε η ιδου εκει ιδου γαρ η βασιλεια του θεου εντος υμων εστινTranslit, oude erousin idou ôde hê idou ekei idou gar hê basileia tou theou entos humôn estin
Dalam Perjanjian Lama istilah ini tidak pernah muncul, selain dari ke-3 Injil Matius, Markus dan Lukas. Ini menunjukkan betapa pentingnya peranan thema Kerajaan Allah dalam ajaran Tuhan Yesus sendiri. Kepada kita diajarkan bahwa Kerajaan Allah merupakan berita Injil :
* Markus 1:15 LAI TB, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!TR, και λεγων οτι πεπληρωται ο καιρος και ηγγικεν η βασιλεια του θεου μετανοειτε και πιστευετε εν τω ευαγγελιωTranslit, kai legôn hoti peplêrôtai ho kairos kai êggiken hê basileia tou theou metanoeite kai pisteuete en tô euaggeliô
Dan ketika para murid diutus untuk pertama kalinya, yang harus mereka beritakan adalah perihal “Kerajaan Allah” :
* Lukas 9:2 LAI TB, Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang,TR, και απεστειλεν αυτους κηρυσσειν την βασιλειαν του θεου και ιασθαι τους ασθενουνταςTranslit, kai apesteilen autous kêrussein tên basileian tou theou kai iasthai tous asthenountas
* Lukas 10:9-11
10:9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
10:10 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah:
10:11 LAI TB, Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.
[/color]TR, και τον κονιορτον τον κολληθεντα ημιν εκ της πολεως υμων απομασσομεθα υμιν πλην τουτο γινωσκετε οτι ηγγικεν εφ υμας η βασιλεια του θεουTranslit, kai ton koniorton ton kollêthenta hêmin ek tês poleôs humôn apomassometha humin plên touto ginôskete hoti êggiken eph humas hê basileia tou theou
ARTI "KERAJAAN"
Tuhan Yesus sengaja tidak pernah mendefinisikan secara gamblang apa yang dimaksudkanNya dengan “Kerajaan Allah”. Tetapi, ketika dihadapan Pontius Pilatus, sebagai jawaban ketika Ia dituduh sebagai pemberontak. Tuhan Yesus menjawabnya dengan cermat menyatakan maksudNya bukan untuk memiliki daerah kekuasaan yang bersifat fana didunia ini : "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." (Yohanes 18:36).
Kerajaan Allah dalam Alkitab pada umumnya berarti : Allah yang aktif memerintah di dunia. Kadang-kadang Tuhan Yesus mengatakan tentang “memasuki” Kerajaan Allah, adalah sama halnya kita memasuki sebuah negara, misalnya dalam ayat ini :
* Markus 10:23 LAI TB, Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.TR, και περιβλεψαμενος ο ιησους λεγει τοις μαθηταις αυτου πως δυσκολως οι τα χρηματα εχοντες εις την βασιλειαν του θεου εισελευσονταιTranslit, kai periblepsamenos ho iêsous legei tois mathêtais autou pôs duskolôs hoi ta khrêmata ekhontes eis tên basileian tou theou eiseleusontai
Tetapi, gagasan dibalik kata yang dipergunakanNya jauh lebih berarti “pemerintahan” ketimbang “kerajaan”. Barangkali dalam Doa Bapa Kami, ada definisi yang boleh dikatakan tepat, yaitu ketika datangnya Kerajaan Allah dipersamakan dengan melakukan kehendakNya. Dimana kehendak Allah dilakukan dengan ketaatan yang sempurna, disinilah arti yang menurut Perjanjian Baru (PB), Kerajaan Allah dinyatakan.
Walaupun para penulis Perjanjian Lama (PL) tidak menggunakan istilah “Kerajaan Allah”, mereka dengan penuh harapan menantikan Hari yang besar itu, yakni saat YHVH akan memperlihatkan kemuliaanNya secara dramatis sehingga semua orang akan mengakui pemerintahanNya:
* Yesaya 24:23 LAI TB, Bulan purnama akan tersipu-sipu, dan matahari terik akan mendapat malu, sebab TUHAN semesta alam akan memerintah di gunung Sion dan di Yerusalem, dan Ia akan menunjukkan kemuliaan-Nya di depan tua-tua umat-Nya. Hebrew,
וְחָפְרָה הַלְּבָנָה וּבֹושָׁה הַחַמָּה כִּי־מָלַךְ יְהוָה צְבָאֹות בְּהַר צִיֹּון וּבִירוּשָׁלִַם וְנֶגֶד זְקֵנָיו כָּבֹוד׃ פTranslit, VEKHAFRAH HALEVANAH UVOSYAH HAKHAMAH KI-MALAKH YEHOVAH (baca: 'Adonay) TSEVA'OT BEHAR TSIYON UVIROUSHALAM VENEGED ZEKENAV KAVOD
* Zakaria 14:9
[/b] LAI TB, Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya. Hebrew,
וְהָיָה יְהוָה לְמֶלֶךְ עַל־כָּל־הָאָרֶץ בַּיֹּום הַהוּא יִהְיֶה יְהוָה אֶחָד וּשְׁמֹו אֶחָד׃Translit, VEHAYAH YEHOVAH (baca: 'Adonay) LEMELEKH 'AL-KOL-HA'ARETS BAYOM HAHU YIHYEH YEHOVAH (baca: 'Adonay) EKHAD USYEMO 'EKHAD
Pengharapan yang sangat dalam ini, baik pengharapan dalam arti luas, maupun kerinduan akan kemerdekaan negeri itu, masih terus berkobar sampai pada zaman Tuhan Yesus (Yusuf dari Arimatea, menurut Markus, adalah salah seorang yang “juga menanti-nantikan Kerajaan Allah”).
Jadi, ketika Nabi Yahya (Yohanes Pembabtis) mengatakan bahwa “Kerajaan Allah sudah dekat” (Matius 3:2), ia segera dikerumuni oleh sekumpulan orang yang dengan penuh semangat datang untuk menyaksikan kuasa Allah, yang sudah lama mereka nanti-nantikan, memerintah dalam sejarah manusia.
Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus bersama-sama memberitakan Kerajaan Sorga/ Kerajaan Allah. Dan murid-murid Yesus juga memberitakan hal yang sama:
* Matius 10:5-7
10:5. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
Matius mencatat pengajaran Tuhan Yesus semua dilandaskan, karena, dan untuk Kerajaan Sorga:
5:3. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Dalam Doa Bapa-Kami, Yesusmenegaskan bahwa Allah, Bapa kita ada di Kerajaan Sorga.
6:9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu
Dalam ayat-ayat, Yesus kembali menegaskan tantang Kerajaan Sorga :
7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
13:24. Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
KERAJAAN ALLAH - ASPEK ROHANI
Kerajaan Sorga/ Kerajaan Allah adalah satu tema yang utama di seluruh Alkitab. Allah adalah Raja dari semua raja-raja. Yesus yang kita sembah - Dia adalah Allah dan Raja dari kerajaan rohani. Di mana pemerintahan Yesus itu ada di dalam hati umat Tuhan di seluruh dunia. Jadi Kerajaan Allah tidaklah terlihat dari benda yang dibangun oleh manusia atau suatu tempat, tetapi Kerajaan Allah adalah Tuhan memerintah kerajaan-Nya di dalam hati semua umat Tuhan.
Kerajaan Allah ada di dalam kita! (Lukas 17:21). Tuhan Yesus memang tidak memerintah secara 'De Iure' dan secara 'De Facto' sebagai pemimpin suatu negara secara pengertian duniawi, misalnya menjadi Raja/Pemimpin Yudea seperti Herodes, tapi secara rohani Dia seorang Raja, Yesus Kristus. Dia Raja kita - Raja anda dan Raja saya. Kita ini rakyat-Nya, umat yang Dia perintah. Kita ini pengikut-pengikut-Nya. Dalam pemahaman ini mari kita menteladani sikap salah seorang yang disalib di sebelah Yesus: "Ya Yesus bila Engkau datang kembali sebagai Raja, ingatlah kepadaku..." Yesus menjawab: "Hari ini Engkau bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:42-43).
Hadirnya Yesus sebagai manusia memang tidak membawa kuasa duniawi/ lahiriah, sebab misi Yesus adalah misi rohani. Dia yang adalah Allah itu telah lahir ke bumi dan berkarya bagi keselamatan umat manusia yang dikasihiNya (Yohanes 3:16).
* Yohanes 3:1-6
3:1. Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.
3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."
3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
Ayat diatas menerangkan bahwa Yesus sedang bicara mengenai satu Kerajaan yang tidak nampak dengan mata. Setelah kebangkitan, Yesus ternyata masih menempatkan ‘Kerajaan Allah’ sebagai topik utama :
* Kisah 1:3 LAI TB, Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. TR, οις και παρεστησεν εαυτον ζωντα μετα το παθειν αυτον εν πολλοις τεκμηριοις δι ημερων τεσσαρακοντα οπτανομενος αυτοις και λεγων τα περι της βασιλειας του θεουTranslit, hois kai parestêsen eauton zônta meta to pathein auton en pollois tekmêriois di hêmerôn tessarakonta optanomenos autois kai legôn ta peri tês basileias tou theou
Selanjutnya, para murid Tuhan Yesus meneruskannya dalam kegiatan mereka mengabarkan Injil, Kerajaan Allah tetap menjadi topik utama.
* Kisah 8:11-12
8:11 Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya.
8:12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan
* Kisah 19:6-8
19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
19:7 Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.
19:8. Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.
KERAJAAN ALLAH – MASA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG
Khotbah pertama yang disampaikan Tuhan Yesus Kristus menggunakan kata-kata serupa yang dipakai Yohanes Pembabtis. Tetapi menurut Markus, Tuhan Yesus mengawali pemberitaanNya tentang Kerajaan Allah, yang sudah dekat itu, dengat kata-kata, “Waktunya telah genap” (Markus 1:15).
Berita mengenai penggenapan ini digemakan terus dalam kitab-kitab Injil, yaitu bahwa didalam Tuhan Yesus Kristus, Kerajaan Allah telah menjadi kenyataan yang hidup. Mujizat-mujizatNya, dan teristimewa pengusiran setan, memberi kesaksian tentang fakta bahwa Kerajaan Allah sudah datang kepada manusia (Matius 12:28 ). KhotbahNya yang disampaikan dengan otoritas yang unik merupakan bukti bahwa kerajaanNya sudah datang :
* Markus 1:27 LAI TB, Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."TR, και εθαμβηθησαν παντες ωστε συζητειν προς αυτους λεγοντας τι εστιν τουτο τις η διδαχη η καινη αυτη οτι κατ εξουσιαν και τοις πνευμασιν τοις ακαθαρτοις επιτασσει και υπακουουσιν αυτωTranslit, kai ethambêthêsan pantes hôste suzêtein pros autous legontas ti estin touto tis hê didakhê hê kainê autê hoti kat exousian kai tois pneumasin tois akathartois epitassei kai hupakouousin autô
* Matius 11:5 LAI TB, orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.TR, τυφλοι αναβλεπουσιν και χωλοι περιπατουσιν λεπροι καθαριζονται και κωφοι ακουουσιν νεκροι εγειρονται και πτωχοι ευαγγελιζονταιTranslit, tuphloi anablepousin kai khôloi peripatousin leproi katharizontai kai kôphoi akouousin nekroi egeirontai kai ptôkhoi euaggelizontai
Tuhan Yesus berkata “Kerajaan Allah ada diantara kamu” (Lukas 17:21), maka berkat-berkat Kerajaan Allah (diantaranya adalah : pengampunan, keselamatan, dan kehidupan kekal) menjadi milik yang dapat dinikmati oleh orang-orang yang percaya, yang dapat dinikmati tidak hanya pada masa yang akan datang, melainkan juga pada masa sekarang ini juga. Selama berabad-abad para nabi telah menubuatkan suatu masa Allah akan menyatakan kekuasaanNya sebagai raja diatas bumi. Nah, dalam Diri dan pelayanan Tuhan Yesus Kristuslah, masa ini telah dinyatakan.
Tuhan Yesus mengajarkan bahwa dengan kedatangan DiriNya sendiri, Kerajaan Allah itu sebenarnya sudah datang, dan juga jelas bahwa Ia memandang ke masa yang akan datang pula, saat kuasa Allah yang berdaulat penuh itu pada akhirnya tampak dengan nyata. Murid-muridNya harus berdoa begini “Datanglah KerajaanMu” dan memperlihatkan dengan waspada agar melihat “Kerajaan Allah (telah) datang dengan kuasa” (Markus 9:1, Matius 25:1). Mujizat-mujizat yang mereka lihat dilakukan oleh Tuhan Yesus – yang mereka sendiri juga lakukan dengan kekuatan Tuhan Yesus – adalah tanda yang jelas bahwa Kerajaan itu sudah ada. Tetapi peperangan dengan Iblis masih berlangsung terus dengans eru, dan tidak ada keraguan sedikitpun tentang hasil akhirnya :
* Matius 25:41 LAI TB, Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.TR, τοτε ερει και τοις εξ ευωνυμων πορευεσθε απ εμου οι κατηραμενοι εις το πυρ το αιωνιον το ητοιμασμενον τω διαβολω και τοις αγγελοις αυτουTranslit, tote erei kai tois ex euônumôn poreuesthe ap emou hoi katêramenoi eis to pur to aiônion to êtoimasmenon tô diabolô kai tois aggelois autou
Karena itu, nubuat-nubuat tentang peristiwa penggenapan yang agung di masa depan, berkaitan dengan bukti nyata tentang Kerajaan Allah yang sudah datang saat itu. Juga dari “Perumpamaan tentang Kerajaan Allah” dalam Matius 13, jelas bahwa Tuhan Yesus ingin para muridNya mengerti tentang kedua kebenaran tersebut. Benih itu sudah ditabur dan akan bertumbuh sampai puncak masa panen.
TUNTUTAN KERAJAAN ALLAH
Baik pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang, Allah yang memerintah sebagai Raja menuntut manusia untuk menyerahkan dirinya dengan penuh ketaatan. Manusia tidak dipanggil untuk membangun atau mendirikan sendiri Kerajaan itu, melainkan hanya mencarinya dan memasukinya :
* Matius 6:33 LAI TB, Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.TR, ζητειτε δε πρωτον την βασιλειαν του θεου και την δικαιοσυνην αυτου και ταυτα παντα προστεθησεται υμινTranslit, zêteite de prôton tên basileian tou theou kai tên dikaiosunên autou kai tauta panta prostethêsetai humin
* Markus 9:47 LAI TB, Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,TR, και εαν ο οφθαλμος σου σκανδαλιζη σε εκβαλε αυτον καλον σοι εστιν μονοφθαλμον εισελθειν εις την βασιλειαν του θεου η δυο οφθαλμους εχοντα βληθηναι εις την γεενναν του πυροςTranslit, kai ean ho ophthalmos sou skandalizê se ekbale auton kalon soi estin monophthalmon eiselthein eis tên basileian tou theou hê duo ophthalmous ekhonta blêthênai eis tên geennan tou puros
Standard-standard etika Kerajaan itu tinggi sekali, jauh diatas standard para ahli Taurat dan orang Farisi, tuntutannya bukan hanya pengetahuan teori semata-mata, melainkan bagaimana melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Matius 5:20 LAI TB, Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.TR, λεγω γαρ υμιν οτι εαν μη περισσευση η δικαιοσυνη υμων πλειον των γραμματεων και φαρισαιων ου μη εισελθητε εις την βασιλειαν των ουρανωνTranslit, legô gar humin hoti ean mê perisseusê hê dikaiosunê humôn pleion tôn grammateôn kai pharisaiôn ou mê eiselthête eis tên basileian tôn ouranôn
* Markus 12:32-34
32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.
* Markus 10:15 LAI TB, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.TR, αμην λεγω υμιν ος εαν μη δεξηται την βασιλειαν του θεου ως παιδιον ου μη εισελθη εις αυτηνTranslit, amên legô humin hos ean mê dexêtai tên basileian tou theou hôs paidion ou mê eiselthê eis autên
* Matius 13:44-46
44 "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
Singkatnya, untuk dapat masuk kedalam Kerajaan Allah diperlukan ketaatan mutlak seperti seorang anak kecil dan juga dituntut kesetiaan serta pengapdian mutlak seorang murid. Namun yang seharusnya diutamakan manusia adalah mematuhi ketentuan atau peraturan Allah, sebab kerajaan Allah – seperti harta yang terpendam atau mutiara yang sangat mahal harganya – adalah satu perkara yang paling berharga di dalam hidup ini, sehingga pengorbanan macam apapun pantas dilakukan untuk memperolehnya.
Amin.
"Kerajaan Allah" (Yunani: η βασιλεια του θεου - hê basileia tou theou) dan "Kerajaan Sorga" atau "Kerajaan Langit" (Yunani: η βασιλεια των ουρανων - hê basileia tôn ouranôn), menggambarkan suatu gagasan yang sama.
Istilah "Kerajaan Sorga" (harfiah: Kerajaan Langit, Yunani: η βασιλεια των ουρανων - hê basileia tôn ouranôn) hanya ada di Injil Matius, tidak akan ditemukan di bagian Alkitab lainnya. Bagi orang Yahudi kata "Allah" sangat sakral untuk digunakan sembarangan atau terlalu sering. Matius yang menulis kepada orang Yahudi, itulah yang menyebabkan ia lebih sering memakai istilah "Kerajaan Sorga" (Kerajaan Langit), sedikit sekali menggunakan istilah "Kerajaan Allah".
Sebaliknya Markus dan Lukas tidak pernah menggunakan istilah "Kerajaan Sorga". Kedua penulis ini memakai istilah "Kerajaan Allah", artinya sama dengan "Kerajaan Sorga", tapi lebih gampang dimengerti oleh non-Yahudi. Pemakaian istilah "Kerajaan Sorga" oleh Matius disebabkan kecenderungan Yahudi tidak mau menyebut langsung nama Allah.
Tidak ada perbedaan arti antara dua istilah ini, sebagai contoh:
* Matius 5:3 LAI TB, Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. KJV, Blessed are the poor in spirit: for theirs is the kingdom of heaven. TR, μακαριοι οι πτωχοι τω πνευματι οτι αυτων εστιν η βασιλεια των ουρανωνTranslit interlinear, Makarioi {yang diberkatilah} hoi {orang-orang yang} ptôkhoi {(tahu dirinya) miskin } tô pneumati {dalam roh} hoti {karena} autôn {punya mereka} estin {adalah} hê basileia {Kerajaan} tôn ouranôn {Langit/ Surga}
* Lukas 6:20 LAI TB, Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.KJV, And he lifted up his eyes on his disciples, and said, Blessed be ye poor: for yours is the kingdom of God. TR, και αυτος επαρας τους οφθαλμους αυτου εις τους μαθητας αυτου ελεγεν μακαριοι οι πτωχοι οτι υμετερα εστιν η βασιλεια του θεουTranslit interlinear, kai {lalu} autos {Ia} eparas {mengarahkan} tous ophthalmous {mata} autou {-Nya} eis {kepada} tous mathêtas {murid-murid} autou {-Nya} elegen {berkata} makarioi {yang diberkatilah} hoi {kamu/ orang-orang yang} ptôkhoi {miskin} hoti {karena} humetera estin {yang empunya} hê basileia {Kerajaan} tou theou {Allah}
Bandingkan pula kesejajaran antara "Kerajaan Sorga" menurut Matius, dengan "Kerajaan Allah" menurut Markus dan Lukas, misalnya Matius 4:17 dengan Markus 1:15; Matius 8:11 dengan Lukas 13:29; Matius 13:11 dengan Markus 4:11 dan Lukas 8:10; dan masih banyak lagi.
Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga itu ada di sorga, ada di dunia, bahkan ada di dalam diri manusia tertentu.
* Matius 12:28 LAI TB, Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.TR, ει δε εγω εν πνευματι θεου εκβαλλω τα δαιμονια αρα εφθασεν εφ υμας η βασιλεια του θεουTranslit, ei de egô en pneumati theou ekballô ta daimonia ara ephthasen eph humas hê basileia tou theou"
* Lukas 17:21 LAI TB, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.TR, ουδε ερουσιν ιδου ωδε η ιδου εκει ιδου γαρ η βασιλεια του θεου εντος υμων εστινTranslit, oude erousin idou ôde hê idou ekei idou gar hê basileia tou theou entos humôn estin
Dalam Perjanjian Lama istilah ini tidak pernah muncul, selain dari ke-3 Injil Matius, Markus dan Lukas. Ini menunjukkan betapa pentingnya peranan thema Kerajaan Allah dalam ajaran Tuhan Yesus sendiri. Kepada kita diajarkan bahwa Kerajaan Allah merupakan berita Injil :
* Markus 1:15 LAI TB, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!TR, και λεγων οτι πεπληρωται ο καιρος και ηγγικεν η βασιλεια του θεου μετανοειτε και πιστευετε εν τω ευαγγελιωTranslit, kai legôn hoti peplêrôtai ho kairos kai êggiken hê basileia tou theou metanoeite kai pisteuete en tô euaggeliô
Dan ketika para murid diutus untuk pertama kalinya, yang harus mereka beritakan adalah perihal “Kerajaan Allah” :
* Lukas 9:2 LAI TB, Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang,TR, και απεστειλεν αυτους κηρυσσειν την βασιλειαν του θεου και ιασθαι τους ασθενουνταςTranslit, kai apesteilen autous kêrussein tên basileian tou theou kai iasthai tous asthenountas
* Lukas 10:9-11
10:9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
10:10 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah:
10:11 LAI TB, Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.
[/color]TR, και τον κονιορτον τον κολληθεντα ημιν εκ της πολεως υμων απομασσομεθα υμιν πλην τουτο γινωσκετε οτι ηγγικεν εφ υμας η βασιλεια του θεουTranslit, kai ton koniorton ton kollêthenta hêmin ek tês poleôs humôn apomassometha humin plên touto ginôskete hoti êggiken eph humas hê basileia tou theou
ARTI "KERAJAAN"
Tuhan Yesus sengaja tidak pernah mendefinisikan secara gamblang apa yang dimaksudkanNya dengan “Kerajaan Allah”. Tetapi, ketika dihadapan Pontius Pilatus, sebagai jawaban ketika Ia dituduh sebagai pemberontak. Tuhan Yesus menjawabnya dengan cermat menyatakan maksudNya bukan untuk memiliki daerah kekuasaan yang bersifat fana didunia ini : "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." (Yohanes 18:36).
Kerajaan Allah dalam Alkitab pada umumnya berarti : Allah yang aktif memerintah di dunia. Kadang-kadang Tuhan Yesus mengatakan tentang “memasuki” Kerajaan Allah, adalah sama halnya kita memasuki sebuah negara, misalnya dalam ayat ini :
* Markus 10:23 LAI TB, Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.TR, και περιβλεψαμενος ο ιησους λεγει τοις μαθηταις αυτου πως δυσκολως οι τα χρηματα εχοντες εις την βασιλειαν του θεου εισελευσονταιTranslit, kai periblepsamenos ho iêsous legei tois mathêtais autou pôs duskolôs hoi ta khrêmata ekhontes eis tên basileian tou theou eiseleusontai
Tetapi, gagasan dibalik kata yang dipergunakanNya jauh lebih berarti “pemerintahan” ketimbang “kerajaan”. Barangkali dalam Doa Bapa Kami, ada definisi yang boleh dikatakan tepat, yaitu ketika datangnya Kerajaan Allah dipersamakan dengan melakukan kehendakNya. Dimana kehendak Allah dilakukan dengan ketaatan yang sempurna, disinilah arti yang menurut Perjanjian Baru (PB), Kerajaan Allah dinyatakan.
Walaupun para penulis Perjanjian Lama (PL) tidak menggunakan istilah “Kerajaan Allah”, mereka dengan penuh harapan menantikan Hari yang besar itu, yakni saat YHVH akan memperlihatkan kemuliaanNya secara dramatis sehingga semua orang akan mengakui pemerintahanNya:
* Yesaya 24:23 LAI TB, Bulan purnama akan tersipu-sipu, dan matahari terik akan mendapat malu, sebab TUHAN semesta alam akan memerintah di gunung Sion dan di Yerusalem, dan Ia akan menunjukkan kemuliaan-Nya di depan tua-tua umat-Nya. Hebrew,
וְחָפְרָה הַלְּבָנָה וּבֹושָׁה הַחַמָּה כִּי־מָלַךְ יְהוָה צְבָאֹות בְּהַר צִיֹּון וּבִירוּשָׁלִַם וְנֶגֶד זְקֵנָיו כָּבֹוד׃ פTranslit, VEKHAFRAH HALEVANAH UVOSYAH HAKHAMAH KI-MALAKH YEHOVAH (baca: 'Adonay) TSEVA'OT BEHAR TSIYON UVIROUSHALAM VENEGED ZEKENAV KAVOD
* Zakaria 14:9
[/b] LAI TB, Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya. Hebrew,
וְהָיָה יְהוָה לְמֶלֶךְ עַל־כָּל־הָאָרֶץ בַּיֹּום הַהוּא יִהְיֶה יְהוָה אֶחָד וּשְׁמֹו אֶחָד׃Translit, VEHAYAH YEHOVAH (baca: 'Adonay) LEMELEKH 'AL-KOL-HA'ARETS BAYOM HAHU YIHYEH YEHOVAH (baca: 'Adonay) EKHAD USYEMO 'EKHAD
Pengharapan yang sangat dalam ini, baik pengharapan dalam arti luas, maupun kerinduan akan kemerdekaan negeri itu, masih terus berkobar sampai pada zaman Tuhan Yesus (Yusuf dari Arimatea, menurut Markus, adalah salah seorang yang “juga menanti-nantikan Kerajaan Allah”).
Jadi, ketika Nabi Yahya (Yohanes Pembabtis) mengatakan bahwa “Kerajaan Allah sudah dekat” (Matius 3:2), ia segera dikerumuni oleh sekumpulan orang yang dengan penuh semangat datang untuk menyaksikan kuasa Allah, yang sudah lama mereka nanti-nantikan, memerintah dalam sejarah manusia.
Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus bersama-sama memberitakan Kerajaan Sorga/ Kerajaan Allah. Dan murid-murid Yesus juga memberitakan hal yang sama:
* Matius 10:5-7
10:5. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
Matius mencatat pengajaran Tuhan Yesus semua dilandaskan, karena, dan untuk Kerajaan Sorga:
5:3. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Dalam Doa Bapa-Kami, Yesusmenegaskan bahwa Allah, Bapa kita ada di Kerajaan Sorga.
6:9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu
Dalam ayat-ayat, Yesus kembali menegaskan tantang Kerajaan Sorga :
7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
13:24. Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
KERAJAAN ALLAH - ASPEK ROHANI
Kerajaan Sorga/ Kerajaan Allah adalah satu tema yang utama di seluruh Alkitab. Allah adalah Raja dari semua raja-raja. Yesus yang kita sembah - Dia adalah Allah dan Raja dari kerajaan rohani. Di mana pemerintahan Yesus itu ada di dalam hati umat Tuhan di seluruh dunia. Jadi Kerajaan Allah tidaklah terlihat dari benda yang dibangun oleh manusia atau suatu tempat, tetapi Kerajaan Allah adalah Tuhan memerintah kerajaan-Nya di dalam hati semua umat Tuhan.
Kerajaan Allah ada di dalam kita! (Lukas 17:21). Tuhan Yesus memang tidak memerintah secara 'De Iure' dan secara 'De Facto' sebagai pemimpin suatu negara secara pengertian duniawi, misalnya menjadi Raja/Pemimpin Yudea seperti Herodes, tapi secara rohani Dia seorang Raja, Yesus Kristus. Dia Raja kita - Raja anda dan Raja saya. Kita ini rakyat-Nya, umat yang Dia perintah. Kita ini pengikut-pengikut-Nya. Dalam pemahaman ini mari kita menteladani sikap salah seorang yang disalib di sebelah Yesus: "Ya Yesus bila Engkau datang kembali sebagai Raja, ingatlah kepadaku..." Yesus menjawab: "Hari ini Engkau bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:42-43).
Hadirnya Yesus sebagai manusia memang tidak membawa kuasa duniawi/ lahiriah, sebab misi Yesus adalah misi rohani. Dia yang adalah Allah itu telah lahir ke bumi dan berkarya bagi keselamatan umat manusia yang dikasihiNya (Yohanes 3:16).
* Yohanes 3:1-6
3:1. Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.
3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."
3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
Ayat diatas menerangkan bahwa Yesus sedang bicara mengenai satu Kerajaan yang tidak nampak dengan mata. Setelah kebangkitan, Yesus ternyata masih menempatkan ‘Kerajaan Allah’ sebagai topik utama :
* Kisah 1:3 LAI TB, Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. TR, οις και παρεστησεν εαυτον ζωντα μετα το παθειν αυτον εν πολλοις τεκμηριοις δι ημερων τεσσαρακοντα οπτανομενος αυτοις και λεγων τα περι της βασιλειας του θεουTranslit, hois kai parestêsen eauton zônta meta to pathein auton en pollois tekmêriois di hêmerôn tessarakonta optanomenos autois kai legôn ta peri tês basileias tou theou
Selanjutnya, para murid Tuhan Yesus meneruskannya dalam kegiatan mereka mengabarkan Injil, Kerajaan Allah tetap menjadi topik utama.
* Kisah 8:11-12
8:11 Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya.
8:12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan
* Kisah 19:6-8
19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
19:7 Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.
19:8. Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.
KERAJAAN ALLAH – MASA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG
Khotbah pertama yang disampaikan Tuhan Yesus Kristus menggunakan kata-kata serupa yang dipakai Yohanes Pembabtis. Tetapi menurut Markus, Tuhan Yesus mengawali pemberitaanNya tentang Kerajaan Allah, yang sudah dekat itu, dengat kata-kata, “Waktunya telah genap” (Markus 1:15).
Berita mengenai penggenapan ini digemakan terus dalam kitab-kitab Injil, yaitu bahwa didalam Tuhan Yesus Kristus, Kerajaan Allah telah menjadi kenyataan yang hidup. Mujizat-mujizatNya, dan teristimewa pengusiran setan, memberi kesaksian tentang fakta bahwa Kerajaan Allah sudah datang kepada manusia (Matius 12:28 ). KhotbahNya yang disampaikan dengan otoritas yang unik merupakan bukti bahwa kerajaanNya sudah datang :
* Markus 1:27 LAI TB, Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."TR, και εθαμβηθησαν παντες ωστε συζητειν προς αυτους λεγοντας τι εστιν τουτο τις η διδαχη η καινη αυτη οτι κατ εξουσιαν και τοις πνευμασιν τοις ακαθαρτοις επιτασσει και υπακουουσιν αυτωTranslit, kai ethambêthêsan pantes hôste suzêtein pros autous legontas ti estin touto tis hê didakhê hê kainê autê hoti kat exousian kai tois pneumasin tois akathartois epitassei kai hupakouousin autô
* Matius 11:5 LAI TB, orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.TR, τυφλοι αναβλεπουσιν και χωλοι περιπατουσιν λεπροι καθαριζονται και κωφοι ακουουσιν νεκροι εγειρονται και πτωχοι ευαγγελιζονταιTranslit, tuphloi anablepousin kai khôloi peripatousin leproi katharizontai kai kôphoi akouousin nekroi egeirontai kai ptôkhoi euaggelizontai
Tuhan Yesus berkata “Kerajaan Allah ada diantara kamu” (Lukas 17:21), maka berkat-berkat Kerajaan Allah (diantaranya adalah : pengampunan, keselamatan, dan kehidupan kekal) menjadi milik yang dapat dinikmati oleh orang-orang yang percaya, yang dapat dinikmati tidak hanya pada masa yang akan datang, melainkan juga pada masa sekarang ini juga. Selama berabad-abad para nabi telah menubuatkan suatu masa Allah akan menyatakan kekuasaanNya sebagai raja diatas bumi. Nah, dalam Diri dan pelayanan Tuhan Yesus Kristuslah, masa ini telah dinyatakan.
Tuhan Yesus mengajarkan bahwa dengan kedatangan DiriNya sendiri, Kerajaan Allah itu sebenarnya sudah datang, dan juga jelas bahwa Ia memandang ke masa yang akan datang pula, saat kuasa Allah yang berdaulat penuh itu pada akhirnya tampak dengan nyata. Murid-muridNya harus berdoa begini “Datanglah KerajaanMu” dan memperlihatkan dengan waspada agar melihat “Kerajaan Allah (telah) datang dengan kuasa” (Markus 9:1, Matius 25:1). Mujizat-mujizat yang mereka lihat dilakukan oleh Tuhan Yesus – yang mereka sendiri juga lakukan dengan kekuatan Tuhan Yesus – adalah tanda yang jelas bahwa Kerajaan itu sudah ada. Tetapi peperangan dengan Iblis masih berlangsung terus dengans eru, dan tidak ada keraguan sedikitpun tentang hasil akhirnya :
* Matius 25:41 LAI TB, Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.TR, τοτε ερει και τοις εξ ευωνυμων πορευεσθε απ εμου οι κατηραμενοι εις το πυρ το αιωνιον το ητοιμασμενον τω διαβολω και τοις αγγελοις αυτουTranslit, tote erei kai tois ex euônumôn poreuesthe ap emou hoi katêramenoi eis to pur to aiônion to êtoimasmenon tô diabolô kai tois aggelois autou
Karena itu, nubuat-nubuat tentang peristiwa penggenapan yang agung di masa depan, berkaitan dengan bukti nyata tentang Kerajaan Allah yang sudah datang saat itu. Juga dari “Perumpamaan tentang Kerajaan Allah” dalam Matius 13, jelas bahwa Tuhan Yesus ingin para muridNya mengerti tentang kedua kebenaran tersebut. Benih itu sudah ditabur dan akan bertumbuh sampai puncak masa panen.
TUNTUTAN KERAJAAN ALLAH
Baik pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang, Allah yang memerintah sebagai Raja menuntut manusia untuk menyerahkan dirinya dengan penuh ketaatan. Manusia tidak dipanggil untuk membangun atau mendirikan sendiri Kerajaan itu, melainkan hanya mencarinya dan memasukinya :
* Matius 6:33 LAI TB, Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.TR, ζητειτε δε πρωτον την βασιλειαν του θεου και την δικαιοσυνην αυτου και ταυτα παντα προστεθησεται υμινTranslit, zêteite de prôton tên basileian tou theou kai tên dikaiosunên autou kai tauta panta prostethêsetai humin
* Markus 9:47 LAI TB, Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,TR, και εαν ο οφθαλμος σου σκανδαλιζη σε εκβαλε αυτον καλον σοι εστιν μονοφθαλμον εισελθειν εις την βασιλειαν του θεου η δυο οφθαλμους εχοντα βληθηναι εις την γεενναν του πυροςTranslit, kai ean ho ophthalmos sou skandalizê se ekbale auton kalon soi estin monophthalmon eiselthein eis tên basileian tou theou hê duo ophthalmous ekhonta blêthênai eis tên geennan tou puros
Standard-standard etika Kerajaan itu tinggi sekali, jauh diatas standard para ahli Taurat dan orang Farisi, tuntutannya bukan hanya pengetahuan teori semata-mata, melainkan bagaimana melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Matius 5:20 LAI TB, Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.TR, λεγω γαρ υμιν οτι εαν μη περισσευση η δικαιοσυνη υμων πλειον των γραμματεων και φαρισαιων ου μη εισελθητε εις την βασιλειαν των ουρανωνTranslit, legô gar humin hoti ean mê perisseusê hê dikaiosunê humôn pleion tôn grammateôn kai pharisaiôn ou mê eiselthête eis tên basileian tôn ouranôn
* Markus 12:32-34
32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.
* Markus 10:15 LAI TB, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.TR, αμην λεγω υμιν ος εαν μη δεξηται την βασιλειαν του θεου ως παιδιον ου μη εισελθη εις αυτηνTranslit, amên legô humin hos ean mê dexêtai tên basileian tou theou hôs paidion ou mê eiselthê eis autên
* Matius 13:44-46
44 "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
Singkatnya, untuk dapat masuk kedalam Kerajaan Allah diperlukan ketaatan mutlak seperti seorang anak kecil dan juga dituntut kesetiaan serta pengapdian mutlak seorang murid. Namun yang seharusnya diutamakan manusia adalah mematuhi ketentuan atau peraturan Allah, sebab kerajaan Allah – seperti harta yang terpendam atau mutiara yang sangat mahal harganya – adalah satu perkara yang paling berharga di dalam hidup ini, sehingga pengorbanan macam apapun pantas dilakukan untuk memperolehnya.
Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)